PONTIANAK POST - Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, angkat bicara terkait isu perbedaan pandangan antara dirinya dengan Gubernur Kalbar yang sempat mencuat ke ruang publik beberapa waktu lalu. Krisantus menegaskan bahwa dirinya memandang situasi tersebut secara positif dan tidak ingin buru-buru menyebutnya sebagai konflik.
Menurut Krisantus, persepsi konflik bisa saja muncul karena sudut pandang yang berbeda. “Konflik itu kan relatif. Bisa jadi satu orang merasa ada konflik, sementara yang lain merasa tidak ada konflik. Saya sendiri memilih berpikir positif,” ujarnya saat diwawancarai seusai paripurna belum lama ini.
Ia menegaskan bahwa pernyataan yang pernah disampaikannya sebelumnya merupakan refleksi dari kondisi yang ia rasakan saat itu. “Apa yang saya ucapkan waktu itu adalah kenyataan menurut saya. Saya sampaikan dengan jujur,” katanya.
Krisantus juga kembali menegaskan komitmennya terhadap prinsip kebersamaan antara gubernur dan wakil gubernur. Menurutnya, sejak awal pencalonan hingga terpilih, keduanya seharusnya berjalan seiring dan saling melengkapi. “Gubernur dan Wakil Gubernur itu harus sejalan. Ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Kalau dipisahkan, nilainya justru hilang,” tegasnya.
Terkait komunikasi langsung dengan Gubernur Kalbar pasca isu tersebut mencuat, Krisantus mengakui hingga saat ini belum ada pertemuan khusus. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut tidak mengganggu kinerjanya sebagai Wakil Gubernur di pemerintahan.
"Belum ada pertemuan. Tapi intinya saya tetap menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai Wakil Gubernur. Fokus saya adalah bekerja dan melayani masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.
Krisantus berharap dinamika yang terjadi dapat disikapi secara dewasa dan proporsional oleh semua pihak. Ia menegaskan bahwa stabilitas pemerintahan daerah dan kepentingan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama di atas segala perbedaan pandangan.
“Yang terpenting, roda pemerintahan tetap berjalan dan masyarakat Kalbar tetap terlayani dengan baik,” pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair