Pengerjaan pelebaran akses jalan tepat di simpang empat lampu merah Kecamatan Pontianak Utara yang telah diselesaikan Pemerintah Kota Pontianak akhir Desember lalu, kini menimbulkan masalah baru. Diduga tidak memiliki saluran, dibeberapa bagian jalan justru menimbulkan kubangan air.
MIRZA, Pontianak
ANGGOTA DPRD Kota Pontianak, daerah pilihan Kecamatan Pontianak Utara, Mardiana menuturkan, sudah sejak awal Januari keberadaan kubangan air persis di dekat pengerjaan pelebaran jalan turun arah duplikasi Jembatan Landak ini. “Bahkan kubangan air itu, hampir memakan badan jalan. Posisinya tak jauh dari lampu merah,” terang Mardiana, Rabu (20/1).
Menurut Mardiana, kubangan air yang muncul disebabkan ketiadaan saluran di dekat lokasi pelebaran jalan. Akibatnya, ketika hujan turun deras, air menggenang. Kondisi semakin parah, karena genangan air ini sudah memakan sebagian badan jalan lampu merah.
Pertanyaan muncul dari mulut politisi Golkar itu. Soal perencanaan awal pelebaran jalan oleh pelaksana kerja, apakah tidak menempatkan saluran sebagai penyeimbangnya.
Kubangan air ini kata dia sudah terjadi sejak minggu lalu. Ia mengetahui hal tersebut, karena sehari-hari selalu melewati jalur ini ketika pulang ke rumah. Namun anehnya volume genangan air ini tidak lantas surut.
Mardiana melanjutkan, persoalan kubangan air yang tidak miliki saluran drainase ini bakal memunculkan masalah sosial baru. Jika tidak segera ditangani, keselamatan pengendara menjadi taruhan ketika melewati jalur tersebut. Karena kubangan air ini sekarang sudah sampai disebagian badan jalan lampu merah. “Jelas menggangu aktivitas lalu lintas,” ujarnya.
Persoalan ini kata dia, akan diadukan ke Komisi II. Perwakilan PU hendaknya dapat menjelaskan kenapa kubangan air ini justru muncul. Kalaupun Pemkot Pontianak miliki rencana untuk menata jalur tersebut di tahun ini, hendaknya persoalan saluran air mesti diselesaikan lebih dulu.
Penjaga Kios Bensin tak jauh dari lokasi kubangan air, Beny menuturkan bahwa genangan sudah ada sejak pelebaran jalan selesai dikerjakan. Persisnya sebelum tahun baru. “Jika hujan lebat, genangan meluber sampai ke jalan. Mungkin karena tidak ada saluran pembuangan airnya,” ucapnya.
Riska, pengguna jalan yang kerap melintas di jalur tersebut membenarkan, soal kubangan air ini sudah terjadi sejak minggu lalu. Sebagai pengendara ia berharap volume air yang ada di kubangan tersebut tidak semakin meluber. Jika dilihat, air di kubangan tersebut sekarang mulai menjalar ke badan jalan dekat lampu merah. Bagi pengendara, utamanya yang akan menuju ke Jalan 28 Oktober sudah tentu terganggu.
Mudah-mudahan kubangan air yang muncul ini dapat segera ditangani oleh Pemkot Pontianak. Dengan demikian, akses pengendara dalam berlalu lintas tidak terlalu terhambat.(*) Editor : Super_Admin