Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

YKI Kalbar Ajak Warga Deteksi Dini Kanker, Kolaborasi dengan RSUD Soedarso untuk Layanan Kesehatan

Idil Aqsa Akbary • Jumat, 13 Februari 2026 | 09:23 WIB

 

Windy Prihastari
Windy Prihastari

PONTIANAK POST - Peringatan Hari Kanker Sedunia (HKS) 2026 menjadi momentum penting untuk kembali menguatkan kesadaran publik akan bahaya kanker serta pentingnya deteksi dini. Semangat itu mengemuka dalam Seminar Awam yang digelar di Puskesmas Kabupaten Kubu Raya, Rabu (11/2).

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kalimantan Barat (Kalbar), Windy Prihastari, menegaskan Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari bukan sekadar seremonial tahunan. Momen tersebut harus menjadi ajakan moral bagi seluruh lapisan masyarakat untuk peduli, dan terlibat aktif dalam upaya pencegahan serta pengendalian kanker.

“Kegiatan ini menjadi pengingat sekaligus penggerak bagi kita semua untuk bersama-sama memerangi kanker,” ujarnya.

Windy menyebutkan, kanker masih menjadi salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia.

Secara global, kanker menempati posisi kedua penyebab kematian dengan angka mencapai 9,6 juta jiwa setiap tahun. Sekitar 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Globocan 2020, tercatat 396.314 kasus baru kanker di Indonesia dengan angka kematian mencapai 234.511 orang. Pada perempuan, kanker payudara menjadi jenis kanker terbanyak dengan 65.858 kasus, disusul kanker leher rahim sebanyak 36.633 kasus.

Sementara pada laki-laki, kanker paru berada di urutan pertama dengan 34.783 kasus, diikuti kanker kolorektal sebanyak 34.189 kasus.

Di Kalbar, berdasarkan data SIRS Online Tahun 2025, neoplasma ganas payudara menempati peringkat pertama dengan 1.545 penderita, disusul neoplasma ganas serviks uteri sebanyak 708 penderita. Dari sisi pembiayaan, kanker juga menjadi penyakit katastropik dengan pembiayaan tertinggi kedua setelah penyakit jantung, mencapai Rp3,5 triliun berdasarkan data BPJS.

Peringatan Hari Kanker Sedunia 2026 mengusung tema global United by Unique dengan slogan “Disatukan oleh Keunikan”, sementara di Indonesia mengangkat tema “Indonesia Satu Melawan Kanker”. Tema tersebut menegaskan bahwa pengendalian kanker hanya dapat berhasil melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam konteks itu, Windy menekankan pentingnya sinergi antara YKI Kalbar dengan fasilitas layanan kesehatan rujukan, termasuk RSUD Soedarso sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalbar.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya sebatas dukungan moril, tetapi juga mencakup edukasi, pendampingan pasien, serta penguatan sistem rujukan dan layanan pengobatan. Sejak 2022, RSUD Soedarso telah mampu memberikan layanan kemoterapi, dan pada 2024 gedung layanan radioterapi resmi beroperasi.

“Dengan adanya layanan kemoterapi dan radioterapi di RSUD Soedarso, penyintas kanker di Kalbar tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah. Ini bentuk nyata komitmen bersama dalam meningkatkan akses layanan yang cepat, tepat, dan terjangkau,” kata Windy.

YKI Kalbar, lanjutnya, berperan dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar datang lebih awal ke fasilitas kesehatan.

Sementara RSUD Soedarso memperkuat aspek kuratif, dan rehabilitatif melalui layanan medis yang semakin lengkap. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pengendalian kanker yang terintegrasi, mulai dari edukasi dan deteksi dini di tingkat puskesmas hingga pengobatan komprehensif di rumah sakit rujukan.

Windy kembali menegaskan deteksi dini menjadi kunci utama. Ia mengajak keluarga, orang tua, serta tenaga kesehatan untuk lebih peka terhadap gejala kanker sejak awal. Jika terdapat kecurigaan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan diagnosis.

Secara khusus, perempuan di Kabupaten Kubu Raya diimbau rutin melakukan pemeriksaan leher rahim dan payudara secara berkala, minimal setiap tiga tahun sekali, atau paling lambat sepuluh tahun sekali di fasilitas kesehatan terdekat.

“Melalui seminar awam ini, YKI Kalbar bersama RSUD Soedarso berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Perang melawan kanker, sebagaimana pesan tema tahun ini, hanya dapat dimenangkan jika seluruh pihak bersatu dalam kepedulian dan bergerak dalam kolaborasi,” tutupnya.(bar)

Editor : Hanif
#kanker #YKI Kalbar #deteksi dini #RSUD Soedarso #pencegahan #Tingkatkan Kesadaran