alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

BPOM Sidak Pusat Perbelanjaan

PONTIANAK – Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM Pontianak melakukan pemeriksaan uji terhadap sampel produk di sejumlah pusat perbelanjaan, baik tradisional maupun modern, Senin (28/6).

Salah satunya di Pasar Flamboyan. Bahan makanan yang diuji di pasar tradisional ini antara lain mie kuning, tahu, bakso, mie kering dan jajanan pasar.

Koordinator Kelompok Substansi Pemeriksaan BPOM Pontianak Berthin Hendry Dunard mengatakan uji sampel yang dilakukan itu untuk mengetahui kandungan borak, formalin dan zat berbahaya lainnya pada produk-produk yang dijual.

Dari uji yang dilakukan pada sampel itu sebagian besar menunjukkan hasil yang negatif. Terkecuali pada produk mie kuning. Uji sampel dilakukan di lapangan sifatnya screening awal. Jika kemudian ada hasil yang meragukan maka dilakukan uji sampel di laboratorium.

“Hasilnya masih sedikit meragukan sehingga untuk penegasan dilakukan uji di laboratorium. Untuk produk lainnya hasilnya negatif,” kata Berthin saat melakukan sidak di Pasar Modern, Hypermart, Senin (28/6) siang.

Setelah di Pasar Flamboyan tim gabungan berlanjut melakukan inspeksi mendadak (Sidak-red) di Pasar Modern, Hypermart. Sidak di tempat ini dilakukan pukul 10.00. Tim yang melakukan sidak tergabung dari berbagai instansi. Antara lain Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak. Lalu Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kota Pontianak. Masing-masing petugas mulai menyisir produk-produk yang dijual. Antara lain minuman kemasan, lalu daging segar, hingga makanan olahan.

Baca Juga :  "Zero Tolerance" Bahan Tambahan Berbahaya Pangan Perikanan

Berthin mengatakan pihaknya tidak menemukan produk-produk kedaluwarsa yang dijual di pasar modern. Meski demikian ada beberapa produk yang masih dipajang sementara masa berlakunya tidak lama lagi.

“Ada yang masa berlakunya tanggal 2 Juli dan 3 Juli. Sudah kami ingatkan pengelola jangan sampai terlewat. Jangan kemudian masa berlaku produk sudah terlewat tapi masih tetap dipajang,” kata dia.

Selain itu temuan lainnya ada produk olahan dari luar negeri. Meski sudah memiliki legalitas hingga izin impor namun belum tercantum dalam kemasan. Berthin menambahkan pihaknya mengingatkan pengelola maupun suplier untuk mencantumkan izin edar dan nama importir pada produk yang dipajang.

“Secara legalitas sudah ada, tapi label harus sesuai data base di BPOM, sehingga kami minta segera dilengkapi baik dari suplier maupun importir pada label,” kata Berthin.

Baca Juga :  BBPOM Sita Obat Racikan Lutfi

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak Arwani mengatakan sidak itu merupakan pengawasan rutin yang melibatkan stakeholder terkait.

Pengawasan dilakukan terhadap barang beredar mengacu pada Undang-Undang Perdagangan Nomor 7 tahun 2014. Kemudian mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 tahun 1999.

Ia melanjutkan dalam peraturan dijelaskan bahwa barang beredar terkait pangan harus diawasi kemasan, level, ijin edar serta masa kedaluwarsa. Berdasarkan ketentuan sebulan sebelum habis masa kedaluwarsa sebuah produk baru dilakukan penarikan.

“Memang tidak ditemukan bahan pangan atau pangan segar yang melanggar aturan. Namun kami mengingatkan kepada pelaku usaha untuk memperhatikan beberapa komoditas pangan yang didisplay sudah hampir memasuki masa kedaluwarsa,” kata Arwani di lokasi sidak, siang kemarin.

