alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Tertipu Bisnis Tepung Kratom

Aksi Penipuan

* Sabtu, 20 Juli 2019, Har berkenalan dengan korban. Har membujuk korban untuk menawarkan bisnis tepung kratom dengan keuntungan yang besar.

* Korban yang percaya, lalu membeli tepung kratom sebanyak 1,5 ton dengan harga Rp60 juta.

* Senin, 5 Agustus 2019, korban menyerahkan uang Rp1,9 juta untuk menghadirkan sampel tepung kratom. Namun sampel tersebut tidak pernah ada.

* Selasa, 6 Agustus 2019, korban kembali menyerahkan uang sebesar Rp150 juta untuk pembelian lima ton tepung kratom.

* Barang tak kunjung ada. Saat diminta kembalikan uang, pelaku selalu mengelak.

* Korban merasa tertipu dan dirugikan sebesar Rp200 juta.

* Minggu, 24 November 2019, korban melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan itu kepada polisi.

* Dari hasil penyelidikan dan barang bukti berupa kuitansi, dilakukan penangkapan terhadap Har di Jalan Gusti Situt Machmud, di depan Polsek Pontianak Utara.

* Pelaku mengakui perbuatannya telah menipu korban.

* Pelaku akan dikenakan pasal 378 subsider 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara empat tahun.

PONTIANAK – Polisi menangkap Ard alias Har yang diduga melakukan penipuan dan pengelapan. Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Pulli membenarkan peristiwa tersebut.

Pada Sabtu, 20 Juli 2019, Har berkenalan dengan korban. Har membujuk korban untuk menawarkan bisnis tepung kratom dengan keuntungan yang besar. Korban yang percaya, lalu membeli tepung kratom sebanyak 1,5 ton dengan harga Rp60 juta.

Baca Juga :  Kratom dan Tumbuhan Tropis Lain Miliki Senyawa Tangkal Corona

Pada Senin, 5 Agustus 2019, korban menyerahkan uang Rp1,9 juta untuk menghadirkan sampel tepung kratom. Namun sampel tersebut tidak pernah ada. Kemudian pada Selasa, 6 Agustus 2019, korban kembali menyerahkan uang sebesar Rp150 juta untuk pembelian lima ton tepung kratom.

“Setelah uang diserahkan barang yang dipesan tidak juga ada.  Saat diminta kembalikan uang, pelaku selalu mengelak dengan berbagai alasan. Korban merasa tertipu dan dirugikan sebesar Rp200 juta,” ungkapnya.

Pada Minggu, 24 November 2019, korban melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan itu kepada polisi. Dari hasil penyelidikan dan barang bukti berupa kuitansi, dilakukan penangkapan terhadap Har di Jalan Gusti Situt Machmud, di depan Polsek Pontianak Utara.

“Pada saat diinterograsi pelaku mengakui perbuatannya telah menipu korban,” ucap Rully.

Rully menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 378 subsider 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara empat tahun.

Sementara itu, Lukman (19), warga Jalan Dharma Putra ditangkap polisi karena telah melakukan pencurian 37 botol minuman di lemari es milik pedagang Gang Teluk Melanau.

Rully mengatakan, pada Sabtu 23 November 2019 sekitar pukul 05.00, pelaku datang ke warung korban di Gang Teluk Melanau, Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara.

Baca Juga :  PHRI Fasilitasi 2000 Pekerja untuk Divaksin

Rully menerangkan, di depan warung terdapat lemari es minuman milik dagangan korban. Oleh pelaku, sebanyak 37 botol minuman diambil, sehingga menyebabkan korban mengalami kerugian sebesar Rp250 ribu.

Namun, lanjut Rully, aksi pelaku saat itu diketahui oleh petugas penjaga malam dan warga sekitar. Pelaku ditangkap dengan barang bukti botol minuman curian. Oleh warga, yang bersangkutan diserahkan ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Terhadap pelaku akan dikenakan pasal 364 KUHP dipidana penjara paling lama tiga bulan,” kata Rully.

Di tempat berbeda, Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Satriadi mengatakan, telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian yang terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Tenggara, Rabu, 20 November 2019.

Anton menuturkan, saat itu korban sedang tertidur di kamar. Pelaku, Ak masuk, lalu mengambil telepon genggam yang tersimpan di dalam lemari. “Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp5,5 juta,’ kata Anton.

Dari hasil penyelidikan, Anton menambahkan, pelaku diketahui berada di Jalan Putri Dara Hitam.  Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan dengan barang bukti satu unit telepon genggam hasil kejahatan.

“Pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun,” pungkasnya. (adg)

Aksi Penipuan

* Sabtu, 20 Juli 2019, Har berkenalan dengan korban. Har membujuk korban untuk menawarkan bisnis tepung kratom dengan keuntungan yang besar.

* Korban yang percaya, lalu membeli tepung kratom sebanyak 1,5 ton dengan harga Rp60 juta.

* Senin, 5 Agustus 2019, korban menyerahkan uang Rp1,9 juta untuk menghadirkan sampel tepung kratom. Namun sampel tersebut tidak pernah ada.

* Selasa, 6 Agustus 2019, korban kembali menyerahkan uang sebesar Rp150 juta untuk pembelian lima ton tepung kratom.

* Barang tak kunjung ada. Saat diminta kembalikan uang, pelaku selalu mengelak.

* Korban merasa tertipu dan dirugikan sebesar Rp200 juta.

* Minggu, 24 November 2019, korban melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan itu kepada polisi.

* Dari hasil penyelidikan dan barang bukti berupa kuitansi, dilakukan penangkapan terhadap Har di Jalan Gusti Situt Machmud, di depan Polsek Pontianak Utara.

* Pelaku mengakui perbuatannya telah menipu korban.

* Pelaku akan dikenakan pasal 378 subsider 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara empat tahun.

PONTIANAK – Polisi menangkap Ard alias Har yang diduga melakukan penipuan dan pengelapan. Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Pulli membenarkan peristiwa tersebut.

Pada Sabtu, 20 Juli 2019, Har berkenalan dengan korban. Har membujuk korban untuk menawarkan bisnis tepung kratom dengan keuntungan yang besar. Korban yang percaya, lalu membeli tepung kratom sebanyak 1,5 ton dengan harga Rp60 juta.

Baca Juga :  PDHI Tanggapi Maraknya Aksi Dokter Hewan Gadungan

Pada Senin, 5 Agustus 2019, korban menyerahkan uang Rp1,9 juta untuk menghadirkan sampel tepung kratom. Namun sampel tersebut tidak pernah ada. Kemudian pada Selasa, 6 Agustus 2019, korban kembali menyerahkan uang sebesar Rp150 juta untuk pembelian lima ton tepung kratom.

“Setelah uang diserahkan barang yang dipesan tidak juga ada.  Saat diminta kembalikan uang, pelaku selalu mengelak dengan berbagai alasan. Korban merasa tertipu dan dirugikan sebesar Rp200 juta,” ungkapnya.

Pada Minggu, 24 November 2019, korban melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan itu kepada polisi. Dari hasil penyelidikan dan barang bukti berupa kuitansi, dilakukan penangkapan terhadap Har di Jalan Gusti Situt Machmud, di depan Polsek Pontianak Utara.

“Pada saat diinterograsi pelaku mengakui perbuatannya telah menipu korban,” ucap Rully.

Rully menegaskan, terhadap pelaku akan dikenakan pasal 378 subsider 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara empat tahun.

Sementara itu, Lukman (19), warga Jalan Dharma Putra ditangkap polisi karena telah melakukan pencurian 37 botol minuman di lemari es milik pedagang Gang Teluk Melanau.

Rully mengatakan, pada Sabtu 23 November 2019 sekitar pukul 05.00, pelaku datang ke warung korban di Gang Teluk Melanau, Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara.

Baca Juga :  Seorang Nenek Bantu Ibu Muda Melahirkan di Warung Pinggir Jalan Imam Bonjol

Rully menerangkan, di depan warung terdapat lemari es minuman milik dagangan korban. Oleh pelaku, sebanyak 37 botol minuman diambil, sehingga menyebabkan korban mengalami kerugian sebesar Rp250 ribu.

Namun, lanjut Rully, aksi pelaku saat itu diketahui oleh petugas penjaga malam dan warga sekitar. Pelaku ditangkap dengan barang bukti botol minuman curian. Oleh warga, yang bersangkutan diserahkan ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Terhadap pelaku akan dikenakan pasal 364 KUHP dipidana penjara paling lama tiga bulan,” kata Rully.

Di tempat berbeda, Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Satriadi mengatakan, telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian yang terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak Tenggara, Rabu, 20 November 2019.

Anton menuturkan, saat itu korban sedang tertidur di kamar. Pelaku, Ak masuk, lalu mengambil telepon genggam yang tersimpan di dalam lemari. “Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp5,5 juta,’ kata Anton.

Dari hasil penyelidikan, Anton menambahkan, pelaku diketahui berada di Jalan Putri Dara Hitam.  Pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan dengan barang bukti satu unit telepon genggam hasil kejahatan.

“Pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun,” pungkasnya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/