Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ria Norsan Dorong Bank Kalbar Perkuat Digitalisasi dan Permodalan

Novantar Ramses Negara • Jumat, 13 Februari 2026 | 10:39 WIB

 

RAPAT UMUM: Gubernur Ria Norsan saat memimpin RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 sekaligus RUPS Luar Biasa Bank Kalbar di Aula Lantai 5 Kantor Utama Bank Kalbar, Rabu (11/2).
RAPAT UMUM: Gubernur Ria Norsan saat memimpin RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 sekaligus RUPS Luar Biasa Bank Kalbar di Aula Lantai 5 Kantor Utama Bank Kalbar, Rabu (11/2).

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 sekaligus RUPS Luar Biasa PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar), bersama para kepala daerah pemegang saham se-Kalbar. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor Utama Bank Kalbar, Rabu (11/2/2026).

Dalam forum tersebut, para pemegang saham yang terdiri atas pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota se-Kalbar menyepakati penguatan struktur permodalan dan peningkatan tata kelola perusahaan guna memperkuat daya saing Bank Kalbar di tengah dinamika industri perbankan nasional.

Berdasarkan laporan kinerja Tahun Buku 2025, Bank Kalbar mencatatkan pertumbuhan positif. Laba bersih mencapai Rp522,99 miliar atau tumbuh 7,66 persen (year-on-year). Penyaluran kredit meningkat menjadi Rp18,07 triliun dengan porsi UMKM di atas 39 persen. Total aset menembus Rp27,84 triliun atau naik 5,02 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di angka 1,85 persen, lebih rendah dari rata-rata industri nasional.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan Bank Kalbar tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga menjadi instrumen strategis pembangunan daerah.

“Dengan manajemen yang semakin kuat dan pengawasan yang ketat, kita optimistis Bank Kalbar mampu bersaing dengan bank nasional dalam layanan digital, tanpa meninggalkan karakter dan kekuatan lokal,” ujarnya.

Selain pengesahan laporan keuangan, RUPS juga membahas sejumlah langkah strategis. Dalam RUPS Luar Biasa, disepakati penambahan modal dari sejumlah pemerintah daerah. Kabupaten Ketapang, misalnya, berkomitmen menambah penyertaan modal sebesar Rp7,5 miliar guna memperkuat kapasitas ekspansi kredit.

Bank Kalbar juga memperkuat unit usaha syariah melalui pengangkatan Dewan Pengawas baru untuk Bank Kalbar Syariah guna memastikan kepatuhan prinsip syariah sekaligus mendorong akselerasi layanan keuangan berbasis syariah di Kalbar.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyampaikan bahwa fokus tahun 2026 adalah memperluas transformasi digital, termasuk penguatan fitur mobile banking serta pengembangan ekosistem QRIS hingga menjangkau wilayah pelosok.

Dengan strategi tersebut, Bank Kalbar diharapkan semakin adaptif, inklusif, dan berperan sebagai motor penggerak perekonomian daerah. (mse/r)

Editor : Hanif
#penguatan #Permodalan #daya saing #digitalisasi #RUPS Bank Kalbar #Gubernur Ria Norsan