alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Proyek di Kompleks Transmart Ditutup

16 Pekerja Bangunan Positif Covid-19, Pekerjaan Dihentikan Minimal 10 Hari

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengidentifikasi satu kluster baru penularan Covid-19 di provinsi ini. Diketahui ada 16 orang pekerja di proyek pembangunan Bumi Raya City Mall, Kabupaten Kubu Raya yang dinyatakan terkonfirmasi (positif) Covid-19.

Penambahan 16 kasus Covid-19 terbaru ini diumumkan langsung oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji, Selasa (28/7) pagi. Ia mengatakan semuanya merupakan warga luar Kalbar, yakni pekerja bangunan Bumi Raya City Mall yang terletak di kompleks kawasan Mal Transmart, Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya.

“Nah kami telusuri mereka datang  pakai kapal dari Jawa Tengah. Saya minta supaya tidak boleh ada penumpang lewat kapal sampai 14 hari ke depan,” ungkap Sutarmidji, Selasa (28/7).

DITUTUP SEMENTARA: Proyek pembangunan Bumi Raya City Mall di kawasan Mal Transmart, Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya ditutup sementara minimal sampai 10 hari ke depan. Sebanyak 16 pekerja bangunan di proyek ini terkonfirmasi (positif) Covid-19. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Selain itu, ia meminta pihak perusahaan menghentikan sementara poyek pengerjaan bangunan di kawasan tersebut minimal sampai 10 hari ke depan. Jumlah 16 orang itu dinilainya sangat banyak. Karena seharusnya, jika ada satu saja pekerja yang terpapar Covid-19, pengerjaan proyek sudah harus dihentikan.

“Tutup! Tidak boleh ada pekerjaan di situ, harus disterilkan. Dan saya minta pertanggungjawaban dari pelaksana, kami akan teliti kalau ada pemalsuan (surat izin) saya suruh polisi (usut),” tegasnya.

Orang nomor satu di Kalbar itu berharap pihak kepolisian memeriksa dokumen kedatangan seluruh pekerja bangunan di sana. Ia khawatir ada pemalsuan surat izin berpergian terkait Covid-19. Apalagi seluruh pekerja ini memilih datang dengan menggunakan kapal laut. “Karena kita capek-capek jaga (kasus Covid-19) di sini, tahu-tahu pekerja yang masuk malah positif, itukan tidak benar,” ucapnya.

Harusnya, lanjut dia, perusahaan yang memperkerjakan mereka bisa lebih hati-hati. Midji, sapaan akrabnya, mempersilakan siapa saja yang ingin datang ke Kalbar untuk bekerja. Namun dengan syarat, harus dipastikan lebih dulu melalui tes swab RT-PCR, yang bersangkutan tidak positif Covid-19. “Saya yakin itu tidak benar, waktu datang (mungkin) sudah positif, tapi lewat kapal, tidak berani lewat pesawat,” ujarnya.

Midji memastikan bakal menutup sementara pelabuhan agar tidak ada keluar masuk orang dari dan keluar Kalbar menggunakan kapal laut. Selain itu peraturan di bandar udara (bandara) juga akan diperketat. Pemprov akan melaksanakan Rapid Test dadakan terhadap penumpang pesawat rute tertentu. Jika ditemukan ada satu saja penumpang reaktif maka rute penerbangan tersebut bakal ditutup untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Giliran Lion Dilarang Terbang

“Jadi tidak boleh ada rute itu di Kalbar, saya terserah mau dibilang apa, pokoknya tidak boleh. Kita harus jaga daerah kita,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menambahkan, pekerja dari luar Kalbar ini diperkirakan datang ke Pontianak pada 25 Juni 2020. Hal ini terdeteksi oleh Dinas Kesehatan Kalbar ketika ada beberapa pekerja yang akan pulang ke Jakarta.

“Jadi pada saat (pekerja) akan pulang ke Jakarta di-Rapid Test ternyata rekatif, dilakukan swab dan positif. Untuk itu semua (pekerja) kami lakukan tes swab RT-PCR dapatlah 16 orang ini  kasus konfirmasi baru Covid-19,” katanya.

Jumlah kelompok pekerja proyek pembangunan Bumi Raya City Mall ini menurutnya mencapai sekitar 80 orang. Semuanya telah dites swab RT-PCR pada 20 Juli 2020 lalu dan diketahui hasilnya ada 16 orang yang positif Covid-19. “Jadi yang lain negatif,” terangnya.

