alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Sekolah Dipersiapkan Matang, Kenormalan Baru di Dunia Pendidikan Perlu Waktu

PONTIANAK – Penerapan kenormalan baru di dunia pendidikan masih perlu waktu. Untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi, pihak sekolah harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Untuk itu, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memutuskan masa belajar di rumah bagi jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat diperpanjang sampai 13 Juli 2020.

Keputusan ini diambil memperhatikan situasi dan kondisi wabah Covid-19 yang masih terjadi di provinsi ini. Kegiatan belajar mengajar di sekolah baru akan berlangsung pada tahun ajaran baru Juli mendatang. Saat ini, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online juga sudah berjalan.

“Yang rumit itu kan sekolah, harus persiapan matang. Tunggu tahun ajaran baru nanti saja baru masuk, disiapkan dulu,” ungkapnya usai rapat bersama Muspida dan Forkopimda Provinsi Kalbar membahas persiapan menuju kenormalan baru di Pendopo Gubernur, Jumat (29/5).

Seperti di Kota Pontianak menurutnya secara umum fasilitas penunjang yang ada di sekolah sudah cukup siap. Keberadaan wastafel untuk cuci tangan misalnya. Rata-rata sekolah sudah punya. “Waktu saya wali kota sudah disuruh buat (wastafel). Kemudian kantin sehat sudah (ada),” katanya.

Sejalan dengan kondisi saat ini, Pemprov Kalbar sebelumnya juga sudah menyiapkan program pengadaan mebel berupa meja kursi untuk sekolah. Ke depan menurutnya tinggal diatur pengadaan satu meja untuk satu pelajar sehingga tempat duduk setiap pelajar bisa berjarak.

Baca Juga :  Tebu Telur atau Tobu Toluk

Selain itu, sektor yang sempat terhambat dengan adanya pandemi Covid-19 secara bertahap akan mulai dibuka. Masing-masing memiliki prosedur tetap (protap) yang berbeda sesuai kondisi di lapangan. Ada yang masih perlu sedikit pembatasan, ada yang dengan pembatasan ketat hingga sangat ketat. “Tapi (semua) harus disiapkan. Itu sekolah (kegiatan belajar mengajar) masih banyak (harus dipersiapkan) karena aspek anak-anak, tidak sama,” ujar Midji, sapaan akrabnya.

 

Tekankan Kedisiplinan

Gubernur Kalbar Sutarmidji yakin kehidupan di Kalbar bisa berjalan normal asalkan masyarakat tetap disiplin. Tantangan terberat menurutnya memang pada kedisiplinan masyarakat. Maka dari itu, sosialisasi secara berkelanjutan perlu terus dilakukan.

Kehidupan masyarakat yang lebih disiplin akan digalakkan mulai dari tingkat desa. Midji melihat peluang itu sejalan dengan program desa mandiri. Sampai saat ini disebutkan dia ada peningkatan signifikan. Dari sebelumnya 78 desa mandiri, tahun ini diperkirakan bisa meningkat sebanyak 158 desa mandiri. “Jadi naiknya bisa dua kali lipat. Kalau desa mandiri bisa diwujudkan mengapa kami tidak bisa mengajak masyarakat disiplin dari desa,” imbuhnya.

Pengalaman mewujudkan desa mandiri bisa diimplementasikan untuk mengajak masyarakat hidup disiplin. Hal ini mengingat virus corona tidak mungkin hilang seratus persen. Selain menunggu obat atau vaksin, hidup disiplin menjadi kunci agar masyarakat tidak terpapar.

Kebijakan memulai kenormalan baru dikatakan Midji melihat perkembangan kondisi Kota Pontianak sebagai barometer. Salah satunya, dari belasan ribu rapid test yang sudah digunakan di Pontianak, dihasilkan 500-an orang yang reaktif. Sampai saat ini jumlahnya terus berkurang menjadi sekitar 100-an orang.

Baca Juga :  Dewan Minta Tak Ada PHK Karyawan Ditengah Pandemi Covid-19

Lalu, dari prediksi para pakar sebelumnya disebutkan puncak keterjangkitan Covid-19 di Pontianak terjadi pada 14 Mei 2020. Tingkat keterjangkitan diperkirakan mencapai 45 persen penduduk atau sekitar 200 ribu orang. Namun hal itu tidak terjadi berkat upaya-upaya pencegahan yang dilakukan selama  ini. Terbukti Kalbar memiliki kasus paling rendah dibanding provinsi lain se-Kalimantan. “Jadi kami bahu-membahu, TNI, Polri bagaimana menjaga supaya tidak (terjadi),” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menambahkan, pihaknya siap mendukung rencana mewujudkan kenormalan baru bagi masyarakat di Kalbar. TNI akan menurunkan personel untuk membantu berbagai hal termasuk sosialisasi ke masyarakat hingga tingkat paling bawah di desa.

“Untuk di Pontianak dan Kubu Raya kami siapkan 732 personel. Itu tergabung dalam satuan tugas mendisiplinkan masyarakat bersama unsur dari Polda. Kalbar sementara ini baru (Pontianak-Kubu Raya) kami siapkan,” katanya.

