alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Satu Lagi Pekerja Positif Covid-19

Wisma Tak Layak, Isolasi Dipindah ke Upelkes

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengumumkan ada satu tambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 dari kluster pekerja bangunan Bumi Raya City Mall (BRCM) yang terletak di kompleks mal Transmart, Kabupaten Kubu Raya. Seluruh pekerja yang positif itu kini tengah menjalani isolasi di Unit Pelatihan Kesehatan (Upelkes) Kalbar.

Midji, sapaan akrabnya, meralat jumlah pekerja bangunan yang sebelumnya diumumkan pada, Selasa (28/7) berjumlah 16 orang ternyata hanya 15 orang saja. Ditambah satu orang yang dinyatakan positif kemarin, berarti jumlah total pekerja proyek Bumi Raya City Mall yang positif ada 16 orang.

“Kemarin (selasa) 16 orang itu satu dari luar (bukan pekerja proyek), hari ini satu, jadi tetap 16,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (29/7).

Awalnya, menurut dia, pihak perusahaan ingin mengisolasi mereka yang positif di wisma tempat tinggal para pekerja ini, tapi setelah dicek oleh tim Dinas Kesehatan Kalbar tempatnya tidak layak. “Saya minta kepada penyedia kerja tolong perhatikan kondisi kerja meraka. Masa mesnya kayak gitu, itu kalau ada seratus (orang) seratus-seratusnya positif itu. Karena mesnya begitu, tidak layak,” ujarnya.

Selain itu ia meminta seluruh pelaku usaha di Kalbar, jika ingin memasukkan tenaga kerja dari luar wajib menaati protokol Covid-19. Dinas Tenaga Kerja juga dimintanya benar-benar memperhatikan hal ini. “Jangan (dinas) diam saja, harus memperhatikan, memang untuk infrastruktur ini tenaga kerja (di Kalbar), kurang pekerja kasar, kadang orang-orang Kalbar itu tak mau lembur, minggu tidak mau kerja, kalau mereka kan tetap kerja karena untuk kecepatan (pembangunan),” paparnya.

Baca Juga :  BNI Pontianak Gelar Tes Swab Gratis untuk 250 Orang

Orang nomor satu di Kalbar itu mengingatkan protokol Covid-19 penting untuk diperhatikan semua pihak. Jangan sampai ketika daerah sudah bekerja keras menjaga angka keterjangkitan Covid-19, justru datang orang-orang dari luar Kalbar yang positif.

Midji juga sudah mewanti-wanti pihak pelabuhan. Untuk sementara kapal penumpang dari daerah yang angka keterjangkitannya tinggi dilarang merapat ke Kalbar. Terkecuali pihak pelabuhan mau menyediakan petugas pemeriksaan dengan Rapid Test dan dibiayai sendiri.

“Jangan sampai orang yang sudah positif bawa ke sini (Kalbar). Itukan menyebarkan penyakit namanya. Tidak boleh, itu kalau kami tuntut secara hukum bisa kena. Jelas-jelas orang posiif bisa masuk ke sini. Tidak boleh lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga kembali menegaskan bahwa yang ditutup sementara adalah proyek pengerjaan bangunan Bumi Raya City Mall selama 14 hari. Sementara untuk mal Transmart cukup disterilkan dengan cairan disinfektan secara menyeluruh.

“Nah khawatirnya yang 16 (positif) ini pernah ke mal, pegang ini itu, jadi cukup didisinfektan, disterilkan setelah itu (mal) buka tidak apa-apa. Tapi pekerjaan (pembangunan) harus dihentikan 14 hari,” katanya.

Sementara untuk proses belajar mengajar tatap muka di sekolah, yang rencananya dibuka mulai 1 Agustus, Midji mengatakan hanya untuk daerah di wilayah zona hijau. Dalam hal ini menjadi tanggung jawab dan kewenangan bupati/wali kota masing-masing.

Baca Juga :   20 Pasien Covid Meninggal, Pemkot Siapkan Layanan Rawat Jalan Khusus OTG

“Jadi hanya di zona hijau yang benar-benar. Zona hijau  kan bisa juga terjadi karena dia (daerah) tidak melakukan swab tes lagi, berarti kan tidak ada kasus. Itu semu namanya, makanya waktu Kayong Utara tidak melakukan rapid test banyak, kami turunkan tim ke sana,” imbuhnya.

Sejauh ini daerah yang dinilai sudah berencana membuka sekolah untuk tatap muka adalah Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu dan Melawi. Sementara untuk Kabupaten Sanggau Midji memberikan apresiasi karena belum akan membuka sekolah.

“Tetap hati-hati, lakukan swab untuk guru dan rapid test untuk siswa. Yang saya sarankan (sekolah dibuka) di daerah kecamatan yang tidak di perkotaan. Perkotaan interaksinya tinggi. Guru juga harus mau di-swab jangan tidak,” pesannya.

Dari hasil swab RT-PCR terhadap para guru yang sudah dilakukan sejauh ini, Midji menyebut ada satu yang dinyatakan positif.  “Ada guru lab satu saja, tapi kandungan virusnya tidak mengkhawatirkan. Cukup isolasi mandiri 10 hari. pasti sembuh, yang lain tidak ada (positif),” pungkasnya.

