alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Rencana Import 1 Juta Ton Beras, Komisi Bidang Pertanian Surati Kemendag RI

PONTIANAK – Wacana impor satu juta ton beras dari luar negeri oleh Kementriaan Perdagangan (Kemendag) RI sudah menjadi banyak protes masyarakat petani di Indonesia.  Masalahnya beberapa daerah di Indonesia termasuk Kalbar banyak mengalami panen raya dan jumlah stok beras melimpah. Makanya Komisi II DPRD Kalbar langsung membuat surat resmi kepada kementriaan yang mengurusi masalah ekspor impor ini.

Hal tersebut diperlihatkan Sueb, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, yang memperlihatkan surat permintaan pembatalan impor 1 juta ton beras dari luar negeri.

Menurutnya, tidak tepat wacana impor beras pada masa sekarang, karena laporan berbagai daerah jumlah beras lokal Indonesia surplus dan melimpah.

Makanya, atas inisiatif Komisi II langsung menyurati Kemendag RI buat membatalkan wacana impor beras satu juta ton. “Kenapa, komisi II bersikeras batal. Setelah membaca hasil data Kementan, kemarin bahwa stok beras untuk rumah tangga saja sudah mendekati angka 4 juta ton,” katanya.

Baca Juga :  Literasi Digital MUI Bentuk Jihad Tangkal Hoaks dan Radikalisme

Data tersebut belum lagi mengcover data beras penggilingan 3 juta ton di petani atauu data beras di bulog yang mencapai 2 juta ton. Sementara di pasar-pasar yang sudah beredar berkisar satu juta ton. Belum lagi panen raya yang sedang berlangsung dari bulan Januari sampai Mei.”Diperkirakan stok beras Kalbar bertambah. Sementara konsumsi nasional 2,5 juta ton perbulan,” ucapnya.

Surat tersebut selain ditujukan kepada Kemendag RI, ikut ditembuskan kepada Gubernur Kalbar dan Kepala Bulog RI. Apalagi berdasarkan data Kementriaan Pertanian, bahwa masa sekarang belum masuk kategori Indonesia sedang membutuhkan impor beras. Ada baiknya wacana menggebu-ngebu tersebut dipikirkan ulang Kemendag RI. “Bakalan kasihan nasib beras petani di Indonesia. Tidak akan terserap. Nah ke depan, orang mau menjadi petani juga berpikir ulang,”ucap politisi Hanura Kalbar ini.

Baca Juga :  Midji Sempat Terpapar Virus, Dikelilingi 25 Orang Positif Covid-19

Dia lebih mendukung langkah Kemendag menyerap beras petani lokal di Indonesia. Dengan demikian, program-program pertanian yang sudah disusun bakalan berjalan sukses dan lancar. “Petani lokal akan mengalami nasib tidak bagus, terkecuali memang beras dari petani lokal tidak ada, silahkan saja import,” tuturnya.

Di sisi lain kabar tidak nyamannya adalah anggaran import beras dikabarkan tidak kecil. Hitungan kasarnya bisa mencapai Rp6-7 triliun untuk 1 juta ton beras import. Ada baiknya anggaran tersebut membantu fasilitas pertanian dan petani dengan membeli beras lokal milik mereka.

Berita tidak akurasi lainnya adalah bahwa alasan impor beras adalah menstabilkan harga sangat salah. Sebab stok sudah tersedia banyak. Nah jika  di pasaran sedikit dan harga cenderung tinggi, diartikan ada ada spekulan bermain. Makanya semua harus padu melakukan pengawasan. “Masyarakat bisa lapor ke aparat,” ucapnya.(den)

PONTIANAK – Wacana impor satu juta ton beras dari luar negeri oleh Kementriaan Perdagangan (Kemendag) RI sudah menjadi banyak protes masyarakat petani di Indonesia.  Masalahnya beberapa daerah di Indonesia termasuk Kalbar banyak mengalami panen raya dan jumlah stok beras melimpah. Makanya Komisi II DPRD Kalbar langsung membuat surat resmi kepada kementriaan yang mengurusi masalah ekspor impor ini.

Hal tersebut diperlihatkan Sueb, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, yang memperlihatkan surat permintaan pembatalan impor 1 juta ton beras dari luar negeri.

Menurutnya, tidak tepat wacana impor beras pada masa sekarang, karena laporan berbagai daerah jumlah beras lokal Indonesia surplus dan melimpah.

Makanya, atas inisiatif Komisi II langsung menyurati Kemendag RI buat membatalkan wacana impor beras satu juta ton. “Kenapa, komisi II bersikeras batal. Setelah membaca hasil data Kementan, kemarin bahwa stok beras untuk rumah tangga saja sudah mendekati angka 4 juta ton,” katanya.

Baca Juga :  Pelajar Tidak Takut, Orang Tua Siswa Ajak Vaksinasi Covid-19

Data tersebut belum lagi mengcover data beras penggilingan 3 juta ton di petani atauu data beras di bulog yang mencapai 2 juta ton. Sementara di pasar-pasar yang sudah beredar berkisar satu juta ton. Belum lagi panen raya yang sedang berlangsung dari bulan Januari sampai Mei.”Diperkirakan stok beras Kalbar bertambah. Sementara konsumsi nasional 2,5 juta ton perbulan,” ucapnya.

Surat tersebut selain ditujukan kepada Kemendag RI, ikut ditembuskan kepada Gubernur Kalbar dan Kepala Bulog RI. Apalagi berdasarkan data Kementriaan Pertanian, bahwa masa sekarang belum masuk kategori Indonesia sedang membutuhkan impor beras. Ada baiknya wacana menggebu-ngebu tersebut dipikirkan ulang Kemendag RI. “Bakalan kasihan nasib beras petani di Indonesia. Tidak akan terserap. Nah ke depan, orang mau menjadi petani juga berpikir ulang,”ucap politisi Hanura Kalbar ini.

Baca Juga :  Cegah si Manis Berujung Kronis Masuk Top 99 Inovasi Terbaik 

Dia lebih mendukung langkah Kemendag menyerap beras petani lokal di Indonesia. Dengan demikian, program-program pertanian yang sudah disusun bakalan berjalan sukses dan lancar. “Petani lokal akan mengalami nasib tidak bagus, terkecuali memang beras dari petani lokal tidak ada, silahkan saja import,” tuturnya.

Di sisi lain kabar tidak nyamannya adalah anggaran import beras dikabarkan tidak kecil. Hitungan kasarnya bisa mencapai Rp6-7 triliun untuk 1 juta ton beras import. Ada baiknya anggaran tersebut membantu fasilitas pertanian dan petani dengan membeli beras lokal milik mereka.

Berita tidak akurasi lainnya adalah bahwa alasan impor beras adalah menstabilkan harga sangat salah. Sebab stok sudah tersedia banyak. Nah jika  di pasaran sedikit dan harga cenderung tinggi, diartikan ada ada spekulan bermain. Makanya semua harus padu melakukan pengawasan. “Masyarakat bisa lapor ke aparat,” ucapnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/