alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Teguran Berujung Maut

Keributan di Kafe Mama

  • Rabu, 29 Januari 2020 sekitar pukul 11.00, korban, Arsyad dan adiknya, Asri mengunjungi Kafe Mama di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara.
  • Sekitar pukul 11.40, pelaku, Rw yang ada di tempat kejadian membuat keributan dengan menendang meja.
  • Arsyad menegur pelaku. Rw tidak terima dengan teguran kemudian menyerang korban dengan sebilah pisau. Arsyad alami luka sayat di siku kiri.
  • Melihat kejadian itu, Asri berusaha membantu abangnya.
  • Pelaku terus menyerang hingga menyebabkan Asri tertusuk di bawah dada kanan, mengalami luka sabetan di perut kanan dan luka sayatan di siku kiri.
  • Akibat penusukan itu, Asri langsung tergeletak di tempat kejadian. Sementara pelaku berhasil ditangkap warga.
  • Kedua korban dilarikan ke rumah sakit Yarsi. Pertolongan tidak dapat menyelamatkan nyawa Asri. Asri dinyatakan meninggal.
  • Pelaku dibawa ke rumah sakit Anton Soedjarwo untuk dirawat akibat menderita luka.
  • Polisi pastikan proses hukum terhadap pelaku. Pelaku akan dikenakan pasal 351 dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun.
  • Polisi imbau pihak terkait menahan diri.

PONTIANAK – Dua pengunjung Kafe Mama di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara jadi korban penusukan. Korban, Arsyad mengalami luka sayat di siku kiri, sementara korban, Asri meninggal dunia akibat luka tusuk di dada kanan, luka sabetan di perut kanan, serta luka sabetan di siku kiri.

Baca Juga :  Serapan Anggaran PU Tinggi Dibanding OPD Lain

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 11.40 pada Rabu, 29 Januari 2020. Kedua korban saat itu sedang mengunjungi kafe Mama. Di tempat yang sama, pelaku, RW mengamuk sambil menendang-nendang meja. Oleh korban, Arsyad tindakan pelaku tersebut dilerai.

Namun nahas, tindakan korban untuk menenangkan pelaku dibalas dengan tindakan penyerangan. Pelaku menyerang korban dengan sebilah pisau, hingga menyebabkan korban, Arsyad alami luka sayatan di siku kiri.

Melihat kejadian itu, adik korban, Asri tergerak hendak membantu abangnya. Namun, tindakan pelaku semakin membabi buta. Pelaku menyerang Asri, hingga sebabkan korban mengalami luka tusuk di bawah dada sebelah kanan. Luka sabetan di perut kiri dan luka sayatan di siku kiri.

Akibat penusukan itu, Asri langsung terkapar di tempat kejadian dengan darah yang terus mengalir. Oleh warga, pelaku langsung diamankan. Sementara dua korban, langsung dilarikan ke rumah sakit Yarsi di Jalan Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur.

Kapolresta Pontianak, Kombes Komarudin dan Dandim 1207/BS, Letkol Arm Stefie Jantje Nuhujanan langsung menjenguk korban, Arsyad di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RS Yarsi. Setelah memastikan korban selamat mendapat perawatan, Kapolresta Pontianak dan Dandim 1207/BS bergerak menuju ruang jenazah.

Baca Juga :  Zar'in ; Patuhi Aturan Pemerintah Dalam Penanganan Covid-19

Di ruang jenazah, Asri menjalani visum. Sementara di luar ruangan, tampak ramai keluarga korban yang menunggu.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin mengatakan, penyerangan tersebut dilakukan pelaku RW terhadap kedua korban, karena tidak terima ditegur. “Kedua korban ini ada di Kafe Mama termasuk pelaku. Tiba-tiba pelaku buat keributan, menendang meja,” kata Komarudin.

Komarudin menjelaskan, korban menegur pelaku agar tidak melakukan keributan. Teguran itu membuat pelaku tersinggung. Pelaku menyerang korban dengan sebilah pisau yang sudah disiapkan.

“Tangan kanan pisau, tangan kiri sarung. Korban diserang dengan pisau hingga luka di siku. Melihat kejadian itu, adik korban berusaha membantu abangnya,” tuturnya.

Saat Asri membantu abangnya, lanjut Komarudin, pelaku kembali menyerang hingga menyebabkan korban kedua tertusuk di bawah dada kanan, mengalami luka sabetan di perut kanan dan luka sayatan di siku kiri.

Komarudin menerangkan, akibat penyerangan itu, Asri dinyatakan meninggal. Sementara Rw, telah diamankan dan dibawa ke rumah sakit Anton Soedjarwo untuk dirawat karena mengalami luka-luka.

“Terhadap pelaku akan dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun,” tegasnya.

