PONTIANAK - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Barat, H. Subhan Nur memuji langkah pemerintah Republik Indonesia yang sudah meresmikan duplikasi Jembatan Kapuas 1 di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (21/3) pagi melalui Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).
"Harus dukung program ini. Sebab, keberadaan jembatan dengan panjang 430 meter ini bakalan membawa reformasi lalu lintas di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat. Salah satunya paling vital adalah mengurai kemacetan lalu lintas penghubung wilayah utara, timur dan selatan Kota Pontianak," ucapnya baru-baru ini di Pontianak.
Komisi IV DPRD Kalbar sendiri bahkan berharap bakalan lagi banyak jembatan-jembatan strategis yang dibangun di wilayah Kota Pontianak dan Kalimantan Barat.
"Jelas, pembangunan Kota Pontianak kedepannya bakalan masif, penuh warna warni dengan infrastruktur segala bidang. Jadi sektor transportasi dan lalu lintas bakalan mempengaruhi warna pembangunan daerah ini. Kalbar masih banyak membutuhkan program-program infrastruktur jembatan dan terutama jalan-jalan," ucapnya.
Untuk tahapan berikutnya, politisi Nasdem Kalbar ini mendukung langkah pemerintah pusat yang sering digaungkan wakil rakyat DPR RI dapil Kalbar guna memulai proyek pelebaran jalan terhubung dengan jembatan tersebut. Yakni mulai dari Jalan Sultan Hamid II menuju Jalan Gusti Situt Mahmud, seiring dengan dilakukannya manajemen lalu lintas yang ada. Pemerintah pusat juga diharapkan dapat memulai pembangunan jalan tol Pontianak-Singkawang.
"Khusus tahap pertama, rute Pontianak-Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah sudah dalam tahap lelang dan feasibility study (studi kelayakan), termasuk analisis dampak lingkungan (amdal).
Harapan kami, anggarannya ada dan dapat dilelang kementerian PUPR di Jakarta. Artinya, dukungan pembangunannya bakalan lebih masif lagi," ucapnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas 1 yang membentang di Sungai Kapuas Kapuas ini, dibangun tahun jamak mulai 2022 hingga 2024.
Jembatan dengan panjang 430 meter, dan lebar delapan meter itu menelan anggaran pembangunan sebesar Rp 275,7 miliar. Jembatan ini paling ditunggu masyarakat karena diharapkan dapat menjadi pengurai kemacetan di sekitar wilayah tersebut.(den)
Editor : A'an