PONTIANAK POST - Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat selama Ramadan dan Idulfitri. Jumlah tersebut meningkat 28,6 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,8 triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, dalam sambutannya menyampaikan, “Uang tunai sebesar Rp3,6 triliun disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”
“Jumlah ini meningkat 28,6 persen dibandingkan dengan realisasi kebutuhan uang tunai pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2,8 triliun, seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan kebutuhan transaksi masyarakat,” tambahnya.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan SERAMBI Kalbar 2026, BI bersinergi dengan 34 perbankan di Kalimantan Barat yang menyediakan layanan penukaran uang Rupiah pada 70 titik layanan di seluruh wilayah provinsi, dengan total 14.000 paket penukaran.
“Sinergi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan dan memastikan kemudahan akses bagi masyarakat,” ujarnya.
Doni menyebutkan, untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses perbankan, layanan dilakukan melalui berbagai skema, yakni Kas Keliling Ritel sebanyak 1.500 paket, Kas Keliling Terpadu dan Peduli Mudik sebanyak 4.000 paket, Kas Keliling Susur Sungai sebanyak 500 paket, serta layanan penukaran kepada mitra kerja.
Selain memastikan kecukupan uang tunai, BI juga mencermati dinamika harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok yang secara historis cenderung fluktuatif selama Ramadan.
“Oleh karena itu, sebagai bagian dari rangkaian SERAMBI Kalbar 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat turut menyelenggarakan Pasar Murah SERAMBI selama periode Ramadan dan Idulfitri, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan berbagai mitra strategis, guna membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” terang Doni.
Di sisi lain, melalui penyelenggaraan National Halal Fair (NHF) Kalimantan Barat 2026, BI berkolaborasi dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalbar dan Pemerintah Provinsi Kalbar untuk memperkuat ekosistem produk halal.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat rantai nilai ekosistem produk halal (halal value chain), meningkatkan daya saing pelaku usaha halal, serta memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan syariah di daerah,” ujarnya.
Sementara itu rangkaian SERAMBI Kalbar 2026 diselenggarakan mulai 19 Februari hingga 12 Maret 2026. Kick-off kegiatan berlangsung pada 19 Februari 2026 di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak sebagai penanda dimulainya layanan penukaran uang serta pelaksanaan NHF Kalbar 2026. (mse)
Editor : Hanif