Komarudin mengimbau, kepada masing-masing pihak untuk menahan diri. Percayakan kepada pihak kepolisian untuk menangani kasus tersebut. (adg)

Keributan di Kafe Mama

  • Rabu, 29 Januari 2020 sekitar pukul 11.00, korban, Arsyad dan adiknya, Asri mengunjungi Kafe Mama di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara.
  • Sekitar pukul 11.40, pelaku, Rw yang ada di tempat kejadian membuat keributan dengan menendang meja.
  • Arsyad menegur pelaku. Rw tidak terima dengan teguran kemudian menyerang korban dengan sebilah pisau. Arsyad alami luka sayat di siku kiri.
  • Melihat kejadian itu, Asri berusaha membantu abangnya.
  • Pelaku terus menyerang hingga menyebabkan Asri tertusuk di bawah dada kanan, mengalami luka sabetan di perut kanan dan luka sayatan di siku kiri.
  • Akibat penusukan itu, Asri langsung tergeletak di tempat kejadian. Sementara pelaku berhasil ditangkap warga.
  • Kedua korban dilarikan ke rumah sakit Yarsi. Pertolongan tidak dapat menyelamatkan nyawa Asri. Asri dinyatakan meninggal.
  • Pelaku dibawa ke rumah sakit Anton Soedjarwo untuk dirawat akibat menderita luka.
  • Polisi pastikan proses hukum terhadap pelaku. Pelaku akan dikenakan pasal 351 dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun.
  • Polisi imbau pihak terkait menahan diri.

PONTIANAK – Dua pengunjung Kafe Mama di Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara jadi korban penusukan. Korban, Arsyad mengalami luka sayat di siku kiri, sementara korban, Asri meninggal dunia akibat luka tusuk di dada kanan, luka sabetan di perut kanan, serta luka sabetan di siku kiri.

Baca Juga :  Lampion, Simbol Budaya Dalam Tradisi Imlek

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 11.40 pada Rabu, 29 Januari 2020. Kedua korban saat itu sedang mengunjungi kafe Mama. Di tempat yang sama, pelaku, RW mengamuk sambil menendang-nendang meja. Oleh korban, Arsyad tindakan pelaku tersebut dilerai.

Namun nahas, tindakan korban untuk menenangkan pelaku dibalas dengan tindakan penyerangan. Pelaku menyerang korban dengan sebilah pisau, hingga menyebabkan korban, Arsyad alami luka sayatan di siku kiri.

Melihat kejadian itu, adik korban, Asri tergerak hendak membantu abangnya. Namun, tindakan pelaku semakin membabi buta. Pelaku menyerang Asri, hingga sebabkan korban mengalami luka tusuk di bawah dada sebelah kanan. Luka sabetan di perut kiri dan luka sayatan di siku kiri.

Akibat penusukan itu, Asri langsung terkapar di tempat kejadian dengan darah yang terus mengalir. Oleh warga, pelaku langsung diamankan. Sementara dua korban, langsung dilarikan ke rumah sakit Yarsi di Jalan Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur.

Kapolresta Pontianak, Kombes Komarudin dan Dandim 1207/BS, Letkol Arm Stefie Jantje Nuhujanan langsung menjenguk korban, Arsyad di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RS Yarsi. Setelah memastikan korban selamat mendapat perawatan, Kapolresta Pontianak dan Dandim 1207/BS bergerak menuju ruang jenazah.

Baca Juga :  22 Perawat di Kalbar Jalani Isolasi Mandiri

Di ruang jenazah, Asri menjalani visum. Sementara di luar ruangan, tampak ramai keluarga korban yang menunggu.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin mengatakan, penyerangan tersebut dilakukan pelaku RW terhadap kedua korban, karena tidak terima ditegur. “Kedua korban ini ada di Kafe Mama termasuk pelaku. Tiba-tiba pelaku buat keributan, menendang meja,” kata Komarudin.

Komarudin menjelaskan, korban menegur pelaku agar tidak melakukan keributan. Teguran itu membuat pelaku tersinggung. Pelaku menyerang korban dengan sebilah pisau yang sudah disiapkan.

“Tangan kanan pisau, tangan kiri sarung. Korban diserang dengan pisau hingga luka di siku. Melihat kejadian itu, adik korban berusaha membantu abangnya,” tuturnya.

Saat Asri membantu abangnya, lanjut Komarudin, pelaku kembali menyerang hingga menyebabkan korban kedua tertusuk di bawah dada kanan, mengalami luka sabetan di perut kanan dan luka sayatan di siku kiri.

Komarudin menerangkan, akibat penyerangan itu, Asri dinyatakan meninggal. Sementara Rw, telah diamankan dan dibawa ke rumah sakit Anton Soedjarwo untuk dirawat karena mengalami luka-luka.

“Terhadap pelaku akan dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun,” tegasnya.

Komarudin mengimbau, kepada masing-masing pihak untuk menahan diri. Percayakan kepada pihak kepolisian untuk menangani kasus tersebut. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/