alexametrics
28 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Kasus Suap Panwascam dan PPK Sungai Raya, Polisi: Tiga orang Bakal Tersangka

PONTIANAK – Pelaksanaan pemilihan umum pada April 2019 lalu, masih meninggalkan catatan. Salah satunya adalah dugaan suap yang dilakukan oleh seorang calon anggota legilstaif kepada ketua panitia pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) dan panitia pemungutan suara kecamatan (PPK), Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Penyuapan itu diduga dilakukan untuk pengalihan perolehan suara dari calon legislatif tertentu, yang berusaha memperoleh suara agar lolos sebagai anggota dewan. Kasus itu pun sampai dengan saat ini masih terus ditangani pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rully Robinson Pulli mengatakan, pihaknya terus melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan suap oknum calon legislatif kepada oknum Panwascam dan PPK Sungai Raya, berinisial BS dan MM.

Baca Juga :  Satarudin ; Rasanya Seperti Digigit Semut, Orang Pertama Pontianak di Vaksin

Rully menjelaskan, pihaknya sudah meminta keterangan ahli, untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP). “Saksi-saksi, alat bukti sudah kami kumpulkan. Minggu ini akan dilakukan gelar perkara,” kata Rully, Kamis (28/11).

Rully menerangkan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, jajarannya, ada tiga orang yang rencananya akan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah pemberi uang dan dua ketua Panwascam dan ketua PPK Sungai Raya, sebagai penerima uang, yakni BS dan MM.

“Untuk barang buktinya uang tunai kurang lebih sebesar Rp100 juta,” ucapnya.

Rully menegaskan, terhadap ketiga calon tersangka itu, akan dikenakan pasal 5 ayat 1 Undang undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah berdasarkan Undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, diancam dengan pidana paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. (adg)

Baca Juga :  KPU Sekadau Siap Hitung Suara Ulang

PONTIANAK – Pelaksanaan pemilihan umum pada April 2019 lalu, masih meninggalkan catatan. Salah satunya adalah dugaan suap yang dilakukan oleh seorang calon anggota legilstaif kepada ketua panitia pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) dan panitia pemungutan suara kecamatan (PPK), Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Penyuapan itu diduga dilakukan untuk pengalihan perolehan suara dari calon legislatif tertentu, yang berusaha memperoleh suara agar lolos sebagai anggota dewan. Kasus itu pun sampai dengan saat ini masih terus ditangani pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rully Robinson Pulli mengatakan, pihaknya terus melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan suap oknum calon legislatif kepada oknum Panwascam dan PPK Sungai Raya, berinisial BS dan MM.

Baca Juga :  Bentuk Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan

Rully menjelaskan, pihaknya sudah meminta keterangan ahli, untuk melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP). “Saksi-saksi, alat bukti sudah kami kumpulkan. Minggu ini akan dilakukan gelar perkara,” kata Rully, Kamis (28/11).

Rully menerangkan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, jajarannya, ada tiga orang yang rencananya akan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah pemberi uang dan dua ketua Panwascam dan ketua PPK Sungai Raya, sebagai penerima uang, yakni BS dan MM.

“Untuk barang buktinya uang tunai kurang lebih sebesar Rp100 juta,” ucapnya.

Rully menegaskan, terhadap ketiga calon tersangka itu, akan dikenakan pasal 5 ayat 1 Undang undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah berdasarkan Undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, diancam dengan pidana paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. (adg)

Baca Juga :  KPU Launching Pemilu Serentak

Most Read

Artikel Terbaru

/