alexametrics
30 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Informasi Harus Transparan, Covid-19 Bukan Aib

PONTIANAK – Anggota DPRD Kota Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar menilai pada masa-masa sekarang ini, pemerintah harus memberikan informasi akurat dan mendetail perihal persebaran Covid-19 di Kota Pontianak.

Transparansi informasi tersebut bisa membuat penanganan menjadi lebih cepat dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Selain itu, kata dia, ODP dan PDP, dan positif Covid-19 pada kasus Covid 19 bukanlah aib yang harus dirahasiakan.

“Ini bukan aib, karena sebagian mereka yang positif misalnya, adalah orang yang dikenal alim, ramah dan baik pada banyak orang. Bahkan tokoh-tokoh publik dan pejabat negara juga banyak yang kena. Termasuk kepala negara di sejumlah negara di dunia. Jadi bukan untuk ditutup-tutupi,” sebut dia, Selasa (31/3).

Baca Juga :  Pesan Berbagi dalam Perayaan Waisak

Menurutnya akan lebih baik jika pemerintah dapat mengeluarkan informasi lengkap identitas para ODP maupun PDP ke publik, sehingga bisa mendapatkan penanganan terbaik. Selain itu siapapun yang merasa pernah berinteraksi dan kontak langsung bisa melapor atau melakukan tindakan berupa isolasi mandiri secara ketat.

Langkah tersebut dinilainya tidak akan merepotkan Pemerintah dalam penyiapan penanganan medis secara lebih lanjut. Menurutnya Kawasan tersebut juga harus dipantau secara berkala oleh tim gugus tugas selama masa isolasi atau lockdown area secara parsial dilakukan. (ars)

PONTIANAK – Anggota DPRD Kota Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar menilai pada masa-masa sekarang ini, pemerintah harus memberikan informasi akurat dan mendetail perihal persebaran Covid-19 di Kota Pontianak.

Transparansi informasi tersebut bisa membuat penanganan menjadi lebih cepat dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Selain itu, kata dia, ODP dan PDP, dan positif Covid-19 pada kasus Covid 19 bukanlah aib yang harus dirahasiakan.

“Ini bukan aib, karena sebagian mereka yang positif misalnya, adalah orang yang dikenal alim, ramah dan baik pada banyak orang. Bahkan tokoh-tokoh publik dan pejabat negara juga banyak yang kena. Termasuk kepala negara di sejumlah negara di dunia. Jadi bukan untuk ditutup-tutupi,” sebut dia, Selasa (31/3).

Baca Juga :  Pilkada Digelar Desember, Ragukan Kesiapan Partai dan Bacalonkada?

Menurutnya akan lebih baik jika pemerintah dapat mengeluarkan informasi lengkap identitas para ODP maupun PDP ke publik, sehingga bisa mendapatkan penanganan terbaik. Selain itu siapapun yang merasa pernah berinteraksi dan kontak langsung bisa melapor atau melakukan tindakan berupa isolasi mandiri secara ketat.

Langkah tersebut dinilainya tidak akan merepotkan Pemerintah dalam penyiapan penanganan medis secara lebih lanjut. Menurutnya Kawasan tersebut juga harus dipantau secara berkala oleh tim gugus tugas selama masa isolasi atau lockdown area secara parsial dilakukan. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/