PONTIANAK - Sebanyak 1500 penari ikut serta dalam kegiatan Kalbar Menari inisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, di Halaman Pendopo Gubernur Kalbar Senin (29/4). Dua tarian yaitu tari jonggan dan tandak Sambas ditampilkan dengan melibatkan para tamu yang hadir.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Rita Hastarita menjelaskan terdapat 1500 penari yang berasal dari gabungan sanggar, komunitas, paguyuban, Aparatur Sipil Negara, pelajar dan mahasiswa perguruan tinggi ikut serta dalam kegiatan ini.
Dipaparkannya dukungan itu dari 22 Sekolah, 17 Komunitas, 17 Sanggar termasuk hadir juga dari Kota Pontianak, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sambas, Kota Singkawang dan Kabupaten Mempawah serta 5 Paguyuban Etnis di Kalimantan Barat. "Total peserta kegiatan Kalbar Menari Tahun 2024 sekitar 1500 penari," ujarnya.
Dikegiatan menari bersama tersebut menarikan dua tarian yaitu tari jonggan dan tandak Sambas. Tarian ini juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kemendikbudristek.
Dia melanjutkan gelar Kalbar Menari dilaksanakan untuk memperingati Hari Tari Sedunia yang diperingati setiap 29 April setiap tahunnya.
Kemudian kegiatan Kalbar Menari merupakan kali pertama dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Adapun tema yang diangkat adalah ”Serentak Menari, Bergerak Bahagiakan Bumi”.
Tema ini diambil untuk mendukung program nasional dan dunia dalam rangka green energi dan green ekonomi.
"Kita perlu menjaga bumi dengan seluruh elemen yang ada di dalamnya termasuk juga kreasi seni agar dapat dilestarikan dan dinikmati oleh generasi penerus di masa yang akan datang," kata Rita.
Secara keseluruhan tarian yang ditampilkan terdiri dari Tari Tradisi, Tari Kontemporer, dan Tari Kreasi sebanyak 56 jenis tarian. Kesemuanya itu dipentaskan secara bergantian di empat panggung yang sudah disiapkan yaitu satu panggung utama dan tiga panggung kecil di area trotoar depan Pendopo Gubernur Kalimantan Barat.
Tujuan kegiatan ini selain melestarikan tarian yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, juga untuk memberikan ruang kreativitas kepada pelaku seni tari di Kalimantan Barat serta mengenalkan seni tari ke generasi muda serta masyarakat secara luas agar termotivasi dan merasakan kebanggaan tersendiri dalam upaya pelestarian seni tari khususnya yang ada di Kalimantan Barat.(iza)
Editor : A'an