alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Jangan Main HP Saat Layani Warga

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Mulyadi mengingatkan agar para Aparatur Sipil Negara tidak terpaku dengan ponsel pintar. Apalagi penggunaan ponsel pintar digunakannya saat tengah melayani masyarakat. “Jangan saudara terpaku pada handphone karena saudara miliki tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” ujar Sekda Kota Pontianak Mulyadi, di hadapan para peserta pelatihan dasar CPNS Golongan III angkatan XCI tahun 2021 di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (28/4).

Menurutnya, sah-sah saja jika ASN menggunakan ponsel pintar, asalkan sesuai dengan pemanfaatannya. Selain itu, ia juga menekankan kepada para ASN supaya dalam aktivitas bermedia sosial (medsos) lebih bijak. Misalnya, tidak asal meneruskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. “Sesuatu yang kita tidak yakini kebenarannya dan tidak ada kepentingan kita disitu, jangan kita teruskan,” tegas Sekda.

Baca Juga :  Hujan, Lapangan PSP Tak Boleh Dipakai Bermain Bola

Untuk itu, lanjutnya, sebagai seorang ASN sudah sepatutnya bekerja secara profesional sesuai tugas dan fungsinya. Para ASN harus memiliki semangat dalam menanamkan sikap disiplin di dalam diri masing-masing. Hal itu untuk memastikan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Mulyadi mengingatkan agar ASN bekerja berdasarkan aturan. “Karena ada pertanggungjawaban, baik secara internal maupun eksternal termasuk kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam memberikan pelayanan, ASN harus mampu bertutur kata yang baik. Sebagai pelayan masyarakat sudah semestinya memahami etika komunikasi yang baik untuk diterapkan saat memberikan pelayanan. “Salah satu kunci sukses dari keberhasilan dalam pelayanan publik adalah dengan berinteraksi dan menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan, dalam hal ini masyarakat,” katanya.

Anggota DPRD Kota Pontianak Rino Pandriya senada dengan intruksi Sekda Pontianak. “Dalam bertugas ASN harus disiplin. Apalagi ketika memberikan pelayanan pada masyarakat. Abdi negara mesti memberikan contoh baik pada masyarakat,” ujar politisi PKB itu. Penggunaan ponsel pintar ketika seorang ASN sedang memberikan pelayanan kepada masyarakat pandangan dia tak diperkenankan. Apalagi pelayanan yang banyak diperlukan masyarakat.

Baca Juga :  Bersikaplah sebagai Pelayan Profesional

Apabila dalam pelayanan si ASN justru asyik dengan ponsel pintarnya, akan menambah lama pelayanan yang diberikan. Jika kenyataannya demikian akan menjadi pembicaraan masyarakat, sehingga akan menurunkan tingkat kepercayaan pelayanan di satu instansi itu. Iapun meminta, dalam memberikan pelayanan ASN harus ramah. Apalagi ketika ditanya-tanya mekanisme pelayanan hendaknya ASN dapat melayani dengan ramah sopan dan senyuman. “Jika masyarakat merasa terlayani saya rasa satu pelayanan tersebut bisa dikatakan berhasil membuat masyarakat nyaman,” tandasnya.(iza)

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Mulyadi mengingatkan agar para Aparatur Sipil Negara tidak terpaku dengan ponsel pintar. Apalagi penggunaan ponsel pintar digunakannya saat tengah melayani masyarakat. “Jangan saudara terpaku pada handphone karena saudara miliki tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” ujar Sekda Kota Pontianak Mulyadi, di hadapan para peserta pelatihan dasar CPNS Golongan III angkatan XCI tahun 2021 di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (28/4).

Menurutnya, sah-sah saja jika ASN menggunakan ponsel pintar, asalkan sesuai dengan pemanfaatannya. Selain itu, ia juga menekankan kepada para ASN supaya dalam aktivitas bermedia sosial (medsos) lebih bijak. Misalnya, tidak asal meneruskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. “Sesuatu yang kita tidak yakini kebenarannya dan tidak ada kepentingan kita disitu, jangan kita teruskan,” tegas Sekda.

Baca Juga :  Gubernur Lepas Kafilah Kalbar STQHN

Untuk itu, lanjutnya, sebagai seorang ASN sudah sepatutnya bekerja secara profesional sesuai tugas dan fungsinya. Para ASN harus memiliki semangat dalam menanamkan sikap disiplin di dalam diri masing-masing. Hal itu untuk memastikan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Mulyadi mengingatkan agar ASN bekerja berdasarkan aturan. “Karena ada pertanggungjawaban, baik secara internal maupun eksternal termasuk kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam memberikan pelayanan, ASN harus mampu bertutur kata yang baik. Sebagai pelayan masyarakat sudah semestinya memahami etika komunikasi yang baik untuk diterapkan saat memberikan pelayanan. “Salah satu kunci sukses dari keberhasilan dalam pelayanan publik adalah dengan berinteraksi dan menjalin komunikasi yang baik dengan pelanggan, dalam hal ini masyarakat,” katanya.

Anggota DPRD Kota Pontianak Rino Pandriya senada dengan intruksi Sekda Pontianak. “Dalam bertugas ASN harus disiplin. Apalagi ketika memberikan pelayanan pada masyarakat. Abdi negara mesti memberikan contoh baik pada masyarakat,” ujar politisi PKB itu. Penggunaan ponsel pintar ketika seorang ASN sedang memberikan pelayanan kepada masyarakat pandangan dia tak diperkenankan. Apalagi pelayanan yang banyak diperlukan masyarakat.

Baca Juga :  PKM Jurusan Teknik Mesin Polnep di Ponpes Darul Musabbihin

Apabila dalam pelayanan si ASN justru asyik dengan ponsel pintarnya, akan menambah lama pelayanan yang diberikan. Jika kenyataannya demikian akan menjadi pembicaraan masyarakat, sehingga akan menurunkan tingkat kepercayaan pelayanan di satu instansi itu. Iapun meminta, dalam memberikan pelayanan ASN harus ramah. Apalagi ketika ditanya-tanya mekanisme pelayanan hendaknya ASN dapat melayani dengan ramah sopan dan senyuman. “Jika masyarakat merasa terlayani saya rasa satu pelayanan tersebut bisa dikatakan berhasil membuat masyarakat nyaman,” tandasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/