PONTIANAK POST - Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Kalbar memprakirakan pada dasarian II,yakni 11 hingga 20 Februari 2026 curah hujan mulai meningkat kecuali di wilayah pesisir. Secara umum curah hujan diprediksi berada di kategori rendah hingga menengah dengan curah hujan berkisar antara 50- 150 mm/dasarian.
Wilayah Bengkayang, Sambas, Landak, dan Kapuas Hulu diingatkan untuk lebih waspada terhadap tingginya curah hujan. Mengimbau masyarakat untuk waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah pada 11 dan 12, kemudian 14 sampai dengan 17 Februari 2026.
Selain itu, mengeluarkan peringatan dini tiga harian, yakni 11-13 Februari 2026 agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Kalbar, kecuali Pontianak, Kubu Raya, Singkawang, Mempawah, dan Kayong Utara.
Dwi, Prakirawan Stasiun Meteorologi Supadio, BMKG Kalbar mengatakan berdasarkan prakiraan angin di ketinggian 3000 kaki, pada Kamis (12/2)angin bertiup dari arah barat hingga Timur Laut dengan kecepatan 7 hingga 18 knots.
"Adanya daerah belokan angin dapat memicu pertumbuhan awan-awan penghujan sehingga esok hari (hari ini, red) kami prakiraan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terutama pada siang hingga malam hari," katanya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat, petir ataupun angin kencang berdurasi singkat.
Meski demikian, kemudahan kebakaran hutan dan lahan, kata Dwi masih harus diwaspadai. "Masih harus diwaspadai sampai satu pekan ke depan, karena masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar di sebagian wilayah," ulasnya.
Stasiun Klimatologi Kelas II Kalbar menginformasikan perubahan iklim edisi Februari 2026 di Wilayah Kalbar. Terjadi anomali suhu udara rata-rata antara 0,2 °C hingga 0,8°C pada Januari 2026. Warming stripes menunjukkan bukti visual suhu udara di Kalbar semakin meningkat. 2024 menjadi tahun terpanas di Kalbar.
Secara umum telah terjadi tren peningkatan suhu udara harian selama 40 tahun terakhir. Perubahan tertinggi terjadi di Ketapang dengan laju perubahan sebesar 0,049°C per tahun.
Terjadi tren peningkatan curah hujan tahunan selama 40 tahun terakhir. Perubahan tertinggi terjadi di Nanga Pinoh dengan laju perubahan sebesar 21,94 mm per tahun.
Berdasarkan proyeksi perubahan suhu udara 2020 hingga 2049, diproyeksikan terjadi tren peningkatan suhu udara rata-rata di sebagian besar Kalbar. Proyeksi suhu udara rata-rata meningkat hingga 0.85°C hingga 0,9 °C.
Selain itu diproyeksikan terjadi tren peningkatan suhu udara maksimum di sebagian besar wilayah Kalbar. Proyeksi suhu maksimum meningkat hingga 3,26°C di wilayah Kalbar bagian hulu.
Berdasarkan proyeksi perubahan curah hujan pada Februari 2020 hingga 2049, diproyeksikan terjadi tren penurunan curah hujan pada Februari hingga -12,79 persen dibandingkan baseline tahun 1976 hingga 2005. (mrd)
Editor : Hanif