alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Dewan; BBM Tidak Boleh Langka

PONTIANAK–Sempat langkahnya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU sejak Minggu (29/8) hingga Senin (30/8) kemarin, juga menjadi perhatian wakil rakyat di DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Subhan Nur misalnya menyebutkan bahwa kelangkaan seperti begini tidak boleh terjadi. “Kalau terjadi, jelas bakalan menganggu perekonomian masyarakat,” katanya di Pontianak.

Menurutnya Komisi V DPRD Kalbar beberapa hari sebelumnya pernah melakukan rapat kerja atau rapat koordinasi dengan PT.Pertamina dan Hiswana Migas Kalimantan Barat. Dalam rapat tersebut membahas banyak hal termasuk jalur distribusi sampai ke daerah. “Ekh, sekarang baru kita dengar warga mengeluh. Harus segera diatasi. Tidak boleh lama dibiarkan,” katanya.

Sebelumnya memang sejumlah warga Kota Pontianak mengeluhkan langkanya bahan bakar minyak jenis Pertalite di sejumlah SPBU. Andri, seorang warga misalnya menyebut sudah dua kali pindah SPBU untuk mencari Pertalite, namun stoknya kosong. “Pertama di SPBU Jl Imam Bonjol lalu di Jl Paris II stoknya habis. Terpaksa saya isi Pertamax,” sebut dia.

Baca Juga :  BBM Satu Harga di Pulau Maya

Menurutnya, Pertalite adalah jenis BBM yang selalu digunakannya setiap hari. Lantaran harganya terbilang jauh lebih murah ketimbang Pertamax.

“Setelah premium langka, Pertalite jadi BBM andalan saya,” ungkap pengendara sepeda motor ini.

Hal serupa diungkapkan Saiful. Dia juga tidak menemukan Pertalite di Jalan Sepakat, lalu pindah ke SPBU Kota Baru. “Tidak apa-apa isi Pertamax kalau sesekali. Tapi kalau seterusnya Pertalite langka, tentu memberatkan karena harganya yang mahal. Mudah-mudahan besok sudah ada,” ucapnya.

Unit manager Communication, Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) Kalimantan Susanto August Satria menyebut, kosongnya pasokan Pertalite di sejumlah SPBU bukan karena kelangkaan. BBM dengan identitas warna hijau tersebut sedang dalam masa pengiriman dari terminal BBM Pontianak ke SPBU. Sehingga stok kosong tidak akan berlarut.

Baca Juga :  Juli, Pemprov Kalbar Bentuk CSIRT

Pihaknya memohon kepada konsumen untuk bersabar dan menyarankan warga mengisi ulang BBM dengan jenis lain yang ramah lingkungan.

“Sementara dalam masa pengiriman, mungkin konsumen bisa menuju SPBU lainnya atau dapat mencoba jenis BBM Ramah lingkungan lainnya,” jelasnya.

Subhan melanjutkan bahwa BBM jenis pertalite sudah menjadi sahabat pengemudi roda dua dan empat beraktivitas ekonomi. Masalahnya harga murah dan terjangkau, karena jarang ada premium atau bensin di SPBU sudah menjadi pilihan masyarakat. “Pertalite adalah BBM favorit. Kami minta tidak boleh ada kelangkaan. Kalau terjadi, kami bakalan panggil kembali Pertamina Kalbar,” ujar dia.(den)

PONTIANAK–Sempat langkahnya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU sejak Minggu (29/8) hingga Senin (30/8) kemarin, juga menjadi perhatian wakil rakyat di DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Subhan Nur misalnya menyebutkan bahwa kelangkaan seperti begini tidak boleh terjadi. “Kalau terjadi, jelas bakalan menganggu perekonomian masyarakat,” katanya di Pontianak.

Menurutnya Komisi V DPRD Kalbar beberapa hari sebelumnya pernah melakukan rapat kerja atau rapat koordinasi dengan PT.Pertamina dan Hiswana Migas Kalimantan Barat. Dalam rapat tersebut membahas banyak hal termasuk jalur distribusi sampai ke daerah. “Ekh, sekarang baru kita dengar warga mengeluh. Harus segera diatasi. Tidak boleh lama dibiarkan,” katanya.

Sebelumnya memang sejumlah warga Kota Pontianak mengeluhkan langkanya bahan bakar minyak jenis Pertalite di sejumlah SPBU. Andri, seorang warga misalnya menyebut sudah dua kali pindah SPBU untuk mencari Pertalite, namun stoknya kosong. “Pertama di SPBU Jl Imam Bonjol lalu di Jl Paris II stoknya habis. Terpaksa saya isi Pertamax,” sebut dia.

Baca Juga :  Masyhudi Akan Tindak Tegas Pihak yang Korupsi Dana Covid-19

Menurutnya, Pertalite adalah jenis BBM yang selalu digunakannya setiap hari. Lantaran harganya terbilang jauh lebih murah ketimbang Pertamax.

“Setelah premium langka, Pertalite jadi BBM andalan saya,” ungkap pengendara sepeda motor ini.

Hal serupa diungkapkan Saiful. Dia juga tidak menemukan Pertalite di Jalan Sepakat, lalu pindah ke SPBU Kota Baru. “Tidak apa-apa isi Pertamax kalau sesekali. Tapi kalau seterusnya Pertalite langka, tentu memberatkan karena harganya yang mahal. Mudah-mudahan besok sudah ada,” ucapnya.

Unit manager Communication, Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) Kalimantan Susanto August Satria menyebut, kosongnya pasokan Pertalite di sejumlah SPBU bukan karena kelangkaan. BBM dengan identitas warna hijau tersebut sedang dalam masa pengiriman dari terminal BBM Pontianak ke SPBU. Sehingga stok kosong tidak akan berlarut.

Baca Juga :  Pertalite Aman, Imbau Gunakan Pertamax

Pihaknya memohon kepada konsumen untuk bersabar dan menyarankan warga mengisi ulang BBM dengan jenis lain yang ramah lingkungan.

“Sementara dalam masa pengiriman, mungkin konsumen bisa menuju SPBU lainnya atau dapat mencoba jenis BBM Ramah lingkungan lainnya,” jelasnya.

Subhan melanjutkan bahwa BBM jenis pertalite sudah menjadi sahabat pengemudi roda dua dan empat beraktivitas ekonomi. Masalahnya harga murah dan terjangkau, karena jarang ada premium atau bensin di SPBU sudah menjadi pilihan masyarakat. “Pertalite adalah BBM favorit. Kami minta tidak boleh ada kelangkaan. Kalau terjadi, kami bakalan panggil kembali Pertamina Kalbar,” ujar dia.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/