alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Imbas Kasus Asabri Pontianak Terancam Tambah Pengangguran

PONTIANAK – Dua aset Matahari Mall dan Hotel Maestro milik Benny Tjokrosaputro telah disita Kejaksaan Agung, akibat kasus korupsi Asabri. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono khawatir, jika penyitaan itu akan berbuntut panjang dengan penghentian pengoperasian dua usaha tersebut.

“Saya berharap, dua aset yaitu Matahari Mall dan Hotel Maestro yang ikut terseret dalam kasus Asabri, tidak lantas ditutup pengoperasiannya. Jika operasional usaha tersebut ditutup, akan muncul persoalan sosial baru,” ujar Edi, Senin (29/3).

Persoalan utamanya pasti angka penangguran meningkat. Sebelumnya, jelas Edi telah terjadi peningkkatan angka pengangguran disaat pandemi covid 19. Dari yang awalnya 9,2 persen, kini meningkat menjadi 12,3 persen.  Lantas, apabila dua usaha ini ditutup pengoperasiannya. Persoalan baru bakal dihadapi Pemkot Pontianak.

Baca Juga :  Kapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19?

Dijelaskan Edi, dari Data Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, di dua usaha itu total terdapat 214 tenaga kerja. Rinciannya, 80 pekerja di Hotel Maestro dan 134 pekerja di Matahari Mall. “Kita berharap operasional dua usaha ini tidak sampai ditutup. Karena dua usaha ini juga menyumbang pajak bagi pemerintah,” ujarnya.

Ditanya sumbangan pajak dua usaha tersebut ke kas daerah, untuk detailnya Edi belum mengetahui tepat. Namun data rinci ada di Badan Keuangan Daerah Pontianak.

Soal proses hukum, Edi mendorong pihak berwenang untuk menjalankan sesuai tupoksi. Tetapi harapannya, operasioanl dua usaha ini tidak ditutup. Karena jika dilakukan penutupan akan menambah berat beban. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat sekarang.

Baca Juga :  Vaksin Gotong Royong Untuk Seluruh Masyarakat

Belum lagi dampak ikutan lainnya, mulai dari pajak hingga parkir. Ada banyak masyarakat yang telah menggantungkan hidup mereka di dekat lokasi usaha ini.(iza)

PONTIANAK – Dua aset Matahari Mall dan Hotel Maestro milik Benny Tjokrosaputro telah disita Kejaksaan Agung, akibat kasus korupsi Asabri. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono khawatir, jika penyitaan itu akan berbuntut panjang dengan penghentian pengoperasian dua usaha tersebut.

“Saya berharap, dua aset yaitu Matahari Mall dan Hotel Maestro yang ikut terseret dalam kasus Asabri, tidak lantas ditutup pengoperasiannya. Jika operasional usaha tersebut ditutup, akan muncul persoalan sosial baru,” ujar Edi, Senin (29/3).

Persoalan utamanya pasti angka penangguran meningkat. Sebelumnya, jelas Edi telah terjadi peningkkatan angka pengangguran disaat pandemi covid 19. Dari yang awalnya 9,2 persen, kini meningkat menjadi 12,3 persen.  Lantas, apabila dua usaha ini ditutup pengoperasiannya. Persoalan baru bakal dihadapi Pemkot Pontianak.

Baca Juga :  Tidak Ada Atraksi Imlek dan CGM di Pontianak

Dijelaskan Edi, dari Data Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, di dua usaha itu total terdapat 214 tenaga kerja. Rinciannya, 80 pekerja di Hotel Maestro dan 134 pekerja di Matahari Mall. “Kita berharap operasional dua usaha ini tidak sampai ditutup. Karena dua usaha ini juga menyumbang pajak bagi pemerintah,” ujarnya.

Ditanya sumbangan pajak dua usaha tersebut ke kas daerah, untuk detailnya Edi belum mengetahui tepat. Namun data rinci ada di Badan Keuangan Daerah Pontianak.

Soal proses hukum, Edi mendorong pihak berwenang untuk menjalankan sesuai tupoksi. Tetapi harapannya, operasioanl dua usaha ini tidak ditutup. Karena jika dilakukan penutupan akan menambah berat beban. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat sekarang.

Baca Juga :  Hati-Hati, Potensi Hujan Lebat dalam Sepekan di Kawasan Khatulistiwa

Belum lagi dampak ikutan lainnya, mulai dari pajak hingga parkir. Ada banyak masyarakat yang telah menggantungkan hidup mereka di dekat lokasi usaha ini.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/