Selain itu pihaknya juga mengingatkan pengelola untuk mencantumkan label pada produk-produk makan olahan. “Produk tersebut berasal dari industri rumahan maka pada saat pengemasan ulang harus mencantumkan lebel produksi,” pungkasnya. (mse)

PONTIANAK – Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM Pontianak melakukan pemeriksaan uji terhadap sampel produk di sejumlah pusat perbelanjaan, baik tradisional maupun modern, Senin (28/6).

Salah satunya di Pasar Flamboyan. Bahan makanan yang diuji di pasar tradisional ini antara lain mie kuning, tahu, bakso, mie kering dan jajanan pasar.

Koordinator Kelompok Substansi Pemeriksaan BPOM Pontianak Berthin Hendry Dunard mengatakan uji sampel yang dilakukan itu untuk mengetahui kandungan borak, formalin dan zat berbahaya lainnya pada produk-produk yang dijual.

Dari uji yang dilakukan pada sampel itu sebagian besar menunjukkan hasil yang negatif. Terkecuali pada produk mie kuning. Uji sampel dilakukan di lapangan sifatnya screening awal. Jika kemudian ada hasil yang meragukan maka dilakukan uji sampel di laboratorium.

“Hasilnya masih sedikit meragukan sehingga untuk penegasan dilakukan uji di laboratorium. Untuk produk lainnya hasilnya negatif,” kata Berthin saat melakukan sidak di Pasar Modern, Hypermart, Senin (28/6) siang.

Setelah di Pasar Flamboyan tim gabungan berlanjut melakukan inspeksi mendadak (Sidak-red) di Pasar Modern, Hypermart. Sidak di tempat ini dilakukan pukul 10.00. Tim yang melakukan sidak tergabung dari berbagai instansi. Antara lain Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak. Lalu Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian Kota Pontianak. Masing-masing petugas mulai menyisir produk-produk yang dijual. Antara lain minuman kemasan, lalu daging segar, hingga makanan olahan.

Baca Juga :  Sabun Lebih Efektif dari Hand Sanitizer

Berthin mengatakan pihaknya tidak menemukan produk-produk kedaluwarsa yang dijual di pasar modern. Meski demikian ada beberapa produk yang masih dipajang sementara masa berlakunya tidak lama lagi.

“Ada yang masa berlakunya tanggal 2 Juli dan 3 Juli. Sudah kami ingatkan pengelola jangan sampai terlewat. Jangan kemudian masa berlaku produk sudah terlewat tapi masih tetap dipajang,” kata dia.

Selain itu temuan lainnya ada produk olahan dari luar negeri. Meski sudah memiliki legalitas hingga izin impor namun belum tercantum dalam kemasan. Berthin menambahkan pihaknya mengingatkan pengelola maupun suplier untuk mencantumkan izin edar dan nama importir pada produk yang dipajang.

“Secara legalitas sudah ada, tapi label harus sesuai data base di BPOM, sehingga kami minta segera dilengkapi baik dari suplier maupun importir pada label,” kata Berthin.

Baca Juga :  Jumlah Penganggur Bertambah

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak Arwani mengatakan sidak itu merupakan pengawasan rutin yang melibatkan stakeholder terkait.

Pengawasan dilakukan terhadap barang beredar mengacu pada Undang-Undang Perdagangan Nomor 7 tahun 2014. Kemudian mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 tahun 1999.

Ia melanjutkan dalam peraturan dijelaskan bahwa barang beredar terkait pangan harus diawasi kemasan, level, ijin edar serta masa kedaluwarsa. Berdasarkan ketentuan sebulan sebelum habis masa kedaluwarsa sebuah produk baru dilakukan penarikan.

“Memang tidak ditemukan bahan pangan atau pangan segar yang melanggar aturan. Namun kami mengingatkan kepada pelaku usaha untuk memperhatikan beberapa komoditas pangan yang didisplay sudah hampir memasuki masa kedaluwarsa,” kata Arwani di lokasi sidak, siang kemarin.

Selain itu pihaknya juga mengingatkan pengelola untuk mencantumkan label pada produk-produk makan olahan. “Produk tersebut berasal dari industri rumahan maka pada saat pengemasan ulang harus mencantumkan lebel produksi,” pungkasnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/