Untuk daerah lain menurutnya juga akan disiapkan. Pada intinya, apabila program ini berjalan TNI sudah siap di lapangan. “Yang (daerah) lain-lain sudah diplot tinggal menyesuaikan kebutuhan pemerintah setempat masing-masing,” ucapnya.(bar)

PONTIANAK – Penerapan kenormalan baru di dunia pendidikan masih perlu waktu. Untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi, pihak sekolah harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Untuk itu, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji memutuskan masa belajar di rumah bagi jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat diperpanjang sampai 13 Juli 2020.

Keputusan ini diambil memperhatikan situasi dan kondisi wabah Covid-19 yang masih terjadi di provinsi ini. Kegiatan belajar mengajar di sekolah baru akan berlangsung pada tahun ajaran baru Juli mendatang. Saat ini, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online juga sudah berjalan.

“Yang rumit itu kan sekolah, harus persiapan matang. Tunggu tahun ajaran baru nanti saja baru masuk, disiapkan dulu,” ungkapnya usai rapat bersama Muspida dan Forkopimda Provinsi Kalbar membahas persiapan menuju kenormalan baru di Pendopo Gubernur, Jumat (29/5).

Seperti di Kota Pontianak menurutnya secara umum fasilitas penunjang yang ada di sekolah sudah cukup siap. Keberadaan wastafel untuk cuci tangan misalnya. Rata-rata sekolah sudah punya. “Waktu saya wali kota sudah disuruh buat (wastafel). Kemudian kantin sehat sudah (ada),” katanya.

Sejalan dengan kondisi saat ini, Pemprov Kalbar sebelumnya juga sudah menyiapkan program pengadaan mebel berupa meja kursi untuk sekolah. Ke depan menurutnya tinggal diatur pengadaan satu meja untuk satu pelajar sehingga tempat duduk setiap pelajar bisa berjarak.

Baca Juga :  Dewan Minta Tak Ada PHK Karyawan Ditengah Pandemi Covid-19

Selain itu, sektor yang sempat terhambat dengan adanya pandemi Covid-19 secara bertahap akan mulai dibuka. Masing-masing memiliki prosedur tetap (protap) yang berbeda sesuai kondisi di lapangan. Ada yang masih perlu sedikit pembatasan, ada yang dengan pembatasan ketat hingga sangat ketat. “Tapi (semua) harus disiapkan. Itu sekolah (kegiatan belajar mengajar) masih banyak (harus dipersiapkan) karena aspek anak-anak, tidak sama,” ujar Midji, sapaan akrabnya.

 

Tekankan Kedisiplinan

Gubernur Kalbar Sutarmidji yakin kehidupan di Kalbar bisa berjalan normal asalkan masyarakat tetap disiplin. Tantangan terberat menurutnya memang pada kedisiplinan masyarakat. Maka dari itu, sosialisasi secara berkelanjutan perlu terus dilakukan.

Kehidupan masyarakat yang lebih disiplin akan digalakkan mulai dari tingkat desa. Midji melihat peluang itu sejalan dengan program desa mandiri. Sampai saat ini disebutkan dia ada peningkatan signifikan. Dari sebelumnya 78 desa mandiri, tahun ini diperkirakan bisa meningkat sebanyak 158 desa mandiri. “Jadi naiknya bisa dua kali lipat. Kalau desa mandiri bisa diwujudkan mengapa kami tidak bisa mengajak masyarakat disiplin dari desa,” imbuhnya.

Pengalaman mewujudkan desa mandiri bisa diimplementasikan untuk mengajak masyarakat hidup disiplin. Hal ini mengingat virus corona tidak mungkin hilang seratus persen. Selain menunggu obat atau vaksin, hidup disiplin menjadi kunci agar masyarakat tidak terpapar.

Kebijakan memulai kenormalan baru dikatakan Midji melihat perkembangan kondisi Kota Pontianak sebagai barometer. Salah satunya, dari belasan ribu rapid test yang sudah digunakan di Pontianak, dihasilkan 500-an orang yang reaktif. Sampai saat ini jumlahnya terus berkurang menjadi sekitar 100-an orang.

Baca Juga :  Masjid Jami Keraton Ismahayana Landak Kembali Gelar Salat Jumat

Lalu, dari prediksi para pakar sebelumnya disebutkan puncak keterjangkitan Covid-19 di Pontianak terjadi pada 14 Mei 2020. Tingkat keterjangkitan diperkirakan mencapai 45 persen penduduk atau sekitar 200 ribu orang. Namun hal itu tidak terjadi berkat upaya-upaya pencegahan yang dilakukan selama  ini. Terbukti Kalbar memiliki kasus paling rendah dibanding provinsi lain se-Kalimantan. “Jadi kami bahu-membahu, TNI, Polri bagaimana menjaga supaya tidak (terjadi),” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menambahkan, pihaknya siap mendukung rencana mewujudkan kenormalan baru bagi masyarakat di Kalbar. TNI akan menurunkan personel untuk membantu berbagai hal termasuk sosialisasi ke masyarakat hingga tingkat paling bawah di desa.

“Untuk di Pontianak dan Kubu Raya kami siapkan 732 personel. Itu tergabung dalam satuan tugas mendisiplinkan masyarakat bersama unsur dari Polda. Kalbar sementara ini baru (Pontianak-Kubu Raya) kami siapkan,” katanya.

Untuk daerah lain menurutnya juga akan disiapkan. Pada intinya, apabila program ini berjalan TNI sudah siap di lapangan. “Yang (daerah) lain-lain sudah diplot tinggal menyesuaikan kebutuhan pemerintah setempat masing-masing,” ucapnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/