PONTIANAK POST - Wakil Ketua Pemuda Pancasila Kalbar, Mikhael Rafly, mengatakan hasil pemantauan dari PAC PP, masih ditemukan beredarnya rokok illegal yang disebutkan berasal dari Malaysia. Dia juga menyebutkan kemungkinan perlu tidaknya langkah intervensi dalam menyelesaikan persoalan itu.
Rokok ilegal yang diperjualbelikan di kawasan perbatasan itu, kata Mikhael, bungkusnya tanpa dilengkapi dengan pita cukai. Diduga pintu masuk rokok bermerek ERA, dari kawasan perbatasan.
Pihaknya menyesalkan tidak adanya tindakan atau langkah serius dari aparat hukum dan pihak Bea Cukai untuk menertibkan aksi tersebut. Hal ini diungkapkannya, Jumat (11/4).
Menurut dia, beberapa waktu sebelumnya persoalan tersebut memang sempat mencuat ke permukaaan dan ada langkah yang dilakukan. Namun, beredarnya “rokok polos” tersebut tetap terjadi yang juga merambah ke Kota Pontianak.
“Pengawasan di daerah perbatasan yang diduga jadi pintu masuknya, perlu dievaluasi dan diperketat kembali, agar tidak terjadi peredaran barang ilegal yang tidak memberi kontribusi kepada negara Indonesia,” katanya.
Menurut dia, murahnya harga rokok tanpa cukai itu, membuat penyebarannya semakin meluas. Setidaknya ada empat jenis dari merek rokok tersebut yang diduga masuk melewati perbatasan secara illegal.
“Jika sebelumnya sudah ada penindakan yang dilakukan pihak terkait, mengapa produk illegal itu masih ada di pasaran. Tentunya, pihak berwenang pun sudah bisa menghitung, berapa kerugian negara kalau ini tetap terjadi,” katanya.
Dia menyoroti pula sejauh mana kewenangan yang ada di pihak bea cukai itu dapat diintervensi oleh instansi lain, untuk membantu penertiban. Pasalnya, kata Mikhael, dengan kondisi yang terjadi mengisyaratkan bahwa ada ketidakmampuan pihak berwenang pada praktik illegal itu, untuk melakukan penertiban hingga penindakan.
“Jika misalnya ada keterbatasan pihak Bea Cukai untuk melakukan penertiban, barangkali dapat diserahkan pada pihak lain sesuai prosedur hukum yang berlaku. Sedangkan urusan penindakan, menjadi penangan Bea Cukai. Kalau hal seperti ini dapat dilakukan, saya rasa rokok illegal bisa ditangani dengan lebih baik,” katanya. (bas)
Editor : Hanif