PONTIANAK POST – Bazar Ramadan Mujahidin 1447 Hijriah resmi dibuka di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kamis (19/2) sore.
Kegiatan tahunan ini kembali digelar dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua Panitia Ramadan Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Manto, mengatakan bahwa Bazar Ramadan tahun ini mengalami peningkatan signifikan, baik dari jumlah stan maupun variasi produk yang ditawarkan.
“Tahun ini lebih besar dari tahun lalu. Total ada 166 stan yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Ia merinci, sebanyak 108 stan berada di dalam tenda besar, 27 stan di luar tenda besar, serta 30 stan khusus bagi pelaku UMKM. Tidak hanya menghadirkan aneka kuliner berbuka puasa, bazar tahun ini juga dimeriahkan dengan stand otomotif yang turut menarik perhatian pengunjung.
Manto berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. “Berharap kegiatan seperti ini dapat kita lanjutkan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara ini sukses,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menegaskan bahwa semangat Ramadan sejalan dengan nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin, yakni membawa rahmat bagi seluruh alam.
Terkait pelaksanaan Bazar Ramadan Mujahidin, pihaknya turut mendukung sistem pembayaran digital. “Setiap tenda kami siapkan QRIS yang bisa digunakan apabila tidak memiliki uang tunai,” ucapnya.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya mempopulerkan penggunaan QRIS di tengah masyarakat, sekaligus mendorong transaksi non-tunai yang lebih praktis dan aman selama Ramadan.
Asisten III Setda Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Alfian, menyampaikan bahwa pelaksanaan bazar ini memiliki makna strategis. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar ajang transaksi jual beli, melainkan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan pemberdayaan UMKM.
Ia pun memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Semoga ikhtiar yang kita laksanakan memberikan kebaikan bagi para pedagang dan pembeli,” ujarnya.
Alfian juga berpesan kepada seluruh pedagang untuk menjaga kualitas produk, kebersihan, serta kejujuran dalam berjualan. Menurutnya, momentum Ramadan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk menghadirkan keberkahan bagi semua pihak.
“Momentum Ramadan memberikan keberkahan,” pungkasnya. (sti)
Editor : Miftahul Khair