Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Program MBG Dongkrak Harga Daging Ayam di Kalbar, Pengaruhi Inflasi Pangan

Siti Sulbiyah • Jumat, 6 Februari 2026 | 07:51 WIB

 

Ilustrasi daging ayam. (IST)
Ilustrasi daging ayam. (IST)

PONTIANAK POST - Harga daging ayam ras mengalami kenaikan signifikan seiring meningkatnya permintaan, salah satunya didorong oleh kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peningkatan jumlah penerima dan perluasan layanan diperkirakan akan terus mempengaruhi permintaan bahan pangan, termasuk daging ayam ras, dalam beberapa waktu ke depan.

Amir, pedagang di Pasar Flamboyan Pontianak, mengaku kenaikan harga mulai terasa sejak program MBG berjalan. Menurutnya, sejumlah komoditas pangan ikut terdorong naik karena tingginya permintaan.

“Katanya itu harga-harga naik karena banyak untuk program MBG,” ujarnya, Rabu (4/2) sore.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat daging ayam ras menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi. Kepala Bagian Umum BPS Kalbar, Yunita, mengatakan tingginya permintaan tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan protein dalam program MBG.

Menurutnya, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Barat pada Januari 2026 meningkat dibandingkan Desember 2025, sehingga kebutuhan bahan pangan ikut bertambah.

“Jumlah SPPG di Kalimantan Barat pada Januari 2026 meningkat 150 persen dibandingkan Desember 2025,” katanya dalam rilis BPS Januari 2026.

Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2026 menunjukkan tren kenaikan. Hasil pemantauan BPS di lima kabupaten/kota mencatat inflasi tahunan sebesar 3,33 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 105,57 pada Januari 2025 menjadi 109,09 pada Januari 2026. Adapun Inflasi bulanan tercatat 0,27 persen, sementara inflasi tahun kalender juga sebesar 0,27 persen. 

Pada Januari 2026, seluruh kota IHK yang berjumlah lima kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengalami inflasi y-on-y. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Sintang sebesar 4,52 persen dengan IHK sebesar 109,05. Sementara itu, inflasi y-on-y terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 2,74 persen dengan IHK sebesar 108,00

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi bulanan antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, ikan nila, jeruk, sigaret putih mesin (SPM), ikan baung, ikan bawal, serta cumi-cumi. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi m-to-m, antara lain timun, semangka, ikan tongkol, bensin, dan wortel.

Sementara itu, Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat, Rahmat Mulyono, menyebutkan jumlah SPPG per Januari 2026 telah mencapai 379 unit dari target 586 SPPG.

“Per 26 Januari 2026, jumlah SPPG telah mencapai sekitar 70 persen dari target,” ujarnya.

Program MBG di Kalimantan Barat ditargetkan menjangkau total 1.250.037 penerima manfaat. Per 26 Januari 2026, jumlah penerima manfaat MBG adalah sebanyak 877.222 orang. Tak hanya siswa sekolah, mereka yang menerima manfaat MBG selain siswa juga berasal dari ibu menyusui hingga ibu hamil. (sti)

Editor : Hanif
#program mbg #inflasi pangan #kalimantan barat #harga daging ayam