alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Cari Alternatif Pengganti Nasi

PONTIANAK – Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai diversifikasi pangan perlu dilakukan seandainya suatu saat nanti beras sulit didapat. Demikian dikatakannya, usai sosialisasi dan pelatihan diversifikasi pangan yang diikuti oleh 29 pengurus PKK kelurahan se-Kota Pontianak di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Selasa (30/3).

“Sebagian besar masyarakat masih mengandalkan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Padahal beragam hasil pertanian selain nasi juga bisa dijadikan makanan pokok,” ujar Wako.

Adanya diversifikasi pangan, menurut dia, bisa dibahas alternatif makanan lain sebagai pengganti nasi. Sehingga, harapan dia, ke depan, bakal ada bahan baku pokok selain nasi.

Untuk itu, kata Edi, dibutuhkan inovasi dan kreativitas dalam menciptakan makanan sesuai standar kebutuhan tubuh, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Adanya sosialisasi dan pelatihan diversifikasi pangan ini, diharapkan dia, menjadikan para peserta mendapatkan pemahaman serta penambahan wawasan, terkait pentingnya diversifikasi pangan bagi keluarga. “Karena kita ketahui pandemi Covid-19 mengharuskan kita untuk selalu bugar dan sehat sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh,” terangnya.

Baca Juga :  Sekda Soroti Masalah Pangan Pemicu Inflasi

Imunitas tubuh, menurut dia, tidak hanya didapat dari vaksinasi, nutrisi, dan gizi makanan, tapi juga menjadi bagian dari membentuk imunitas. Bagi sebagian masyarakat, tak dipungkiri dia, ada yang belum memahami pentingnya gizi makanan. Makanan, dijelaskan dia, tidak semata yang mengenyangkan saja. Namun, dipertegas dia, bagaimana makanan itu bisa memenuhi kebutuhan gizi. Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan dia, para peserta akan mengetahui makanan pengganti yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan gizi. “Ada makanan yang bisa dikombinasikan, sehingga pemenuhan kebutuhan gizi bisa tercapai,” jelasnya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak Bintoro menuturkan, program diversifikasi pangan, selain budidaya dan memanfaatkan pekarangan, juga dalam upaya meningkatkan konsumsi pangan nonberas. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, menurut dia, telah mengalokasikan bantuan bagi nelayan dan petani yang gagal panen. “Bantuan tersebut subsidi budidaya ikan lele dan nila. Kemudian juga dibantu alat untuk budidaya peralatan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dorong Diversifikasi Pangan

Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan bibit tanaman seperti sayuran, termasuk bantuan alat transportasi seperti argo dan kendaraan bermotor roda tiga. “Kami juga mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat melalui DAK maupun APBN,” ucap Bintoro. (iza)

PONTIANAK – Wali Kota (Wako) Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai diversifikasi pangan perlu dilakukan seandainya suatu saat nanti beras sulit didapat. Demikian dikatakannya, usai sosialisasi dan pelatihan diversifikasi pangan yang diikuti oleh 29 pengurus PKK kelurahan se-Kota Pontianak di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota, Selasa (30/3).

“Sebagian besar masyarakat masih mengandalkan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Padahal beragam hasil pertanian selain nasi juga bisa dijadikan makanan pokok,” ujar Wako.

Adanya diversifikasi pangan, menurut dia, bisa dibahas alternatif makanan lain sebagai pengganti nasi. Sehingga, harapan dia, ke depan, bakal ada bahan baku pokok selain nasi.

Untuk itu, kata Edi, dibutuhkan inovasi dan kreativitas dalam menciptakan makanan sesuai standar kebutuhan tubuh, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Adanya sosialisasi dan pelatihan diversifikasi pangan ini, diharapkan dia, menjadikan para peserta mendapatkan pemahaman serta penambahan wawasan, terkait pentingnya diversifikasi pangan bagi keluarga. “Karena kita ketahui pandemi Covid-19 mengharuskan kita untuk selalu bugar dan sehat sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh,” terangnya.

Baca Juga :  Belum Ada Lonjakan Harga Pangan, Komoditas Telur Jadi Atensi

Imunitas tubuh, menurut dia, tidak hanya didapat dari vaksinasi, nutrisi, dan gizi makanan, tapi juga menjadi bagian dari membentuk imunitas. Bagi sebagian masyarakat, tak dipungkiri dia, ada yang belum memahami pentingnya gizi makanan. Makanan, dijelaskan dia, tidak semata yang mengenyangkan saja. Namun, dipertegas dia, bagaimana makanan itu bisa memenuhi kebutuhan gizi. Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, diharapkan dia, para peserta akan mengetahui makanan pengganti yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan gizi. “Ada makanan yang bisa dikombinasikan, sehingga pemenuhan kebutuhan gizi bisa tercapai,” jelasnya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak Bintoro menuturkan, program diversifikasi pangan, selain budidaya dan memanfaatkan pekarangan, juga dalam upaya meningkatkan konsumsi pangan nonberas. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, menurut dia, telah mengalokasikan bantuan bagi nelayan dan petani yang gagal panen. “Bantuan tersebut subsidi budidaya ikan lele dan nila. Kemudian juga dibantu alat untuk budidaya peralatan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sekda Soroti Masalah Pangan Pemicu Inflasi

Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan bibit tanaman seperti sayuran, termasuk bantuan alat transportasi seperti argo dan kendaraan bermotor roda tiga. “Kami juga mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat melalui DAK maupun APBN,” ucap Bintoro. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/