alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Napi Diusulkan Peroleh Remisi

Sebanyak 207 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2A Pontianak diusulkan untuk mendapatkan remisi khusus Idul Fitri 2021. Kepala Rutan Kelas 2A Pontianak, Sumaryo, mengatakan, remisi merupakan hak dari warga binaan. Namun untuk mendapatkannya ada syarat yang harus dipenuhi, yakni administrasi dan subtansi.

Dia menerangkan, syarat administrasi yang dimaksud adalah warga binaan, ekstra vonis dan ekseskusi dari kejaksaan sudah turun. Sudah menjalani masa hukuman selama enam bulan dan masuk dalam catatan pelanggaran.

Sementara syarat subtansi, lanjut Sumaryo, yakni warga binaan harus mengisi kegiatan yang dilaksanakan di rumah tahanan, seperti pembinaan keagamaan, pengembangan keterampilan atau kegiatan lainnya. “Ketika dua syarat itu dipenuhi oleh warga binaan, maka mereka berhak mendapatkan remisi,” kata Sumaryo.

Baca Juga :  Pegawai Kejaksaan Tinggi┬áJalani Tes Urin

Sumaryo menjelaskan, dari 207 warga binaan yang diusulkan untuk mendapatkan remisi khusus idul fitri, 205 diantaranya diusulkan pada kategori remisi khusus satu, sementara dua warga binaan lainnya diusulkan mendapatkan remisi khusus dua.

“Remisi khusus dua ini, ketika mereka mendapatkan surat keputusan, saat itu juga langsung dibebaskan. Sementara remisi khusus satu hanya pemosongan masa pidana,” jelas Sumaryo.

Sumaryo menuturkan, dari 205 warga binaan yang diusulkan mendapatkan remisi khusus satu, 16 orang diantaranya dengan perkara pidana korupsi dan narkotika sementara 191 orang lainnya perkara pidana umum.

“Untuk remisi satu ini, potongan masa pidananya bervariasi. Ada yang 15 hari, satu bulan ada juga yang dua bulan,” tuturnya.

Baca Juga :  Jangan Lindungi Korporasi

Sumaryo menyatakan, ke 207 warga binaan tersebut saat ini, datanya telah diusulkan untuk mendapatkan remisi. Tentunya harapannya, bagi warga binaan yang mendapatkan remisi bebas, mereka dapat kembali ke masyarakat dan beradaptasi dengan baik.

Terpenting, dia menambahkan, kepada warga binaan yang mendapatkan remisi bebas, agar tidak mengulangi perbuatannya kembali. Dan kepada masyarakat, agar dapat merangkul mantan warga binaan. “Warga binaan ini juga manusia. Mereka butuh bimbingan. Jangan dikucilkan. Masyarakat harus menerima kehadirannya, sehingga mereka bisa bermanfaat,” pungkasnya. (adg)

Sebanyak 207 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2A Pontianak diusulkan untuk mendapatkan remisi khusus Idul Fitri 2021. Kepala Rutan Kelas 2A Pontianak, Sumaryo, mengatakan, remisi merupakan hak dari warga binaan. Namun untuk mendapatkannya ada syarat yang harus dipenuhi, yakni administrasi dan subtansi.

Dia menerangkan, syarat administrasi yang dimaksud adalah warga binaan, ekstra vonis dan ekseskusi dari kejaksaan sudah turun. Sudah menjalani masa hukuman selama enam bulan dan masuk dalam catatan pelanggaran.

Sementara syarat subtansi, lanjut Sumaryo, yakni warga binaan harus mengisi kegiatan yang dilaksanakan di rumah tahanan, seperti pembinaan keagamaan, pengembangan keterampilan atau kegiatan lainnya. “Ketika dua syarat itu dipenuhi oleh warga binaan, maka mereka berhak mendapatkan remisi,” kata Sumaryo.

Baca Juga :  Pontianak Level 3, Mall Kembali Beroperasi

Sumaryo menjelaskan, dari 207 warga binaan yang diusulkan untuk mendapatkan remisi khusus idul fitri, 205 diantaranya diusulkan pada kategori remisi khusus satu, sementara dua warga binaan lainnya diusulkan mendapatkan remisi khusus dua.

“Remisi khusus dua ini, ketika mereka mendapatkan surat keputusan, saat itu juga langsung dibebaskan. Sementara remisi khusus satu hanya pemosongan masa pidana,” jelas Sumaryo.

Sumaryo menuturkan, dari 205 warga binaan yang diusulkan mendapatkan remisi khusus satu, 16 orang diantaranya dengan perkara pidana korupsi dan narkotika sementara 191 orang lainnya perkara pidana umum.

“Untuk remisi satu ini, potongan masa pidananya bervariasi. Ada yang 15 hari, satu bulan ada juga yang dua bulan,” tuturnya.

Baca Juga :  Jangan Lindungi Korporasi

Sumaryo menyatakan, ke 207 warga binaan tersebut saat ini, datanya telah diusulkan untuk mendapatkan remisi. Tentunya harapannya, bagi warga binaan yang mendapatkan remisi bebas, mereka dapat kembali ke masyarakat dan beradaptasi dengan baik.

Terpenting, dia menambahkan, kepada warga binaan yang mendapatkan remisi bebas, agar tidak mengulangi perbuatannya kembali. Dan kepada masyarakat, agar dapat merangkul mantan warga binaan. “Warga binaan ini juga manusia. Mereka butuh bimbingan. Jangan dikucilkan. Masyarakat harus menerima kehadirannya, sehingga mereka bisa bermanfaat,” pungkasnya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/