Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BPS Kalbar: Angkatan Kerja Februari 2025 Capai 2,91 Juta, TPAK Justru Turun

Novantar Ramses Negara • Jumat, 9 Mei 2025 | 09:15 WIB

 

BPS Kalbar
BPS Kalbar

PONTIANAK POST – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat jumlah angkatan kerja di provinsi ini pada Februari 2025 mencapai 2,91 juta orang, meningkat 37,04 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, meskipun jumlah penduduk bekerja juga naik, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami sedikit penurunan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar, Muhammad Saichudin, menjelaskan bahwa TPAK pada Februari 2025 sebesar 67,64 persen, turun 0,18 persen poin dibanding Februari 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya penurunan proporsi penduduk usia kerja yang terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,23 persen, naik tipis 0,03 persen poin dibanding tahun sebelumnya. Komposisi angkatan kerja terdiri atas 2,79 juta orang yang bekerja dan 123,37 ribu orang yang masih menganggur.

Berdasarkan sektor pekerjaan, lapangan usaha konstruksi mencatatkan peningkatan jumlah tenaga kerja terbesar, yakni 29,94 ribu orang, disusul oleh industri pengolahan (27,14 ribu orang) dan pertambangan serta penggalian (23 ribu orang). Sementara itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mengalami penurunan terbesar sebanyak 31,87 ribu orang, diikuti perdagangan (turun 21,02 ribu orang) dan jasa pendidikan (turun 14,29 ribu orang).

“Tiga sektor utama yang paling banyak menyerap tenaga kerja masih didominasi oleh pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 45,81 persen; perdagangan sebesar 13,92 persen; serta konstruksi sebesar 5,76 persen,” kata dalam siaran berita resmi statistik BPS, kemarin.

Pada Februari 2025, mayoritas penduduk bekerja masih berada di sektor informal, yaitu sebanyak 1,60 juta orang atau 57,44 persen. Angka ini mengalami penurunan 1,35 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya, sementara sektor formal meningkat menjadi 42,56 persen. Buruh/karyawan/pegawai merupakan kelompok status pekerjaan yang paling banyak, mencakup 38,09 persen dari total pekerja.

Sebaliknya, pekerja bebas di luar sektor pertanian merupakan yang paling sedikit, hanya sebesar 3,63 persen. Dibandingkan Februari 2024, terdapat peningkatan pada kelompok pekerja bebas di pertanian, buruh/karyawan, serta pengusaha yang dibantu buruh tetap. Sementara itu, pekerja keluarga dan usaha sendiri mengalami penurunan persentase.

Dari sisi gender, terdapat ketimpangan signifikan dalam partisipasi angkatan kerja. TPAK laki-laki mencapai 83,05 persen, naik 1,50 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, TPAK perempuan mengalami penurunan sebesar 1,94 persen poin menjadi 51,38 persen. Ketimpangan ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap peningkatan partisipasi ekonomi perempuan di Kalimantan Barat.

Secara keseluruhan, penduduk usia kerja di Kalbar pada Februari 2025 mencapai 4,31 juta orang, naik sebanyak 66,24 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar merupakan angkatan kerja, sementara sisanya tergolong bukan angkatan kerja seperti pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga. (mse)

Editor : Hanif
#meningkat #TPAK #kalimantan barat #angkatan kerja #bps