alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 15, 2022

Bapak Tega Bacok Anak

PONTIANAK – Polisi meringkus sejumlah pelaku penganiayaan yang terjadi pada tiga tempat berbeda. Sementara sembilan pelaku lainnya saat ini masuk dalam daftar pencarian orang.

Kasus penganiayaan pertama melibatkan sekelompok remaja di Jalan Pararel, Kelurahan Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur pada Kamis, 28 Mei 2020. Tiga orang menjadi korban. Satu di antaranya mengalami luka tusuk senjata tajam. Tiga pelaku yakni Rz, Ri, dan Ms berhasil ditangkap. Sementara sembilan pelaku lainnya buron.

Kasus penganiayaan juga terjadi Jalan Dharma Putra, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, pada Kamis, 28 Mei 2020. Kasus itu melibatkan antara bapak dan anak. Pelaku, Sa nekat membacok korban (anaknya) dengan sebilah parang.

Kasus pengeroyokan atau penganiayan juga terjadi di Jalan Ismail Marzuki, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Rabu, 27 Mei 2020. Korban, Yanto mengalami luka robek di kepala, setelah dibacok dua orang pelaku. Satu pelaku yakni VN alias Kian berhasil ditangkap, sementara satu pelaku lainnya hingga saat ini masih buron.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin membenarkan, jika selama dua hari sejak 27 – 28 Mei 2020 telah terjadi kasus penganiayaan atau pengeroyokan di wilayah hukum Polresta Pontianak.

Dia menjelaskan, pengeroyokan yang dilakukan sekelompok remaja terhadap tiga orang korbannya terjadi di Jalan Pararel, Kecamatan Pontianak Timur. Korban, Bagas, Rusdianyah, Yuliansyah, dan satu korban lainnya menggunakan sepeda motor dari arah Jalan Selat Panjang, Siantan hendak pulang ke rumah.

Baca Juga :  Dorong Pertumbuhan UMKM, PLN UP3 Pontianak Tingkatkan Kualitas Layanan

Komarudin menuturkan, kemudian datang belasan orang dari arah Siantan menggunakan sepeda motor, memepet keempat korban dari arah kanan dan kiri. Kemudian korban mencoba melarikan diri ke Jalan Tritura, namun para pelaku melakukan pengejaran dan memberhentikan korban.

“Para pelaku langsung memukul keempat korban. Salah satu pelaku mengeluarkan pisau langsung melakukan penusukan,” kata Komarudin, Jumat (29/5).

Akibat kejadian itu, lanjut Komarudin, satu orang mengalami luka pada kepala, rusuk kiri, tangan kiri, paha kiri, punggung kanan dan pinggang kiri. Setelah menerima laporan korban, tiga pelaku berhasil ditangkap di Jalan Pararel Tol, Kecamatan Pontianak Timur.

“Saat ini sembilan pelaku yang identitasnya telah diketahui, dalam pencarian,” ucap Komarudin.

Komarudin menerangkan, kasus penganiayaan lainnya terjadi di Jalan Dharma Putra, Pontianak Utara. Pelaku, Sa melakukan pembacokan terhadap anaknya sendiri dengan sebilah parang.

Komarudin menjelaskan, korban datang bersilaturahmi ke rumah ayahnya (pelaku). Korban kemudian mendatangi ayahnya yang sedang berada di kamar. Namun tiba–tiba pelaku membacok korban menggunakan parang.

Mendengar suara teriakan, adik korban yang sebelumnya sedang berada di teras rumah masuk dan menemukan korban sudah tergeletak di depan kulkas ruang keluarga.

Korban, dia menambahkan, langsung dibawa ke Puskesmas 24 jam untuk dilakukan pengobatan. Saat akan diamankan, pelaku telah melukai diri dengan cara membacokkan parang yang dia pegang ke kepala dan leher bagian depan. Parang masih dipegang pelaku dengan tangan kanannya.

Baca Juga :  Awasi Daerah Rawan Kriminal

“Akibat peristiwa ini korban mengalami luka pada kepala kiri di atas telinga dijahit sebanyak 15 jahitan. Sedangkan pelaku mengalami luka cacah di kepala bagian atas tidak dapat dijahit serta luka robek di leher bagian depan dengan enam jahitan. Keduanya dibawa ke Puskesmas 24 jam untuk dilakukan pertolongan dan pengobatan,” ungkapnya.

Menurut Komarudin, dari keterangan keluarga bahwa pelaku dan korban tidak pernah diketahui ada permasalahan. Bahwa pelaku sedang mengalami depresi karena sakit stroke yang sudah lama dialami dan jarang mau keluar dari kamarnya.

Komarudin menuturkan, sehari sebelumnya yakni pada Rabu, 27 Mei 2020, kasus penganiyaan juga terjadi di Jalan Ismail Marzuki. Pelaku, Vn bersama temannya melakukan penganiayaan menggunakan pisau terhadap korban, Yanto. Akibat tindakan itu korban mengalami luka robek di tangan kiri.

Komarudin menyatakan, menindaklanjuti orangtua korban dan berdasarkan hasil keterangan korban, anggota melakukan serangkaian penyelidikan terhadap pelaku pengeroyokan. Beberapa jam setelah kejadian, didapat informasi pelaku pengeroyokan berada di Jalan Merdeka, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota.

Komarudin menuturkan, mendapatkan informasi itu, anggota langsung menuju ke alamat yang dimaksud. Seorang pelaku, yakni Vn berhasil ditangkap. Pelaku mengakui melakukan pengeroyokan itu bersama temannya menggunakan pisau.