Seperti diketahui dari data terakhir, mengenai kategori risiko kenaikan kasus se-Kalbar. Ada enam daerah yang sudah berada di zona hijau atau tidak ada kasus, yakni Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu dan Kayong Utara. Sementara delapan daerah sisanya masuk kategori zona kuning atau risiko rendah. (bar)

Wisma Tak Layak, Isolasi Dipindah ke Upelkes

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengumumkan ada satu tambahan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 dari kluster pekerja bangunan Bumi Raya City Mall (BRCM) yang terletak di kompleks mal Transmart, Kabupaten Kubu Raya. Seluruh pekerja yang positif itu kini tengah menjalani isolasi di Unit Pelatihan Kesehatan (Upelkes) Kalbar.

Midji, sapaan akrabnya, meralat jumlah pekerja bangunan yang sebelumnya diumumkan pada, Selasa (28/7) berjumlah 16 orang ternyata hanya 15 orang saja. Ditambah satu orang yang dinyatakan positif kemarin, berarti jumlah total pekerja proyek Bumi Raya City Mall yang positif ada 16 orang.

“Kemarin (selasa) 16 orang itu satu dari luar (bukan pekerja proyek), hari ini satu, jadi tetap 16,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (29/7).

Awalnya, menurut dia, pihak perusahaan ingin mengisolasi mereka yang positif di wisma tempat tinggal para pekerja ini, tapi setelah dicek oleh tim Dinas Kesehatan Kalbar tempatnya tidak layak. “Saya minta kepada penyedia kerja tolong perhatikan kondisi kerja meraka. Masa mesnya kayak gitu, itu kalau ada seratus (orang) seratus-seratusnya positif itu. Karena mesnya begitu, tidak layak,” ujarnya.

Selain itu ia meminta seluruh pelaku usaha di Kalbar, jika ingin memasukkan tenaga kerja dari luar wajib menaati protokol Covid-19. Dinas Tenaga Kerja juga dimintanya benar-benar memperhatikan hal ini. “Jangan (dinas) diam saja, harus memperhatikan, memang untuk infrastruktur ini tenaga kerja (di Kalbar), kurang pekerja kasar, kadang orang-orang Kalbar itu tak mau lembur, minggu tidak mau kerja, kalau mereka kan tetap kerja karena untuk kecepatan (pembangunan),” paparnya.

Baca Juga :  Berharap Jadi Pelopor Semangat Antisipasi Penyebaran Virus

Orang nomor satu di Kalbar itu mengingatkan protokol Covid-19 penting untuk diperhatikan semua pihak. Jangan sampai ketika daerah sudah bekerja keras menjaga angka keterjangkitan Covid-19, justru datang orang-orang dari luar Kalbar yang positif.

Midji juga sudah mewanti-wanti pihak pelabuhan. Untuk sementara kapal penumpang dari daerah yang angka keterjangkitannya tinggi dilarang merapat ke Kalbar. Terkecuali pihak pelabuhan mau menyediakan petugas pemeriksaan dengan Rapid Test dan dibiayai sendiri.

“Jangan sampai orang yang sudah positif bawa ke sini (Kalbar). Itukan menyebarkan penyakit namanya. Tidak boleh, itu kalau kami tuntut secara hukum bisa kena. Jelas-jelas orang posiif bisa masuk ke sini. Tidak boleh lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga kembali menegaskan bahwa yang ditutup sementara adalah proyek pengerjaan bangunan Bumi Raya City Mall selama 14 hari. Sementara untuk mal Transmart cukup disterilkan dengan cairan disinfektan secara menyeluruh.

“Nah khawatirnya yang 16 (positif) ini pernah ke mal, pegang ini itu, jadi cukup didisinfektan, disterilkan setelah itu (mal) buka tidak apa-apa. Tapi pekerjaan (pembangunan) harus dihentikan 14 hari,” katanya.

Sementara untuk proses belajar mengajar tatap muka di sekolah, yang rencananya dibuka mulai 1 Agustus, Midji mengatakan hanya untuk daerah di wilayah zona hijau. Dalam hal ini menjadi tanggung jawab dan kewenangan bupati/wali kota masing-masing.

Baca Juga :  Pejabat Pemkot Jalani Rapid Test Covid-19

“Jadi hanya di zona hijau yang benar-benar. Zona hijau  kan bisa juga terjadi karena dia (daerah) tidak melakukan swab tes lagi, berarti kan tidak ada kasus. Itu semu namanya, makanya waktu Kayong Utara tidak melakukan rapid test banyak, kami turunkan tim ke sana,” imbuhnya.

Sejauh ini daerah yang dinilai sudah berencana membuka sekolah untuk tatap muka adalah Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu dan Melawi. Sementara untuk Kabupaten Sanggau Midji memberikan apresiasi karena belum akan membuka sekolah.

“Tetap hati-hati, lakukan swab untuk guru dan rapid test untuk siswa. Yang saya sarankan (sekolah dibuka) di daerah kecamatan yang tidak di perkotaan. Perkotaan interaksinya tinggi. Guru juga harus mau di-swab jangan tidak,” pesannya.

Dari hasil swab RT-PCR terhadap para guru yang sudah dilakukan sejauh ini, Midji menyebut ada satu yang dinyatakan positif.  “Ada guru lab satu saja, tapi kandungan virusnya tidak mengkhawatirkan. Cukup isolasi mandiri 10 hari. pasti sembuh, yang lain tidak ada (positif),” pungkasnya.

Seperti diketahui dari data terakhir, mengenai kategori risiko kenaikan kasus se-Kalbar. Ada enam daerah yang sudah berada di zona hijau atau tidak ada kasus, yakni Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu dan Kayong Utara. Sementara delapan daerah sisanya masuk kategori zona kuning atau risiko rendah. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/