alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Ketua KPI Imbau Televisi Lokal Segera Migrasi ke Digital

PONTIANAK – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio mendorong semua lembaga penyiaran, khususnya televisi berpartisipasi dalam program pemerintah yakni analog switch off (ASO) yang tengah berlangsung di Indonesia.

Agung juga sempat berbincang kepada sejumlah pengelola tv lokal di Pontianak,  Rabu (29/6). Menurutnya, sudah ada yang menyewa multipleks atau mux yang menjadi salah satu bagian penting dalam migrasi TV digital.

“Pemerintah juga mewajibkan tv swasta itu atau pegangan mux termasuk TVRI dengan kewajiban SLE (service level agreement ) mencapai 99, 99 persen,” kata dia kepada awak media saat berkunjung ke Pontianak.

Kewajiban SLE itu, kata dia tidak boleh ada listrik padam, sehingga konten sampai ke masyarakat dengan baik, dan dampaknya terhadap pemasukkan berupa iklan bagi televisi.

Baca Juga :  Setia Menjaga Semangat Spiritualitas di Era Modern

“Saya mengimbau pada TV lokal, bagi mereka yang belum menyewa pada mux yang ada segera menyewa karena keuntungannya sangat besar,” ulasnya.

Agung mengatakan, TV lokal di Kalbar sudah cukup bagus. Sesuai dengan amanah undang-undang dan pemerintah baik televisi pegangan mux maupun yang bukan.

“TV-TV pegangan mux itu sudah sampai ke bahkan bukan hanya di Pontianak tetapi sampai ke kabupaten-kabupaten yang selama ini dianggap terisolir mempunyai mux di sana, termasuk TVRI. Tinggal kemudian TV -TV swasta baik yang jaringan maupun lokal menyewa kepada yang punya mux tadi. Yang diuntungkan bukan hanya masyarakat tetapi juga industri penyiaran,” jelasnya.

Terkait ASO ini, kata Agung semua kabupaten akan mengikuti tahapannya. Namun pada tahapan pertama ditunda pemerintah. KPI berharap, kata Agung pada tahapan ke dua ini, kabupaten-kabupaten yang tertunda ditahapan pertama bisa diimplementasikan di tahapan kedua.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Pontianak Sosialisasi Inpres 1/2022 kepada Notaris & PPAT

Iwan Kurniawan, Ketua KPID Kalbar mengatakan, untuk tahapan pertama yakni Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah ditunda, yang seharusnya berlaku pada 30 April 2022.  Sedangkan tahapan ke dua berlangsung 25 Agustus untuk Singkawang dan Bengkayang. “Tahapan tiga nanti Kabupaten Sintang,” jelasnya.

KPID Kalbar juga berbincang dengan pengelola televisi lokal, terkait persiapan untuk beralih ke digital. Peralihan dari siaran TV analog ke siaran TV digital diperkirakan akan menambah daftar jumlah stasiun TV di tanah air. Ini artinya jumlah konten yang disiarkan makin banyak dan beragam. (mrd)

PONTIANAK – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio mendorong semua lembaga penyiaran, khususnya televisi berpartisipasi dalam program pemerintah yakni analog switch off (ASO) yang tengah berlangsung di Indonesia.

Agung juga sempat berbincang kepada sejumlah pengelola tv lokal di Pontianak,  Rabu (29/6). Menurutnya, sudah ada yang menyewa multipleks atau mux yang menjadi salah satu bagian penting dalam migrasi TV digital.

“Pemerintah juga mewajibkan tv swasta itu atau pegangan mux termasuk TVRI dengan kewajiban SLE (service level agreement ) mencapai 99, 99 persen,” kata dia kepada awak media saat berkunjung ke Pontianak.

Kewajiban SLE itu, kata dia tidak boleh ada listrik padam, sehingga konten sampai ke masyarakat dengan baik, dan dampaknya terhadap pemasukkan berupa iklan bagi televisi.

Baca Juga :  Target Satu Juta Warga Divaksin

“Saya mengimbau pada TV lokal, bagi mereka yang belum menyewa pada mux yang ada segera menyewa karena keuntungannya sangat besar,” ulasnya.

Agung mengatakan, TV lokal di Kalbar sudah cukup bagus. Sesuai dengan amanah undang-undang dan pemerintah baik televisi pegangan mux maupun yang bukan.

“TV-TV pegangan mux itu sudah sampai ke bahkan bukan hanya di Pontianak tetapi sampai ke kabupaten-kabupaten yang selama ini dianggap terisolir mempunyai mux di sana, termasuk TVRI. Tinggal kemudian TV -TV swasta baik yang jaringan maupun lokal menyewa kepada yang punya mux tadi. Yang diuntungkan bukan hanya masyarakat tetapi juga industri penyiaran,” jelasnya.

Terkait ASO ini, kata Agung semua kabupaten akan mengikuti tahapannya. Namun pada tahapan pertama ditunda pemerintah. KPI berharap, kata Agung pada tahapan ke dua ini, kabupaten-kabupaten yang tertunda ditahapan pertama bisa diimplementasikan di tahapan kedua.

Baca Juga :  Diskominfo Kalbar Wujudkan Proses Perizinan yang Cepat

Iwan Kurniawan, Ketua KPID Kalbar mengatakan, untuk tahapan pertama yakni Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah ditunda, yang seharusnya berlaku pada 30 April 2022.  Sedangkan tahapan ke dua berlangsung 25 Agustus untuk Singkawang dan Bengkayang. “Tahapan tiga nanti Kabupaten Sintang,” jelasnya.

KPID Kalbar juga berbincang dengan pengelola televisi lokal, terkait persiapan untuk beralih ke digital. Peralihan dari siaran TV analog ke siaran TV digital diperkirakan akan menambah daftar jumlah stasiun TV di tanah air. Ini artinya jumlah konten yang disiarkan makin banyak dan beragam. (mrd)

Most Read

Pasokan Vaksin Belum Optimal

Bupati Borong Jualan Pedagang

Bandara Dongkrak Perekonomian

Artikel Terbaru

/