alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

PLN Beri Bantuan Rp253 Juta

PLN UIW Kalimantan Barat menyerahkan bantuan sebesar Rp253 juta untuk bantuan Sarana dan Prasarana Kampung Literasi, Pengembangan Bank Sampah Rosella, Pelatihan Wirausaha Disabilitas dan Pengembangan Desa Wisata.

Bantuan ini disalurkan melalui program PLN Peduli. Bantuan tersebut diberikan bersamaan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang digelar di Rumah Pintar, Rasau, Kabupaten Kubu Raya pada Rabu (30/10).

Bantuan diberikan masing-masing senilai Rp50 juta untuk Sarana dan Prasarana Kampung Literasi Selamat, Rp53 juta untuk Pengembangan Bank sampah Rosella, Rp100 juta untuk Pelatihan Wirausaha Disabilitas dan Rp50 juta untuk Pengembangan Desa Wisata Rajati Flower Garden. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji kepada para penerima program PLN Peduli.

Baca Juga :  Lonjakan Kasus Covid-19, PLN Jaga Keandalan Listrik Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan

General Manager PLN UIW Kalimantan Barat, Agung Murdifi, mengatakan bahwa bantuan diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat.

“Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional, kami menyerahkan beberapa bantuan yang semoga bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan wujud tanggung jawab sosial PLN,” ungkap Agung.

Ia menambahkan, pemberian bantuan seperti Kampung Literasi dapat membantu meningkatkan minat membaca bagi masyarakat.

“Kegiatan membaca merupakan pondasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh, serta membentuk masyarakat pembelajar. Di kampung literasi ini memiliki enam kecakapan literasi yakni literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), literasi keuangan serta literasi budaya dan kewarganegaraan,” tambah Agung.

Baca Juga :  TPID Lakukan Antisipasi Gejolak Harga

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengapresiasi upaya PLN karena turut membangun masyarakat Kalimantan Barat melalui program PLN Peduli.

“Terimakasih kepada PLN karena sudah turut serta untuk membangun masyarakat Kalimantan Barat melalui program PLN Pedulinya, semoga dapat dimanfaatkan penerima bantuan dengan baik,” ungkap Midji.

Pihaknya mengatakan bahwa Hari Aksara Internasional, berkaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), karena lamanya orang belajar di Kalimantan Barat baru mencapai 7,2 tahun. Sementara harapan untuk pendidikan lanjutan bagi anak yang berumur 18 tahun ke bawah itu sudah mencapai 16 tahun dan itu sudah bagus, tetapi untuk usia 25 tahun ke atas rata-rata baru sekitar 7,2 tahun. (mse/r)

PLN UIW Kalimantan Barat menyerahkan bantuan sebesar Rp253 juta untuk bantuan Sarana dan Prasarana Kampung Literasi, Pengembangan Bank Sampah Rosella, Pelatihan Wirausaha Disabilitas dan Pengembangan Desa Wisata.

Bantuan ini disalurkan melalui program PLN Peduli. Bantuan tersebut diberikan bersamaan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang digelar di Rumah Pintar, Rasau, Kabupaten Kubu Raya pada Rabu (30/10).

Bantuan diberikan masing-masing senilai Rp50 juta untuk Sarana dan Prasarana Kampung Literasi Selamat, Rp53 juta untuk Pengembangan Bank sampah Rosella, Rp100 juta untuk Pelatihan Wirausaha Disabilitas dan Rp50 juta untuk Pengembangan Desa Wisata Rajati Flower Garden. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji kepada para penerima program PLN Peduli.

Baca Juga :  PLN Peduli Bantu Perbaiki Sekolah di Sanggau

General Manager PLN UIW Kalimantan Barat, Agung Murdifi, mengatakan bahwa bantuan diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat.

“Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional, kami menyerahkan beberapa bantuan yang semoga bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan wujud tanggung jawab sosial PLN,” ungkap Agung.

Ia menambahkan, pemberian bantuan seperti Kampung Literasi dapat membantu meningkatkan minat membaca bagi masyarakat.

“Kegiatan membaca merupakan pondasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang utuh, serta membentuk masyarakat pembelajar. Di kampung literasi ini memiliki enam kecakapan literasi yakni literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), literasi keuangan serta literasi budaya dan kewarganegaraan,” tambah Agung.

Baca Juga :  PLN Peduli Bantu UMKM Peroleh Sertifikat Halal

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengapresiasi upaya PLN karena turut membangun masyarakat Kalimantan Barat melalui program PLN Peduli.

“Terimakasih kepada PLN karena sudah turut serta untuk membangun masyarakat Kalimantan Barat melalui program PLN Pedulinya, semoga dapat dimanfaatkan penerima bantuan dengan baik,” ungkap Midji.

Pihaknya mengatakan bahwa Hari Aksara Internasional, berkaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), karena lamanya orang belajar di Kalimantan Barat baru mencapai 7,2 tahun. Sementara harapan untuk pendidikan lanjutan bagi anak yang berumur 18 tahun ke bawah itu sudah mencapai 16 tahun dan itu sudah bagus, tetapi untuk usia 25 tahun ke atas rata-rata baru sekitar 7,2 tahun. (mse/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/