Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Peninggian Jalan Picu Banjir, Warga Pontianak Terjebak Dilema

Mirza Ahmad Muin • Senin, 6 Oktober 2025 | 08:41 WIB
Ilustrasi Banjir/Kekes Pontianak Post
Ilustrasi Banjir/Kekes Pontianak Post

PONTIANAK POST - Peninggian jalan utama dan jalan lingkungan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak setiap tahunnya, kini turut menimbulkan polemik baru. Dampak dari peninggian tersebut, banyak rumah-rumah warga terendam banjir. Di satu sisi jalan semakin tinggi namun sisi lainnya kini, rumah warga terkepung air.

Pantauan Pontianak Post, beberapa daerah di Pontianak, terutama ketika hujan deras disertai dengan pasang air laut, tak sedikit rumah-rumah warga yang terendam banjir. Daerah Jalan Surya di Kecamatan Pontianak Selatan satu diantara wilayah langganan banjir. Ketika dihantam hujan deras disertai pasang air laut, maka rumah warga yang kondisinya sejajar dengan ketinggian jalan, akan menjadi bulan-bulanan hantaman air masuk ke rumah.

Bagi masyarakat mampu, solusi sementaranya dengan meninggikan bagian dalam rumah. Dengan begitu, ketika hujan deras, air hanya sampai di daerah halaman saja. Namun bagi masyarakat yang belum memiliki rezeki untuk meninggikan rumahnya, dipastikan air akan masuk ke dalam rumah.

Kondisi ini kini menjadi persoalan sosial bagi masyarakat Kota Pontianak khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir. Di Jalan Surya malah tak sedikit warganya memutuskan untuk menjual rumahnya. Padahal jika berkaca beberapa tahun lalu, kondisi rumah mereka tampak tinggi dari jalan dan berdiri tegap. Sehingga ketika hujan turun deras, rumah tersebut tak pernah terdampak banjir. Namun kini, cukup banyak rumah-rumah warga yang posisinya sudah sejajar dengan jalan. Bahkan satu dua rumah sudah lebih rendah dari jalan. Ini menjadi ironi masyarakat.

Solusi Pemkot Pontianak dalam upaya pemantapan jalan, ternyata memiliki dampak sosial baru bagi masyarakat. Adanya peninggian jalan itu membuat masyarakat berlomba-lomba mengamankan rumahnya agar tidak terimbas banjir.

Deka salah satu warga di Jalan Purnama membenarkan kondisi tersebut. Kejadian dialaminya saat subuh. Pada waktu itu, tengah malam hujan turun deras. “Saya baru sadar, ketika kaki saya tiba-tiba kebasahan air. Setelah saya lihat, bagian lantai sudah masuk air. Perabot rumah habis. HP saya basah terendam air, karena saat tertidur saya letakkan di lantai,” kenangnya.

Baginya kejadian air masuk rumah ketika hujan deras disertai pasang air laut sudah jamak. Paling dirisaukannya, ketika air lama surut. Kondisi rumah menjadi lembab. Apalagi air itu juga limpahan limbah parit. Menjadi sarang penyakit, terutama kulit. Ini tak baik bagi masyarakat, apalagi ketika ada anak kecil di rumah.

Menurutnya, kondisi ini terjadi setelah jalan lingkungan di kediamannya ditinggikan. Kemudian dibarengi dengan kondisi saluran yang buruk. Alhasil ketika hujan turun deras disertai pasang air laut, rumah kebanjiran. Seingat dia, jika beberapa tahun lalu air tak pernah masuk sampai rumah. Paling hanya di bagian halaman, kalaupun parah paling sampai teras. Namun sejak jalan ditinggikan, rumah semakin rendah. Ditambah drainase buruk, menyebabkan kondisi ini kerap terjadi.

Jika setiap tahun peninggian jalan terus dilakukan, maka rumah warga dalam keadaan rendah dari jalan akan menjadi korban. Sudah semestinya Pemkot Pontianak memikirkan dampak dari peninggian jalan ini. Mungkin ketika jalan lingkungan sudah dalam keadaan mantap, ketika terjadi kerusakan di beberapa bagian, saran dia cukup diperbaiki saja. Karena jika ditinggikan secara keseluruhan tak semua warga mampu mengimbangi kondisi ini. Alhasil rumah warga rendah dan tak mampu meninggikan rumah akan menjadi korban dari banjir yang tiap kali datang. “Dampak sosialnya juga mesti dipikirkan,” keluhnya.(iza)

Editor : Hanif
#pasang air laut #Hujan Deras #peninggian jalan #rumah warga #pontianak #banjir