alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Penancapan Tiang Pertama Rumah Sakit Pontianak Utara

RS Bertipe D, Pelayanan Sekelas Tipe B

Target Fungsional Paling Lambat Awal 2022

JANJI Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono untuk membangun rumah sakit di wilayah Pontianak Utara mulai direalisasikan. Penancapan tiang pertama dilaksanakan di eks lokasi Puskesmas Siantan Hilir, Sabtu (28/11). Kegiatan ini secara simbolis dilakukan Wali Kota Edi Kamtono bersama Wakil Wali Kota Bahasan.

Edi menerangkan proses pembangunan rumah sakit tipe D direncanakan mulai tahun 2021 mendatang. Untuk desain, gedung rumah sakit ini akan berbentuk cosmo dengan tetap mengacu pada peraturan Menteri Kesehatan sesuai standar. Bangunannya juga mempunyai ciri ornamen khas Kota Pontianak. “Meskipun rumah sakit ini tipe D tapi kualitas pelayanannya seperti tipe B dan tentunya tanpa kelas,” ungkapnya.

Untuk kapasitas gedung, ia menyebut akan ada 125 tempat tidur yang diprioritaskan bagi perawatan trauma kecelakaan lalu lintas, bersalin serta penyakit-penyakit lain. Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut dipastikan akan mencukupi. “Di Kota Pontianak banyak memiliki dokter yang nantinya bisa mengisi rumah sakit tersebut,” ucap Edi.

Baca Juga :  OJK Bertekad Tingkatkan Kontribusi

Tahun ini anggaran dialokasikan sebesar Rp5 miliar khusus untuk pembangunan fondasi. Pelaksanaan proyek pembangunan dilakukan dengan sistem multiyears (tahun jamak), yang dimulai dari tahun ini hingga selesai diperkirakan pada 2021 mendatang. Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan rumah sakit yang berlokasi di Jalan Khatulistiwa ini sekitar Rp49 miliar. “Nanti akan kita manfaatkan di akhir tahun 2021 atau paling lambat awal 2022 sudah berfungsi,” terangnya.

Edi menambahkan, saat ini pelayanan di Puskesmas Siantan Hilir masih tetap berjalan. Untuk sementara, pelayanan puskesmas dilakukan di bangunan sewaan milik masyarakat. “Tetapi ke depan Puskesmas Siantan Hilir akan kita bangun di Sungai Selamat,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu memaparkan, tujuan didirikannya rumah sakit ini dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, khususnya di bidang kesehatan rujukan yang dibutuhkan masyarakat Kecamatan Pontianak Utara, baik dari aspek aksesibilitas maupun kualitas pelayanan. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak.

Ia menjelaskan, bangunan rumah sakit ini seluas 8.400 meter persegi di atas lahan seluas 5.046 meter persegi. Untuk pembangunan selanjutnya, diperlukan komitmen untuk memperluas ke arah belakang. Rumah sakit tipe D ini akan memperkenalkan dua tipe ruang perawatan. “Tipe satu dengan lima tempat tidur dan tipe dua dengan tiga tempat tidur,” jelas Sidiq.

Baca Juga :  RSUD Soedarso Mulai Dipersolek

Hal itu untuk menyesuaikan dengan arah pembangunan sistem kesehatan nasional di mana untuk pasien BPJS hanya mengenal dua tipe kelas, kelas satu dengan enam tempat tidur dan kelas lainnya dengan empat tidur. “Jadi fasilitas yang kita bangun sedikit lebih tinggi standarnya dari nasional,” sebutnya.

Sidiq menuturkan, rumah sakit ini juga didukung dengan beberapa instalasi. Pertama, Instalasi Gawat Darurat dengan spesifikasi kedaruratan di bidang trauma atau kecelakaan. Sebab sebagaimana diketahui wilayah di Pontianak Utara merupakan kawasan industri dan sering terjadi kecelakaan. Kedua, Instalasi Rawat Jalan dengan empat spesialisasi, yakni spesialis penyakit dalam, kandungan, kebidanan, bedah dan spesialis penyakit anak. “Selain itu, dilengkapi juga dengan instalasi laboratorium, farmasi, radiologi, bedah sentral dengan dua kamar bedah, dan instalasi pendukung lain,” pungkasnya. (prokopim)

RS Bertipe D, Pelayanan Sekelas Tipe B

Target Fungsional Paling Lambat Awal 2022

JANJI Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono untuk membangun rumah sakit di wilayah Pontianak Utara mulai direalisasikan. Penancapan tiang pertama dilaksanakan di eks lokasi Puskesmas Siantan Hilir, Sabtu (28/11). Kegiatan ini secara simbolis dilakukan Wali Kota Edi Kamtono bersama Wakil Wali Kota Bahasan.

