alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Tunggu Kebijakan Arab Saudi

PONTIANAK – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Barat (Kalbar) belum bisa memastikan pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini. Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Ridwansyah mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Pusat masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi.

“Terkait penyelenggaraan ibadah haji, sebagaiman kita ketahui sudah disampaikan melalui rapat kerja Komisi VIII dengan Bapak Menteri (Agama), bahwa saat ini memang kita masih menunggu kebijakan Pemerintah Arab Saudi,” ungkap dia, kemarin.

Sejauh ini, kata dia, perkiraan pemerintah, setidaknya ada tiga opsi pelaksanaan haji yang mungkin akan menjadi kebijakan pemerintah Arab Saudi. Ketiga opsi tersebut, dikatakannya, yakni membuka pelaksaan ibadah haji secara normal, membuka secara terbatas, serta menutup kedatangan warga negara luar untuk datang melaksanakan ibadah haji.

Baca Juga :  PT. Pegadaian Syariah Meriahkan Ramadhan Penuh Berkah

“Ada tiga opsi yang ditawarkan, yang pertama, jika kondisi covid-19 ini ada penurunan dan pemerintah Arab Saudi membuka pelaksanaan haji dengan kuota normal, maka pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan normal. Apabila kondisinya terbatas, mungkin opsi kedua, dilaksanakan dalam jumlah yang terbatas. Namun jika tidak dibuka, maka pelaksanaan haji tidak bisa dilaksanakan,” jelas dia.

Sementara masih menunggu keputusan untuk pelaksanaan haji tahun ini, pihaknya tetap mempersiapkan apa saja kemungkinan opsi yang akan diputuskan oleh pemerintah. Termasuk, menurut dia, apabila pelaksanaan ibadah haji jadi digelar pada tahun ini. Pihaknya terus memberikan informasi terkait hal tersebut, sebab banyak calon jemaah yang menununggu.

Terkait umrah, meski sempat dibuka oleh pemerintah Arab Saudi dengan kuota terbatas, menurutnya, para perusahaan travel masih berhati-hati. Pasalnya, dia menambahkan banyaknya persyaratan dan protokol yang harus dipenuhi oleh calon jemaah. Protokol standar tersebut, menurutnya berdampak pada pengenaan biaya tambahan yang harus dibayarkan oleh calon jemaah.

Baca Juga :  Tiga Kado Istimewa di Hari Jadi Ke-248 Pontianak

“Pihak travel kebanyakan masih wait and see, karena ada penambahan biaya (untuk protokol) Covid-19. Kalau pun ada, kawan-kawan travel belum membuka secara lebar karena pelaksanaan umrah juga masih terbatas,” pungkas dia. (sti)

PONTIANAK – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Barat (Kalbar) belum bisa memastikan pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini. Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Ridwansyah mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Pusat masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi.

“Terkait penyelenggaraan ibadah haji, sebagaiman kita ketahui sudah disampaikan melalui rapat kerja Komisi VIII dengan Bapak Menteri (Agama), bahwa saat ini memang kita masih menunggu kebijakan Pemerintah Arab Saudi,” ungkap dia, kemarin.

Sejauh ini, kata dia, perkiraan pemerintah, setidaknya ada tiga opsi pelaksanaan haji yang mungkin akan menjadi kebijakan pemerintah Arab Saudi. Ketiga opsi tersebut, dikatakannya, yakni membuka pelaksaan ibadah haji secara normal, membuka secara terbatas, serta menutup kedatangan warga negara luar untuk datang melaksanakan ibadah haji.

Baca Juga :  Kemenag Gelar Kompetisi Film Pendek Islami 2022

“Ada tiga opsi yang ditawarkan, yang pertama, jika kondisi covid-19 ini ada penurunan dan pemerintah Arab Saudi membuka pelaksanaan haji dengan kuota normal, maka pelaksanaan ibadah haji berjalan dengan normal. Apabila kondisinya terbatas, mungkin opsi kedua, dilaksanakan dalam jumlah yang terbatas. Namun jika tidak dibuka, maka pelaksanaan haji tidak bisa dilaksanakan,” jelas dia.

Sementara masih menunggu keputusan untuk pelaksanaan haji tahun ini, pihaknya tetap mempersiapkan apa saja kemungkinan opsi yang akan diputuskan oleh pemerintah. Termasuk, menurut dia, apabila pelaksanaan ibadah haji jadi digelar pada tahun ini. Pihaknya terus memberikan informasi terkait hal tersebut, sebab banyak calon jemaah yang menununggu.

Terkait umrah, meski sempat dibuka oleh pemerintah Arab Saudi dengan kuota terbatas, menurutnya, para perusahaan travel masih berhati-hati. Pasalnya, dia menambahkan banyaknya persyaratan dan protokol yang harus dipenuhi oleh calon jemaah. Protokol standar tersebut, menurutnya berdampak pada pengenaan biaya tambahan yang harus dibayarkan oleh calon jemaah.

Baca Juga :  Film Melihat dan Bertanya di Sepetak Jendela Menangi KFPI

“Pihak travel kebanyakan masih wait and see, karena ada penambahan biaya (untuk protokol) Covid-19. Kalau pun ada, kawan-kawan travel belum membuka secara lebar karena pelaksanaan umrah juga masih terbatas,” pungkas dia. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/