Seluruh pekerja yang positif itu semuanya warga Jawa Tengah yang bekerja di Kubu Raya. Khusus untuk kasus ini pihaknya akan melakukan penelusuran ke tempat-tempat yang biasa didatangi para pekerja ini untuk keperluan makan sehari-hari. “Kami lihat di situ ada dua warung tempat makan. Makanya kami minta dinkes kabupaten/kota selalu melaksanakan testing, tracing, tracking dan treatment. Jadi tidak boleh puas dengan (daerah) tidak ada kasus,” pesannya.

Sementara untuk 16 orang pekerja ini akan diisolasi selama 10 hari karena mengalami kasus konfirmasi Covid-19 asimtomatik atau tanpa gejala. Sesuai aturan terbaru dari Kemenkes, setelah 10 hari mereka dinyatakan sembuh dengan sendirinya. Namun khusus di Kalbar sesuai instruksi gubernur menurut Harisson setelah 10 hari mereka hari dites swab RT-PCR lagi. Itu dilakukan untuk memastikan pasien benar-benar bebas dari virus Covid-19.

Dengan adanya tambahan 16 kasus baru ini, maka jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar menjadi 381, dimana 355 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Terpisah Project Manager PT Gaia Mall Bumi Raya City Dedi Riswandi membenarkan bahwa 16 pekerja di tempat mereka dinyatakan positif Covid-19. Pihaknya mengaku terbuka dengan masukan dari pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan agar semua pekerja yang dinyatakan positif diisolasi secara mandiri. Selain itu mereka juga siap untuk menghentikan sementara proyek pembangunan Bumi Raya City Mall selama 10 hari sampai 14 hari ke depan.

Baca Juga :  Satu PDP Kayong Utara Positif Covid 19

“Kami mengikuti keputusan gubernur, kami akan hentikan kurang lebih 10 hari, bisa juga sampai 14 hari. Mereka yang terpapar ini kan kondisinya tanpa gejala, hanya dianjurkan isolasi cukup 10 hari,” terangnya.

Dari pantauan Pontianak Post, Selasa (28/7) sore, aktivitas pengerjaan pembangunan di kawasan tersebut memang sudah dihentikan. Jika biasanya saat sore hari banyak pekerja yang pulang berjalan kaki, kemarin sudah sepi. Hanya terlihat satpam yang berjaga di pos depan pintu masuk pengerjaan proyek tersebut.

Sementara itu, Humas Transmart Kubu Raya Budi Pranoto membantah kabar yang menyatakan bahwa 16 pekerja Transmart dinyatakan positif Covid-19. Karena sebetulnya yang positif adalah pekerja di proyek Bumi Raya City Mall yang berada di belakang gedung Transmart. “Yang pasti untuk masyarakat yang terpapar bukan karyawan Transmart, bukan tenan yang ada, maupun customer, yang kena karyawan proyek Bumi Raya,” katanya.

Meski demikian pihaknya sangat terbuka jika Dinas Kesehatan akan melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di kawasan tesebut. Termasuk juga di dalam gedung Transmart. Untuk itu kemarin pihaknya telah menutup operasional mal selama satu hari khusus untuk kegiatan sterilisasi.

“Kami mungkin tutup satu hari (kemarin) untuk kegiatan bisnis di area store Transmart Kubu Raya. Semua area mau didisinfektan. Kami juga sudah rutin melakukan disinfektan. Selama ini kami juga telah menjalankan protokol kesehatan, seperti pemeriksaan suhu tubuh, (penggunaan) masker dan lain-lain,” paparnya.

Tutup Pelabuhan

Menindaklanjuti arahan Gubernur Kalbar, Kepala Dinas Perhubungan Kalbar Manto kemarin langsung berbicara dengan Kepala KSOP Pontianak agar Pelabuhan Pontianak ditutup sementara. Dengan demikian pelabuhan sudah mulai ditutup untuk penumpang masuk mulai kemarin hingga 14 hari ke depan.

Kemudian pihaknya juga sudah meminta kawasan pelabuhan disterilisasi. “Saya juga sudah arahkan Pelindo II untuk melakukan hal tersebut, serta mensterilkan pelabuhan penumpang dan kapal. Surat resmi dari Kadishub kami layangkan hari ini (kemarin). Pelindo II langsung lakukan penutupan sementara penumpang. Juga sudah langsung dilakukan sterilisasi pelabuhan,” jelasnya. (bar)

16 Pekerja Bangunan Positif Covid-19, Pekerjaan Dihentikan Minimal 10 Hari

PONTIANAK – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengidentifikasi satu kluster baru penularan Covid-19 di provinsi ini. Diketahui ada 16 orang pekerja di proyek pembangunan Bumi Raya City Mall, Kabupaten Kubu Raya yang dinyatakan terkonfirmasi (positif) Covid-19.