Edi menerangkan proses pembangunan rumah sakit tipe D direncanakan mulai tahun 2021 mendatang. Untuk desain, gedung rumah sakit ini akan berbentuk cosmo dengan tetap mengacu pada peraturan Menteri Kesehatan sesuai standar. Bangunannya juga mempunyai ciri ornamen khas Kota Pontianak. “Meskipun rumah sakit ini tipe D tapi kualitas pelayanannya seperti tipe B dan tentunya tanpa kelas,” ungkapnya.

Untuk kapasitas gedung, ia menyebut akan ada 125 tempat tidur yang diprioritaskan bagi perawatan trauma kecelakaan lalu lintas, bersalin serta penyakit-penyakit lain. Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut dipastikan akan mencukupi. “Di Kota Pontianak banyak memiliki dokter yang nantinya bisa mengisi rumah sakit tersebut,” ucap Edi.

Baca Juga :  Ambil Sampel DNA Keluarga Korban, Sriwijaya Siapkan Fasilitas Hotel

Tahun ini anggaran dialokasikan sebesar Rp5 miliar khusus untuk pembangunan fondasi. Pelaksanaan proyek pembangunan dilakukan dengan sistem multiyears (tahun jamak), yang dimulai dari tahun ini hingga selesai diperkirakan pada 2021 mendatang. Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan rumah sakit yang berlokasi di Jalan Khatulistiwa ini sekitar Rp49 miliar. “Nanti akan kita manfaatkan di akhir tahun 2021 atau paling lambat awal 2022 sudah berfungsi,” terangnya.

Edi menambahkan, saat ini pelayanan di Puskesmas Siantan Hilir masih tetap berjalan. Untuk sementara, pelayanan puskesmas dilakukan di bangunan sewaan milik masyarakat. “Tetapi ke depan Puskesmas Siantan Hilir akan kita bangun di Sungai Selamat,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu memaparkan, tujuan didirikannya rumah sakit ini dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, khususnya di bidang kesehatan rujukan yang dibutuhkan masyarakat Kecamatan Pontianak Utara, baik dari aspek aksesibilitas maupun kualitas pelayanan. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak.

Ia menjelaskan, bangunan rumah sakit ini seluas 8.400 meter persegi di atas lahan seluas 5.046 meter persegi. Untuk pembangunan selanjutnya, diperlukan komitmen untuk memperluas ke arah belakang. Rumah sakit tipe D ini akan memperkenalkan dua tipe ruang perawatan. “Tipe satu dengan lima tempat tidur dan tipe dua dengan tiga tempat tidur,” jelas Sidiq.

Baca Juga :  Tanggapi 7 Rekomendasi dari RSUD

Hal itu untuk menyesuaikan dengan arah pembangunan sistem kesehatan nasional di mana untuk pasien BPJS hanya mengenal dua tipe kelas, kelas satu dengan enam tempat tidur dan kelas lainnya dengan empat tidur. “Jadi fasilitas yang kita bangun sedikit lebih tinggi standarnya dari nasional,” sebutnya.

Sidiq menuturkan, rumah sakit ini juga didukung dengan beberapa instalasi. Pertama, Instalasi Gawat Darurat dengan spesifikasi kedaruratan di bidang trauma atau kecelakaan. Sebab sebagaimana diketahui wilayah di Pontianak Utara merupakan kawasan industri dan sering terjadi kecelakaan. Kedua, Instalasi Rawat Jalan dengan empat spesialisasi, yakni spesialis penyakit dalam, kandungan, kebidanan, bedah dan spesialis penyakit anak. “Selain itu, dilengkapi juga dengan instalasi laboratorium, farmasi, radiologi, bedah sentral dengan dua kamar bedah, dan instalasi pendukung lain,” pungkasnya. (prokopim)

Most Read

Artikel Terbaru

/