Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Banjir Meluas di Kalbar, Jalan Perbatasan Kalbar-Sarawak Putus

Aristono Edi Kiswantoro • Minggu, 11 Januari 2026 | 23:29 WIB

 

 

GOTONG JENAZAH: Warga dan polisi memanggul peti jenazah menembus banjir setinggi dada orang dewasa di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Minggu (11/1), akibat akses jalan terputus dan kendaraan tak
GOTONG JENAZAH: Warga dan polisi memanggul peti jenazah menembus banjir setinggi dada orang dewasa di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Minggu (11/1), akibat akses jalan terputus dan kendaraan tak

SANGGAU – Rentetan hujan lebat yang mengguyur Kalimantan Barat sejak awal Januari 2026 menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah kabupaten.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat hingga 11 Januari 2026 mencatat, bencana hidrometeorologi ini telah berdampak pada 51 desa di 22 kecamatan yang tersebar di tujuh kabupaten.

Sebanyak 3.532 jiwa dari 929 kepala keluarga (KK) terdampak langsung akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi secara terus-menerus.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan sungai di berbagai daerah, memicu genangan luas hingga pergerakan tanah di wilayah rawan longsor.

“Dampak bencana terjadi di Kabupaten Sambas, Sekadau, Melawi, Bengkayang, Landak, Sanggau, dan Sintang. Sebagian wilayah sudah mulai surut, namun di beberapa titik genangan masih bertahan,” ujar Daniel, Minggu (11/1).

Kabupaten Sambas menjadi salah satu daerah yang terdampak lebih awal. Pada periode 2–5 Januari 2026, banjir merendam dua desa di Kecamatan Galing akibat meluapnya Sungai Asuansang.

Sebanyak 406 KK atau 1.724 jiwa terdampak, dengan 406 rumah terendam air. Selain permukiman, tujuh fasilitas pendidikan turut terdampak. BPBD melaporkan kondisi banjir di wilayah tersebut telah surut, meski warga masih melakukan pemulihan pascabanjir.

Situasi berbeda terjadi di Kabupaten Sekadau. Banjir yang terjadi pada 8 Januari 2026 akibat luapan Sungai Sekadau berdampak pada 17 desa di tiga kecamatan.

Sebanyak 844 jiwa tercatat terdampak, dan hingga laporan ini disusun, genangan masih ditemukan di sejumlah lokasi.

Aktivitas warga dan akses transportasi lokal terganggu, terutama di wilayah dataran rendah yang menjadi jalur limpasan air sungai.

Kabupaten Melawi mencatat wilayah terdampak cukup luas. Banjir melanda 16 desa di empat kecamatan pada 8 Januari 2026, dengan total 942 KK terdampak. Selain banjir, hujan lebat juga memicu tanah longsor di dua desa pada dua kecamatan. Longsor terjadi akibat kenaikan debit sungai dan pergerakan tanah, meningkatkan risiko bagi permukiman yang berada di lereng dan bantaran sungai.

Di Kabupaten Bengkayang, banjir dilaporkan terjadi pada 9 Januari 2026 dan berdampak pada tujuh desa di enam kecamatan.

Hingga Minggu (11/1), BPBD setempat masih melakukan pendataan korban dan fasilitas terdampak. Beberapa wilayah dilaporkan masih tergenang, menyulitkan proses pendataan dan distribusi bantuan. 

Kondisi serupa juga dialami Kabupaten Landak dan Sanggau. Di Landak, banjir melanda enam desa di empat kecamatan pada 8 Januari 2026 akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Sementara di Kabupaten Sanggau, banjir pada 9 Januari 2026 berdampak pada sedikitnya lima desa di tiga kecamatan, dengan sebagian wilayah masih terendam air hingga Minggu.

Sanggau menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling kompleks. Selain permukiman warga yang terendam, banjir memutus akses Jalan Lintas Malindo, jalur strategis penghubung antarkecamatan sekaligus akses menuju perbatasan RI–Malaysia. Putusnya jalur ini berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi logistik.

Daniel menambahkan, BPBD Kalbar terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota untuk melakukan pendataan lanjutan, pemantauan kondisi terkini, serta penanganan dampak bencana di lapangan.

Upaya difokuskan pada wilayah yang masih tergenang dan berpotensi terdampak hujan susulan. “Masyarakat di daerah rawan bencana kami imbau tetap waspada, terutama terhadap potensi hujan lebat lanjutan,” katanya.

Komando Distrik Militer (Kodim) 1204/Sanggau turut menurunkan personel ke lapangan. Bersama BPBD, Polri, dan instansi terkait, TNI melakukan pemantauan dan membantu penanganan banjir di sejumlah kecamatan terdampak, yakni Entikong, Sekayam, Noyan, dan Beduai.

Berdasarkan pantauan hingga Minggu (11/1) pukul 08.30 WIB, dampak terparah terjadi di Kecamatan Sekayam. Banjir dengan ketinggian antara 20 hingga 200 sentimeter merendam Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan.

Di Desa Pengadang, banjir setinggi dua meter menggenangi area sekitar 45 hektare dan berdampak pada 138 KK. Di Desa Sotok, tercatat 185 KK terdampak. Sementara di pusat aktivitas Desa Balai Karangan, sebanyak 471 rumah terendam, menyebabkan lumpuhnya aktivitas 471 KK.

Infrastruktur vital juga terdampak signifikan. Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Kecamatan Sekayam dengan Entikong, serta jalur Balai Karangan–Sekayam–Senaning, dilaporkan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam. Ketinggian air di ruas jalan tersebut mencapai sekitar 115 sentimeter.

“Akses sementara hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, itu pun dengan bantuan rakit dan perahu milik warga,” kata Dandim 1204/Sanggau, Letkol Kav. Slamet Purwanto, dalam keterangan resminya.

Saat berita ini diturunkan, di Kecamatan Entikong, kondisi mulai berangsur membaik. Air dilaporkan surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur yang mengendap di rumah masing-masing.

Namun, di Kecamatan Beduai, banjir masih menggenangi Dusun Beringin dan Dusun Beduai di Desa Bereng Bekawat. Sebanyak 60 KK terdampak dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Ruas Jalan Lintas Malindo penghubung Beduai–Sekayam juga masih tergenang air setinggi 10 hingga 15 sentimeter dan perlu diwaspadai. (bar/agg/ash)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#bengkayang #sanggau #sintang #melawi #landak #kalbar #sambas #bajir