alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Perusda-FT Untan Produksi Pelindung Wajah Bayi

Perusda Kalbar dan Fakultas Teknik Untan berkerjasama memproduksi pelindung wajah bayi. Produksi pelindung wajab bayi dilakukan bagian dari penanggulangan wabah Covid-19. Direktur teknik dan pemasaran Perusda aneka usaha Provinsi Kalbar, Wahyu Cundrik Pamungkas menjelaskan bahwa Perusda juga ikut berperan dalam menghadapi pandemi Covid-19

“Kami sudah mendistribusikan APD dari ikatan alumni SMA Negeri 1 Pontianak dan ikatan alumni SMK Santa Maria, ke Kabupaten Sekadau dan Sintang,” kata Wahyu di Pontianak, kemarin. Sementara yang saat ini dilakukan adalah pembuatan pelindung wajah bayi. Pembuatan pelindung wajah ini dilakukan karena ada permintaan khusus bagi bayi yang baru lahir karena dikhawatirkan terpapar Covid-19.

“Kami bekerjasama dengan Fakultas Teknik Untan, karena baru fakultas ini yang sudah memproduksi pelindung wajah khusus bayi,” jelas Wahyu. Wahyu menyebutkan pada tahap pertama sudah diproduksi 50 pcs pelindung wajah bayi. Hasil produksi tahap pertama ini akan dievaluasi. Pihaknya berharap ada masukan yang nantinya untuk menyempurnakan pelindung wajah yang sudah dibuat.  “Jadi ini benar-benar khusus bayi yang baru lahir, jadi masih lunak baik tulang maupun kulit yang sensitif,” jelas Wahyu.

Baca Juga :  Midji Beri Waktu Setahun Benahi Perusda

Ia pun menambahkan penyempurnaan akan terus dilakukan dan pelindung wajah ini pun akan diproduksi kembali dengan jumlah yang lebih banyak. “Bidan tak bisa menolak proses kelahiran sehingga kebutuhan akan pelindung wajah ini sangat besar,” tambah Wahyu.

Selain pelindung wajah bayi dilanjutkannya, rencananya akan diproduksi juga aerosol box untuk proses persalinan. Ini merupakan APD yang bisa digunakan tenaga medis saat membantu proses kelahiran.  “Tidak bisa diketahui apakah ibu-ibu melahirkan ini OTG, ODP atau dari daerah yang zona merah, sehingga para medis yang membantu persalinan menjadi was-was,” jelas dia.

Wahyu menyampaikan bahwa kesiapan APD menjadi hal yang mutlak bagi tenaga medis yang membantu proses persalinan sehingga seluruh pihak termasuk pemerintah daerah diminta juga untuk memikirkan hal tersebut.  “Kami siap jika diminta untuk membantu proses pendistribusian hasil produksi Fakultas Teknik Untan,” ucap Wahyu.

Baca Juga :  Gubernur Ajak Lulusan Untan Bangun Desa

Dekan Fakultas Teknik Untan R.M. Rustamaji menyebutkan total APD yang sudah diproduksi 1.000 pcs dan sudah terdistribusi ke daerah yang membutuhkan. “Untuk pelindung wajah yang kami produksi sudah dikirim ke beberapa daerah. Seperti Jakarta, Singkawang hingga Ciherang,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa Fakultas Teknik Untan untuk ikut serta mendukung tenaga medis yang sedang berjuang menyelamatkan pasien covid-19 dengan memproduksi APD yang dibutuhkan.

Seperti aerosol box, tempat cuci tangan, handsanitizer, bilik antiseptik, larutan antiseptik dan desinfektan. “Gubernur mengunjungi lab kami, dan disampaikan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dan kami harus mempersiapkan dan sedang dikerjakan,” kata Rustamaji.

Ia menambahkan jika produksi alat pelindung diri bagi tenaga medis itu selesai diproduksi akan diserahkan ke dinas kesehatan provinsi baru kemudian didistribusikan ke fasilitas layanan yang mengajukan kebutuhan APD. “Dari Dinkes kemudian dialokasikan berdasarkan permintaan,” ucapnya. (mse)

Perusda Kalbar dan Fakultas Teknik Untan berkerjasama memproduksi pelindung wajah bayi. Produksi pelindung wajab bayi dilakukan bagian dari penanggulangan wabah Covid-19. Direktur teknik dan pemasaran Perusda aneka usaha Provinsi Kalbar, Wahyu Cundrik Pamungkas menjelaskan bahwa Perusda juga ikut berperan dalam menghadapi pandemi Covid-19

“Kami sudah mendistribusikan APD dari ikatan alumni SMA Negeri 1 Pontianak dan ikatan alumni SMK Santa Maria, ke Kabupaten Sekadau dan Sintang,” kata Wahyu di Pontianak, kemarin. Sementara yang saat ini dilakukan adalah pembuatan pelindung wajah bayi. Pembuatan pelindung wajah ini dilakukan karena ada permintaan khusus bagi bayi yang baru lahir karena dikhawatirkan terpapar Covid-19.

“Kami bekerjasama dengan Fakultas Teknik Untan, karena baru fakultas ini yang sudah memproduksi pelindung wajah khusus bayi,” jelas Wahyu. Wahyu menyebutkan pada tahap pertama sudah diproduksi 50 pcs pelindung wajah bayi. Hasil produksi tahap pertama ini akan dievaluasi. Pihaknya berharap ada masukan yang nantinya untuk menyempurnakan pelindung wajah yang sudah dibuat.  “Jadi ini benar-benar khusus bayi yang baru lahir, jadi masih lunak baik tulang maupun kulit yang sensitif,” jelas Wahyu.

Baca Juga :  Graha Pena Pontianak Disemprot Disinfektan

Ia pun menambahkan penyempurnaan akan terus dilakukan dan pelindung wajah ini pun akan diproduksi kembali dengan jumlah yang lebih banyak. “Bidan tak bisa menolak proses kelahiran sehingga kebutuhan akan pelindung wajah ini sangat besar,” tambah Wahyu.

Selain pelindung wajah bayi dilanjutkannya, rencananya akan diproduksi juga aerosol box untuk proses persalinan. Ini merupakan APD yang bisa digunakan tenaga medis saat membantu proses kelahiran.  “Tidak bisa diketahui apakah ibu-ibu melahirkan ini OTG, ODP atau dari daerah yang zona merah, sehingga para medis yang membantu persalinan menjadi was-was,” jelas dia.

Wahyu menyampaikan bahwa kesiapan APD menjadi hal yang mutlak bagi tenaga medis yang membantu proses persalinan sehingga seluruh pihak termasuk pemerintah daerah diminta juga untuk memikirkan hal tersebut.  “Kami siap jika diminta untuk membantu proses pendistribusian hasil produksi Fakultas Teknik Untan,” ucap Wahyu.

Baca Juga :  Alumni Fakultas Hukum Untan Bentuk LBH Perkumpulan 94

Dekan Fakultas Teknik Untan R.M. Rustamaji menyebutkan total APD yang sudah diproduksi 1.000 pcs dan sudah terdistribusi ke daerah yang membutuhkan. “Untuk pelindung wajah yang kami produksi sudah dikirim ke beberapa daerah. Seperti Jakarta, Singkawang hingga Ciherang,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa Fakultas Teknik Untan untuk ikut serta mendukung tenaga medis yang sedang berjuang menyelamatkan pasien covid-19 dengan memproduksi APD yang dibutuhkan.

Seperti aerosol box, tempat cuci tangan, handsanitizer, bilik antiseptik, larutan antiseptik dan desinfektan. “Gubernur mengunjungi lab kami, dan disampaikan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dan kami harus mempersiapkan dan sedang dikerjakan,” kata Rustamaji.

Ia menambahkan jika produksi alat pelindung diri bagi tenaga medis itu selesai diproduksi akan diserahkan ke dinas kesehatan provinsi baru kemudian didistribusikan ke fasilitas layanan yang mengajukan kebutuhan APD. “Dari Dinkes kemudian dialokasikan berdasarkan permintaan,” ucapnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/