“Satu pelaku, Hn masuk daftar pencarian orang. Dari tangan pelaku disita sebilah pisau sepanjang sepuluh centimeter,” pungkasnya. (adg)

PONTIANAK – Polisi meringkus sejumlah pelaku penganiayaan yang terjadi pada tiga tempat berbeda. Sementara sembilan pelaku lainnya saat ini masuk dalam daftar pencarian orang.

Kasus penganiayaan pertama melibatkan sekelompok remaja di Jalan Pararel, Kelurahan Tanjung Hilir, Kecamatan Pontianak Timur pada Kamis, 28 Mei 2020. Tiga orang menjadi korban. Satu di antaranya mengalami luka tusuk senjata tajam. Tiga pelaku yakni Rz, Ri, dan Ms berhasil ditangkap. Sementara sembilan pelaku lainnya buron.

Kasus penganiayaan juga terjadi Jalan Dharma Putra, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, pada Kamis, 28 Mei 2020. Kasus itu melibatkan antara bapak dan anak. Pelaku, Sa nekat membacok korban (anaknya) dengan sebilah parang.

Kasus pengeroyokan atau penganiayan juga terjadi di Jalan Ismail Marzuki, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Rabu, 27 Mei 2020. Korban, Yanto mengalami luka robek di kepala, setelah dibacok dua orang pelaku. Satu pelaku yakni VN alias Kian berhasil ditangkap, sementara satu pelaku lainnya hingga saat ini masih buron.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin membenarkan, jika selama dua hari sejak 27 – 28 Mei 2020 telah terjadi kasus penganiayaan atau pengeroyokan di wilayah hukum Polresta Pontianak.

Dia menjelaskan, pengeroyokan yang dilakukan sekelompok remaja terhadap tiga orang korbannya terjadi di Jalan Pararel, Kecamatan Pontianak Timur. Korban, Bagas, Rusdianyah, Yuliansyah, dan satu korban lainnya menggunakan sepeda motor dari arah Jalan Selat Panjang, Siantan hendak pulang ke rumah.

Baca Juga :  Kafilah MTQ Diminta Patuhi Prokes

Komarudin menuturkan, kemudian datang belasan orang dari arah Siantan menggunakan sepeda motor, memepet keempat korban dari arah kanan dan kiri. Kemudian korban mencoba melarikan diri ke Jalan Tritura, namun para pelaku melakukan pengejaran dan memberhentikan korban.

“Para pelaku langsung memukul keempat korban. Salah satu pelaku mengeluarkan pisau langsung melakukan penusukan,” kata Komarudin, Jumat (29/5).

Akibat kejadian itu, lanjut Komarudin, satu orang mengalami luka pada kepala, rusuk kiri, tangan kiri, paha kiri, punggung kanan dan pinggang kiri. Setelah menerima laporan korban, tiga pelaku berhasil ditangkap di Jalan Pararel Tol, Kecamatan Pontianak Timur.

“Saat ini sembilan pelaku yang identitasnya telah diketahui, dalam pencarian,” ucap Komarudin.

Komarudin menerangkan, kasus penganiayaan lainnya terjadi di Jalan Dharma Putra, Pontianak Utara. Pelaku, Sa melakukan pembacokan terhadap anaknya sendiri dengan sebilah parang.

Komarudin menjelaskan, korban datang bersilaturahmi ke rumah ayahnya (pelaku). Korban kemudian mendatangi ayahnya yang sedang berada di kamar. Namun tiba–tiba pelaku membacok korban menggunakan parang.

Mendengar suara teriakan, adik korban yang sebelumnya sedang berada di teras rumah masuk dan menemukan korban sudah tergeletak di depan kulkas ruang keluarga.

Korban, dia menambahkan, langsung dibawa ke Puskesmas 24 jam untuk dilakukan pengobatan. Saat akan diamankan, pelaku telah melukai diri dengan cara membacokkan parang yang dia pegang ke kepala dan leher bagian depan. Parang masih dipegang pelaku dengan tangan kanannya.

Baca Juga :  Dukung Pembangunan Desa Mandiri, PLN Kalbar Percepat Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan

“Akibat peristiwa ini korban mengalami luka pada kepala kiri di atas telinga dijahit sebanyak 15 jahitan. Sedangkan pelaku mengalami luka cacah di kepala bagian atas tidak dapat dijahit serta luka robek di leher bagian depan dengan enam jahitan. Keduanya dibawa ke Puskesmas 24 jam untuk dilakukan pertolongan dan pengobatan,” ungkapnya.

Menurut Komarudin, dari keterangan keluarga bahwa pelaku dan korban tidak pernah diketahui ada permasalahan. Bahwa pelaku sedang mengalami depresi karena sakit stroke yang sudah lama dialami dan jarang mau keluar dari kamarnya.

Komarudin menuturkan, sehari sebelumnya yakni pada Rabu, 27 Mei 2020, kasus penganiyaan juga terjadi di Jalan Ismail Marzuki. Pelaku, Vn bersama temannya melakukan penganiayaan menggunakan pisau terhadap korban, Yanto. Akibat tindakan itu korban mengalami luka robek di tangan kiri.

Komarudin menyatakan, menindaklanjuti orangtua korban dan berdasarkan hasil keterangan korban, anggota melakukan serangkaian penyelidikan terhadap pelaku pengeroyokan. Beberapa jam setelah kejadian, didapat informasi pelaku pengeroyokan berada di Jalan Merdeka, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota.

Komarudin menuturkan, mendapatkan informasi itu, anggota langsung menuju ke alamat yang dimaksud. Seorang pelaku, yakni Vn berhasil ditangkap. Pelaku mengakui melakukan pengeroyokan itu bersama temannya menggunakan pisau.

“Satu pelaku, Hn masuk daftar pencarian orang. Dari tangan pelaku disita sebilah pisau sepanjang sepuluh centimeter,” pungkasnya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/