Penambahan 16 kasus Covid-19 terbaru ini diumumkan langsung oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji, Selasa (28/7) pagi. Ia mengatakan semuanya merupakan warga luar Kalbar, yakni pekerja bangunan Bumi Raya City Mall yang terletak di kompleks kawasan Mal Transmart, Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya.

“Nah kami telusuri mereka datang  pakai kapal dari Jawa Tengah. Saya minta supaya tidak boleh ada penumpang lewat kapal sampai 14 hari ke depan,” ungkap Sutarmidji, Selasa (28/7).

DITUTUP SEMENTARA: Proyek pembangunan Bumi Raya City Mall di kawasan Mal Transmart, Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya ditutup sementara minimal sampai 10 hari ke depan. Sebanyak 16 pekerja bangunan di proyek ini terkonfirmasi (positif) Covid-19. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Selain itu, ia meminta pihak perusahaan menghentikan sementara poyek pengerjaan bangunan di kawasan tersebut minimal sampai 10 hari ke depan. Jumlah 16 orang itu dinilainya sangat banyak. Karena seharusnya, jika ada satu saja pekerja yang terpapar Covid-19, pengerjaan proyek sudah harus dihentikan.

“Tutup! Tidak boleh ada pekerjaan di situ, harus disterilkan. Dan saya minta pertanggungjawaban dari pelaksana, kami akan teliti kalau ada pemalsuan (surat izin) saya suruh polisi (usut),” tegasnya.

Orang nomor satu di Kalbar itu berharap pihak kepolisian memeriksa dokumen kedatangan seluruh pekerja bangunan di sana. Ia khawatir ada pemalsuan surat izin berpergian terkait Covid-19. Apalagi seluruh pekerja ini memilih datang dengan menggunakan kapal laut. “Karena kita capek-capek jaga (kasus Covid-19) di sini, tahu-tahu pekerja yang masuk malah positif, itukan tidak benar,” ucapnya.

Harusnya, lanjut dia, perusahaan yang memperkerjakan mereka bisa lebih hati-hati. Midji, sapaan akrabnya, mempersilakan siapa saja yang ingin datang ke Kalbar untuk bekerja. Namun dengan syarat, harus dipastikan lebih dulu melalui tes swab RT-PCR, yang bersangkutan tidak positif Covid-19. “Saya yakin itu tidak benar, waktu datang (mungkin) sudah positif, tapi lewat kapal, tidak berani lewat pesawat,” ujarnya.

Midji memastikan bakal menutup sementara pelabuhan agar tidak ada keluar masuk orang dari dan keluar Kalbar menggunakan kapal laut. Selain itu peraturan di bandar udara (bandara) juga akan diperketat. Pemprov akan melaksanakan Rapid Test dadakan terhadap penumpang pesawat rute tertentu. Jika ditemukan ada satu saja penumpang reaktif maka rute penerbangan tersebut bakal ditutup untuk sementara waktu.

Baca Juga :  Promo Super Wow Akomodir Kebutuhan Listrik Rumah Tangga yang Kian Meningkat

“Jadi tidak boleh ada rute itu di Kalbar, saya terserah mau dibilang apa, pokoknya tidak boleh. Kita harus jaga daerah kita,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menambahkan, pekerja dari luar Kalbar ini diperkirakan datang ke Pontianak pada 25 Juni 2020. Hal ini terdeteksi oleh Dinas Kesehatan Kalbar ketika ada beberapa pekerja yang akan pulang ke Jakarta.

“Jadi pada saat (pekerja) akan pulang ke Jakarta di-Rapid Test ternyata rekatif, dilakukan swab dan positif. Untuk itu semua (pekerja) kami lakukan tes swab RT-PCR dapatlah 16 orang ini  kasus konfirmasi baru Covid-19,” katanya.

Jumlah kelompok pekerja proyek pembangunan Bumi Raya City Mall ini menurutnya mencapai sekitar 80 orang. Semuanya telah dites swab RT-PCR pada 20 Juli 2020 lalu dan diketahui hasilnya ada 16 orang yang positif Covid-19. “Jadi yang lain negatif,” terangnya.

