alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

2 Kali Mudik Lebaran Ditiadakan

PONTIANAK-Pemerintah sudah memberikan ancang-ancang meniadakan agenda balik kampung atau mudik Idul Fitri 2021. Ini sekaligus meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 melalui para pemudik. Wakil Ketua Komisi V DPR RI yang membidangi perhubungan , Syarif Abdullah Alkadrie menyambut baik wacana Presiden RI tersebut direalisasikan.

“Indonesia dan Kalbar serta provinsi lain belum aman dari Covid-19. Ini jelas-jelas upaya cukup baik dan bagus dalam memutus mata rantai penyebaran Pagebluk Covid-19,” ungkapnya belum lama ini.
Politisi NasDem dari Dapil Kalbar 1 (Sambas, Bengkayang, Kota Singkawang, Landak, Kayong Utara,

Ketapang, Kota Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya) tersebut cenderung menilai bahwa penyebaran Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali. Daerah-daerah masih belum aman dari virus yang tidak sedikit sudah membunuh nyawa manusia ini. Sementara upaya menekan penyebaran masih belum maksimal. “Misalnyah upaya vaksinasi juga belum mencapai separuh atau target vaksinasi. Butuh beberapa waktu ke depan supaya target vaksin kepada manusia tergapai,” ujarnya.

Baca Juga :  Pejabat Harus Siap Hadapi Tantangan

Menurutnya seandainya balik kampung alias mudik lebaran diizinkan, dikhawatirkan lonjakan kasus Covid-19 kembali terjadi. Jelas saja upaya dan kerja pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan Covid-19 bakalan menjadi sia-sia. Bisa saja yang datang dan pergi nantinya akan membawa virus tersebut. “Intinya, mereka yang datang dan terdampak Covid-19 bakalan membuat repot daerah yang didatangi. Kasihan upaya pemerintahh daerah setempat,” tukasnya.

Dia pun meminta warga Kalbar memaklumi keputusan pemerintah sebagai pilihan terbaik. Ini tak hanya semata melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19, tetapi juga akan membuat keluarga yang di kampung bakalan merasa aman dan tenSebaraang.”Artinya sudah 2 kali lebaran kita menahan dulu,” tukasnya.

Syarief melanjutkan bahwa perayaan Idulfitri 2021, tetap bisa dirayakan tanpa harus memaksa pulang kampung. Masyarakat tetap bisa menyemangati Hari Kemenangan dengan keluarga lewat teknologi komunikasi. “Sudah ada video call segala aplikasi. Tidak ada jarak dan batas lagi lewat teknologi canggih gawai,” katanya.

Baca Juga :  Putar Balik 938 Kendaraan

Pemerintah sebelumnya, telah memutuskan melarang aktivitas mudik Lebaran tahun 2021. Informasi seputar larangan mudik ini masih banyak ditunggu masyarakat. Pasalnya, tahun lalu pemerintah sudah menerapkan kebijakan semua ketika tahun 2020 mudik dilarang juga. Kini, sebagian besar masyarakat bisa saja sudah mempunyai rencana mudik tahun 2021 karena rindu kampung halaman.

Pemerintah sudah memutuskan mudik dilarang berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga terkait di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (26/3) kemarin. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi sebelumnya, yakni pada beberapa kali masa libur panjang, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru 2020. “Sesuai arahan Bapak Presiden dan hasil keputusan rapat koordinasi tingkat menteri maka ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan,” ujarnya kemarin.(den)

PONTIANAK-Pemerintah sudah memberikan ancang-ancang meniadakan agenda balik kampung atau mudik Idul Fitri 2021. Ini sekaligus meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 melalui para pemudik. Wakil Ketua Komisi V DPR RI yang membidangi perhubungan , Syarif Abdullah Alkadrie menyambut baik wacana Presiden RI tersebut direalisasikan.

“Indonesia dan Kalbar serta provinsi lain belum aman dari Covid-19. Ini jelas-jelas upaya cukup baik dan bagus dalam memutus mata rantai penyebaran Pagebluk Covid-19,” ungkapnya belum lama ini.
Politisi NasDem dari Dapil Kalbar 1 (Sambas, Bengkayang, Kota Singkawang, Landak, Kayong Utara,

Ketapang, Kota Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya) tersebut cenderung menilai bahwa penyebaran Covid-19 di Indonesia masih belum terkendali. Daerah-daerah masih belum aman dari virus yang tidak sedikit sudah membunuh nyawa manusia ini. Sementara upaya menekan penyebaran masih belum maksimal. “Misalnyah upaya vaksinasi juga belum mencapai separuh atau target vaksinasi. Butuh beberapa waktu ke depan supaya target vaksin kepada manusia tergapai,” ujarnya.

Baca Juga :  Hewan Kurban Iduladha 1442 H di Kalbar Alami Kenaikan

Menurutnya seandainya balik kampung alias mudik lebaran diizinkan, dikhawatirkan lonjakan kasus Covid-19 kembali terjadi. Jelas saja upaya dan kerja pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan Covid-19 bakalan menjadi sia-sia. Bisa saja yang datang dan pergi nantinya akan membawa virus tersebut. “Intinya, mereka yang datang dan terdampak Covid-19 bakalan membuat repot daerah yang didatangi. Kasihan upaya pemerintahh daerah setempat,” tukasnya.

Dia pun meminta warga Kalbar memaklumi keputusan pemerintah sebagai pilihan terbaik. Ini tak hanya semata melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19, tetapi juga akan membuat keluarga yang di kampung bakalan merasa aman dan tenSebaraang.”Artinya sudah 2 kali lebaran kita menahan dulu,” tukasnya.

Syarief melanjutkan bahwa perayaan Idulfitri 2021, tetap bisa dirayakan tanpa harus memaksa pulang kampung. Masyarakat tetap bisa menyemangati Hari Kemenangan dengan keluarga lewat teknologi komunikasi. “Sudah ada video call segala aplikasi. Tidak ada jarak dan batas lagi lewat teknologi canggih gawai,” katanya.

Baca Juga :  Vedriq Atlet Panjang Tebing Kalbar Pecahkan Rekor Dunia

Pemerintah sebelumnya, telah memutuskan melarang aktivitas mudik Lebaran tahun 2021. Informasi seputar larangan mudik ini masih banyak ditunggu masyarakat. Pasalnya, tahun lalu pemerintah sudah menerapkan kebijakan semua ketika tahun 2020 mudik dilarang juga. Kini, sebagian besar masyarakat bisa saja sudah mempunyai rencana mudik tahun 2021 karena rindu kampung halaman.

Pemerintah sudah memutuskan mudik dilarang berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga terkait di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (26/3) kemarin. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi sebelumnya, yakni pada beberapa kali masa libur panjang, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru 2020. “Sesuai arahan Bapak Presiden dan hasil keputusan rapat koordinasi tingkat menteri maka ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan,” ujarnya kemarin.(den)

Most Read

Polsek Ledo Bagikan Masker kepada Warga

Pelaku Penyiraman Air Keras Dibekuk

Mutakhirkan Data 265.000 Pelanggan

Bangga dengan POM Sanggau

Artikel Terbaru

/