Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dampak Banjir, Harga Bangunan dan Tanah Bisa Ikut Merosot

A'an • Minggu, 15 Desember 2024 | 13:55 WIB
GENDONG ANAK: Seorang ibu menggendong anaknya melewati banjir rob di Gang Hijrah, Jalan Parit Haji Husin 1. Sejumlah kawasan rendah di Kota Pontianak terendam air akibat tingginya pasang air laut.
GENDONG ANAK: Seorang ibu menggendong anaknya melewati banjir rob di Gang Hijrah, Jalan Parit Haji Husin 1. Sejumlah kawasan rendah di Kota Pontianak terendam air akibat tingginya pasang air laut.

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak mesti mencari strategi dalam upaya mencegah terjadinya banjir yang kondisinya kini sudah menjadi. Bila tak tertangani dengan baik, dampak dari banjir bakal menyebabkan banyak kerugian. Salah satunya nilai bangunan di kawasan daerah banjir semakin merosot. Salah satu warga Kota Pontianak yang tinggal di daerah rawan banjir, Wahyu menuturkan, dalam beberapa tahun ini setiap hujan dengan intensitas tinggi beberapa wilayah seperti di Sungai Raya Dalam, Parit Haji Husin, Perdana, Purnama mengalami banjir. Dampak dari banjir ini cukup memprihatinkan, sebab air sampai masuk ke rumah-rumah masyarakat.

Kejadian ini terjadi dimungkinkan karena jalan-jalan ditinggikan, sehingga terimbas pada rumah-rumah warga yang keberadaannya justru rendah dari muka jalan. Kejadian ini ketika hujan turun dengan deras, lalu disertai dengan pasang air laut, membuat banyak rumah masyarakat terdampak.

Akibat dari kejadian ini,  kerugian sudah pasti dirasakan oleh masyarakat. Rumah kemasukan air, kondisi bangunan yang dihantam air juga dapat merusak kondisi bangunan masyarakat. Belum lagi kerugian lainnya. “Masyarakat Pontianak sekarang dihadapkan ini,” ujarnya.

Selain itu, bagi wilayah terdampak banjir, apalagi bila airnya sampai masuk rumah, bila kondisinya dibiarkan tanpa ada gebrakan secara serius dari pemerintah, ke depan juga berpengaruh pada menurunnya nilai jual beli bangunan di wilayah itu.

Dia melanjutkan nilai jual tanah dan bangunan di daerah yang dulunya strategis, jika banjir terus menghantui bisa-bisa ke depan nilainya akan turun dan merosot. “Masyarakat sebagai calon pembeli juga akan melakukan survey sebelum beli bangunan. Salah satu patokannya apakah daerah ini bebas banjir,” ujarnya.

Ini menjadi tantangan bagi pemerintah ke depan. Solusi bukan hanya dengan melakukan normalisasi parit dan peninggian jalan lalu mensosialisasikan masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan. mesti ada tindak lanjut dan perhatian lebih khusus lagi dalam upaya penanganan banjir di Kota Pontianak.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dapil Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar mengungkap, selama reses paling banyak aduan masyarakat yang diterima adalah masalah banjir.

Menurutnya, dalam upaya penanganan banjir di Kota Pontianak, pemerintah mesti lebih intens melakukan normalisasi parit. Kemudian pengerukan parit di daerah rawan banjir harus lebih sering dilakukan.

Dia juga minta Pemkot Pontianak melakukan pemetaan banjir di semua wilayah Pontianak. Dangan data peta rawan banjir tersebut menjadi dasar pemerintah dalam upaya penanganan banjir yang ke depan dipandangnya akan semakin menantang.(iza)

Editor : A'an
#pemkot pontianak #banjir