PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin mengingatkan calon jemaah yang bakal pergi berangkat umroh agar melihat rekam jejak travel yang digunakan untuk keberangkatan. Dia tidak mau, kejadian gagalnya keberangkatan hingga jemaah umroh terlantar dari Kota Pontianak terulang kembali.
“Gagalnya jamaah umroh dari Pontianak hingga terlantar di Surabaya sebetulnya menjadi pembelajaran bagi agen travel umroh untuk lebih betul-betul memberikan pelayanan terbaik pada jemaah yang bakal berangkat umroh,” ujar Satarudin kepada Pontianak Post, Senin (3/11).
Kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat Kota Pontianak agar lebih selektif dalam pemilihan jasa pelayanan travel umroh. Sebab untuk pergi ke tanah suci, mereka juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Patut dicurigai, jika travel pelayanan umroh justru memberikan biaya yang murah untuk para jamaahnya. Ada baiknya, para jemaah melihat kembali rekam jejak dari travel tersebut, kemudian bisa juga menanyakan keluarga atau teman yang pernah menggunakan agen dari travel perjalanan umroh ini. Terutama tentang pelayanan dari mulai keberangkatan, hingga sampai ke tanah suci dan kembali lagi di Pontianak.
Dia prihatin dengan kasus yang terjadi ini. Terlebih jika jemaah terlantar ketika berada di Mekah. Ini bakal menyulitkan untuk pengurusan kepulangannya. Sebab sudah menyangkut antara dua belah negara.
Kemudian untuk persoalan tersebut pastinya akan berlanjut. Sebab ada hak jemaah yang mesti diselesaikan. Apakah pihak travel mengembalikan biaya dari jemaah atau mereka tetap akan memberangkatkan jemaah ini ke tanah suci dengan waktu ditentukan kembali.
Ia berharap, persoalan ini bisa terselesaikan. Jika pun bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan akan lebih baik. Namun jika tidak ada titik temu, mau tak mau persoalannya harus ditempuh melalui jalur hukum.
Sebagai antisipasi agar kejadian ini tidak terulang di kemudian hari, dia minta Kemenag selaku pemberi perizinan jasa travel umroh melakukan evaluasi terhadap keberadaan travel umroh ini.
Jika travel umroh yang memiliki kasus dan membuat perjalanan tidak menyamankan para jemaah umroh, ada baiknya dikaji kembali untuk perizinan nya ke depan. Kesemua dilakukan agar pelayanan umroh ini dapat memberi rasa nyaman bagi para calon jemaah yang bakal berangkat ke tanah suci.(iza)
Editor : Hanif