alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Di Tengah Pandemi, Kampung Donor Darah Lahir dari Didis Permai

Di tengah pandemi Covid-19 stok darah di PMI sempat mengalami penurunan. Situasi ini tentu menyulitkan. Adanya pencanangan Kampung Donor di Komplek Didis Permai, Daerah Timur Pontianak adalah satu terobosan. Kelak, bukan tak mungkin dari terobosan ini, juga menular ke daerah lain.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Di tengah pandemi Covid-19 segalanya berdampak. Termasuk jumlah pendonor darah ikutan menurun. Dari informasi PMI Kota Pontianak, turunnya jumlah pendonor saat pandemi mencapai 50 persen.

Kondisi tersebut turut berimbas pada stok kantong darah di PMI Pontianak. Berbagai upaya telah dilakukan PMI guna mencukupi kebutuhan darah yang bisa mencapai 150 kantong darah perhari. Sosialisasi sudah pasti. Jemput bola apalagi. Sering. Semuanya dilakukan guna mencukupi kebutuhan darah di Kota Pontianak.

Belum lama ini, terobosan dilakukan oleh warga Komplek Didis Permai, RT 03 RW 15, Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur. Terobosan yang dilakukan dengan mencanangkan komplek tersebut sebagai kampung donor.

Baca Juga :  Akhirnya, Masuk Kalbar Cukup Gunakan Tes Antigen

Orang nomor satu Pontianak, Edi Rusdi Kamtono ikut hadir dalam kegiatan itu. Senyum simpul pun keluar. Ia memandang, terobosan ini dapat membantu kerja PMI untuk menyediakan stok darah di Kota Pontianak.

Pada kegiatan pencanangan Kampung Donor itu. Juga dilakukan donor darah. Tercatat, dari 105 pendonor, mampu terkumpul 95 kantong darah.

Edi menaruh banyak harapan dengan adanya Kampung Donor. Salah satunya, terobosan ini bisa dicontoh kelurahan lain di Pontianak. “Kita berharap masing-masing wilayah membentuk kampung donor darah sebagai wujud kepedulian sosial,” ujarnya.

Menurutnya, di Kota Pontianak kebutuhan darah setiap harinya mencapai 150 kantong darah. Jumlah tersebut tidak bisa dipenuhi keseluruhan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak yang hanya mampu menyediakan sekitar 70 hingga 80 kantong darah. “Darah ini tidak bisa diproduksi dengan mesin, melainkan hanya dari tubuh manusia. Oleh sebab itu kita terus mensosialisasikan kepada siapapun untuk mendonorkan darahnya demi kemanusiaan,” tuturnya.

Baca Juga :  Banteng Gowes Kalbar

Edi menambahkan, bagi mereka yang telah mendonorkan darahnya akan didata dalam database pendonor. Sehingga ketika dibutuhkan, para pendonor tersebut bisa dihubungi untuk kesediaan mendonorkan darahnya. “Karena setiap orang yang mendonorkan darahnya tidak bisa dilakukan setiap hari, tetapi harus ada rentang waktu antara 3-4 bulan,” terangnya.

Lurah Saigon, Yuspriati menuturkan, keberadaan Kampung Donor Darah ini akan semakin memudahkan, tersistematis dan mendekatkan kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan kemanusiaan ini. Para pegiat dan relawan kampung donor diharap tidak hanya semata mendonorkan darah saja, tetapi juga menjalin komunikasi dan terorganisasi untuk mengajak, mengedukasi dan mensosialisasikan manfaat donor darah kepada masyarakat di lingkungannya. (*)

Di tengah pandemi Covid-19 stok darah di PMI sempat mengalami penurunan. Situasi ini tentu menyulitkan. Adanya pencanangan Kampung Donor di Komplek Didis Permai, Daerah Timur Pontianak adalah satu terobosan. Kelak, bukan tak mungkin dari terobosan ini, juga menular ke daerah lain.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Di tengah pandemi Covid-19 segalanya berdampak. Termasuk jumlah pendonor darah ikutan menurun. Dari informasi PMI Kota Pontianak, turunnya jumlah pendonor saat pandemi mencapai 50 persen.

Kondisi tersebut turut berimbas pada stok kantong darah di PMI Pontianak. Berbagai upaya telah dilakukan PMI guna mencukupi kebutuhan darah yang bisa mencapai 150 kantong darah perhari. Sosialisasi sudah pasti. Jemput bola apalagi. Sering. Semuanya dilakukan guna mencukupi kebutuhan darah di Kota Pontianak.

Belum lama ini, terobosan dilakukan oleh warga Komplek Didis Permai, RT 03 RW 15, Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur. Terobosan yang dilakukan dengan mencanangkan komplek tersebut sebagai kampung donor.

Baca Juga :  Bocah 12 Tahun Tenggelam di Kolam Renang

Orang nomor satu Pontianak, Edi Rusdi Kamtono ikut hadir dalam kegiatan itu. Senyum simpul pun keluar. Ia memandang, terobosan ini dapat membantu kerja PMI untuk menyediakan stok darah di Kota Pontianak.

Pada kegiatan pencanangan Kampung Donor itu. Juga dilakukan donor darah. Tercatat, dari 105 pendonor, mampu terkumpul 95 kantong darah.

Edi menaruh banyak harapan dengan adanya Kampung Donor. Salah satunya, terobosan ini bisa dicontoh kelurahan lain di Pontianak. “Kita berharap masing-masing wilayah membentuk kampung donor darah sebagai wujud kepedulian sosial,” ujarnya.

Menurutnya, di Kota Pontianak kebutuhan darah setiap harinya mencapai 150 kantong darah. Jumlah tersebut tidak bisa dipenuhi keseluruhan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak yang hanya mampu menyediakan sekitar 70 hingga 80 kantong darah. “Darah ini tidak bisa diproduksi dengan mesin, melainkan hanya dari tubuh manusia. Oleh sebab itu kita terus mensosialisasikan kepada siapapun untuk mendonorkan darahnya demi kemanusiaan,” tuturnya.

Baca Juga :  Lansia Tervaksinasi Baru Capai 13,55 Persen

Edi menambahkan, bagi mereka yang telah mendonorkan darahnya akan didata dalam database pendonor. Sehingga ketika dibutuhkan, para pendonor tersebut bisa dihubungi untuk kesediaan mendonorkan darahnya. “Karena setiap orang yang mendonorkan darahnya tidak bisa dilakukan setiap hari, tetapi harus ada rentang waktu antara 3-4 bulan,” terangnya.

Lurah Saigon, Yuspriati menuturkan, keberadaan Kampung Donor Darah ini akan semakin memudahkan, tersistematis dan mendekatkan kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan kemanusiaan ini. Para pegiat dan relawan kampung donor diharap tidak hanya semata mendonorkan darah saja, tetapi juga menjalin komunikasi dan terorganisasi untuk mengajak, mengedukasi dan mensosialisasikan manfaat donor darah kepada masyarakat di lingkungannya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/