Seluruh pekerja yang positif itu semuanya warga Jawa Tengah yang bekerja di Kubu Raya. Khusus untuk kasus ini pihaknya akan melakukan penelusuran ke tempat-tempat yang biasa didatangi para pekerja ini untuk keperluan makan sehari-hari. “Kami lihat di situ ada dua warung tempat makan. Makanya kami minta dinkes kabupaten/kota selalu melaksanakan testing, tracing, tracking dan treatment. Jadi tidak boleh puas dengan (daerah) tidak ada kasus,” pesannya.

Sementara untuk 16 orang pekerja ini akan diisolasi selama 10 hari karena mengalami kasus konfirmasi Covid-19 asimtomatik atau tanpa gejala. Sesuai aturan terbaru dari Kemenkes, setelah 10 hari mereka dinyatakan sembuh dengan sendirinya. Namun khusus di Kalbar sesuai instruksi gubernur menurut Harisson setelah 10 hari mereka hari dites swab RT-PCR lagi. Itu dilakukan untuk memastikan pasien benar-benar bebas dari virus Covid-19.

Dengan adanya tambahan 16 kasus baru ini, maka jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar menjadi 381, dimana 355 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan empat orang meninggal dunia.

Terpisah Project Manager PT Gaia Mall Bumi Raya City Dedi Riswandi membenarkan bahwa 16 pekerja di tempat mereka dinyatakan positif Covid-19. Pihaknya mengaku terbuka dengan masukan dari pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan agar semua pekerja yang dinyatakan positif diisolasi secara mandiri. Selain itu mereka juga siap untuk menghentikan sementara proyek pembangunan Bumi Raya City Mall selama 10 hari sampai 14 hari ke depan.

Baca Juga :  Ketua TP-PKK Kalbar Bagikan Masker Door-to-Door

“Kami mengikuti keputusan gubernur, kami akan hentikan kurang lebih 10 hari, bisa juga sampai 14 hari. Mereka yang terpapar ini kan kondisinya tanpa gejala, hanya dianjurkan isolasi cukup 10 hari,” terangnya.

Dari pantauan Pontianak Post, Selasa (28/7) sore, aktivitas pengerjaan pembangunan di kawasan tersebut memang sudah dihentikan. Jika biasanya saat sore hari banyak pekerja yang pulang berjalan kaki, kemarin sudah sepi. Hanya terlihat satpam yang berjaga di pos depan pintu masuk pengerjaan proyek tersebut.

Sementara itu, Humas Transmart Kubu Raya Budi Pranoto membantah kabar yang menyatakan bahwa 16 pekerja Transmart dinyatakan positif Covid-19. Karena sebetulnya yang positif adalah pekerja di proyek Bumi Raya City Mall yang berada di belakang gedung Transmart. “Yang pasti untuk masyarakat yang terpapar bukan karyawan Transmart, bukan tenan yang ada, maupun customer, yang kena karyawan proyek Bumi Raya,” katanya.

Meski demikian pihaknya sangat terbuka jika Dinas Kesehatan akan melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di kawasan tesebut. Termasuk juga di dalam gedung Transmart. Untuk itu kemarin pihaknya telah menutup operasional mal selama satu hari khusus untuk kegiatan sterilisasi.

“Kami mungkin tutup satu hari (kemarin) untuk kegiatan bisnis di area store Transmart Kubu Raya. Semua area mau didisinfektan. Kami juga sudah rutin melakukan disinfektan. Selama ini kami juga telah menjalankan protokol kesehatan, seperti pemeriksaan suhu tubuh, (penggunaan) masker dan lain-lain,” paparnya.

Tutup Pelabuhan

Menindaklanjuti arahan Gubernur Kalbar, Kepala Dinas Perhubungan Kalbar Manto kemarin langsung berbicara dengan Kepala KSOP Pontianak agar Pelabuhan Pontianak ditutup sementara. Dengan demikian pelabuhan sudah mulai ditutup untuk penumpang masuk mulai kemarin hingga 14 hari ke depan.

Kemudian pihaknya juga sudah meminta kawasan pelabuhan disterilisasi. “Saya juga sudah arahkan Pelindo II untuk melakukan hal tersebut, serta mensterilkan pelabuhan penumpang dan kapal. Surat resmi dari Kadishub kami layangkan hari ini (kemarin). Pelindo II langsung lakukan penutupan sementara penumpang. Juga sudah langsung dilakukan sterilisasi pelabuhan,” jelasnya. (bar)

Most Read

Gelar Wayang Climen

City Punya Kekuatan Kontrak Messi

Puasa Tanpa Nilai

Artikel Terbaru

/