alexametrics
26.7 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Midji Minta Pemda Tegas

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meminta pemerintah daerah (Pemda) kabupaten/kota bertindak tegas dan semakin ketat dalam melakukan razia protokol kesehatan (prokes) terkait Covid-19. Selain itu pelaksanaan tracing dan testing juga diharapkan terus dioptimalkan. “Ambil saja sample swab (tes usap) sebanyaknya dan kirim ke provinsi,” katanya kepada awak media, Kamis (29/4).

Selain itu ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota membentuk Satgas penanganan Covid-19 hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Masyarakat menurutnya harus dipaksa dan diberi pemahaman tentang arti penting menggunakan masker dan menjaga jarak. Mengingat masih dalam momen bulan ramadan, para pengurus masjid juga diharapkan tidak abai terutama untuk mengingatkan jemaah agar menggunakan masker dan menjaga jarak. “Kalau saja ini bisa dilakukan selama dua hingga tiga minggu, Insya Allah Covid-19 di Kalbar akan kembali landai dan korban jiwa bisa dihindari,” harapnya.

Baca Juga :  Meninggal Disengat Tawon

Kondisi saat ini Midji sapaan akrabnya menyebutkan dalam satu bulan terakhir angka kematian karena Covid-19 di Kalbar meningkat tajam. Peningkatan terjadi lebih dari 100 persen, terutama di Kabupaten Sintang dan Sanggau. “Mari gunakan masker di manapun berada,” pungkasnya.  Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menyampaikan soal perubahan keempat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 110 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Serta Surat Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Kalbar tanggal 28 April 2021, tentang tes PCR dan Rapid Tes Antigen pada masa PPKM mikro pada santri dan pelajar.

Harisson menjelaskan pelaku perjalanan dalam negeri yang akan memasuki wilayah Kalbar dengan menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan surat Negatif RT-PCR, dengan masa berlaku surat tiga kali 24 jam sejak dilakukannya pengambilan sampel. Kebijakan tersebut berlaku sejak 28 April sampai dengan pemberitahuan ketentuan lebih lanjut. “Ketentuan ini (wajib PCR, maksimal tiga kali 24 jam) berlaku juga bagi santri dan pelajar,” tutupnya.(bar)

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meminta pemerintah daerah (Pemda) kabupaten/kota bertindak tegas dan semakin ketat dalam melakukan razia protokol kesehatan (prokes) terkait Covid-19. Selain itu pelaksanaan tracing dan testing juga diharapkan terus dioptimalkan. “Ambil saja sample swab (tes usap) sebanyaknya dan kirim ke provinsi,” katanya kepada awak media, Kamis (29/4).

Selain itu ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota membentuk Satgas penanganan Covid-19 hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT). Masyarakat menurutnya harus dipaksa dan diberi pemahaman tentang arti penting menggunakan masker dan menjaga jarak. Mengingat masih dalam momen bulan ramadan, para pengurus masjid juga diharapkan tidak abai terutama untuk mengingatkan jemaah agar menggunakan masker dan menjaga jarak. “Kalau saja ini bisa dilakukan selama dua hingga tiga minggu, Insya Allah Covid-19 di Kalbar akan kembali landai dan korban jiwa bisa dihindari,” harapnya.

Baca Juga :  Investigasi Dugaan Keterlibatan Oknum TNI dalam Kasus Perambahan Hutan

Kondisi saat ini Midji sapaan akrabnya menyebutkan dalam satu bulan terakhir angka kematian karena Covid-19 di Kalbar meningkat tajam. Peningkatan terjadi lebih dari 100 persen, terutama di Kabupaten Sintang dan Sanggau. “Mari gunakan masker di manapun berada,” pungkasnya.  Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menyampaikan soal perubahan keempat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 110 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Serta Surat Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Kalbar tanggal 28 April 2021, tentang tes PCR dan Rapid Tes Antigen pada masa PPKM mikro pada santri dan pelajar.

Harisson menjelaskan pelaku perjalanan dalam negeri yang akan memasuki wilayah Kalbar dengan menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan surat Negatif RT-PCR, dengan masa berlaku surat tiga kali 24 jam sejak dilakukannya pengambilan sampel. Kebijakan tersebut berlaku sejak 28 April sampai dengan pemberitahuan ketentuan lebih lanjut. “Ketentuan ini (wajib PCR, maksimal tiga kali 24 jam) berlaku juga bagi santri dan pelajar,” tutupnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/