Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pontianak Tertinggi Indeks Daya Saing Daerah di Kalbar, DPRD Tekankan Kesiapan SDM Lokal

Mirza Ahmad Muin • Rabu, 25 Februari 2026 | 11:12 WIB

 

WAWANCARA: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai di ruang kerjanya.
WAWANCARA: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai di ruang kerjanya.

PONTIANAK POST - Kota Pontianak mencatatkan capaian tertinggi dalam indeks daya saing daerah (IDSD) 2025 di Kalimantan Barat. Berdasarkan data yang dirilis (BRIN), nilai IDSD Kota Pontianak mencapai 4,15, tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Kalbar.

Sebagai perbandingan, Kota Singkawang berada di angka 3,97, disusul Mempawah 3,67, Sambas 3,65, Sintang 3,59, Kubu Raya 3,57, dan Bengkayang 3,55. Sementara nilai Provinsi Kalimantan Barat secara keseluruhan berada di angka 3,49.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyambut positif capaian tersebut. Ia menilai, tingginya nilai IDSD menjadi indikator bahwa pembangunan yang dilakukan selama ini berada pada jalur yang tepat.

“Alhamdulillah, capaian ini menunjukkan bahwa Kota Pontianak terus bersaing. Ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat hingga dunia usaha,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, daya saing daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas layanan publik, inovasi, infrastruktur, serta iklim investasi. Pontianak sebagai ibu kota provinsi dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong percepatan pembangunan berbasis inovasi.

“Indeks ini mencerminkan berbagai aspek, mulai dari ekosistem inovasi, kesiapan teknologi, kualitas SDM, hingga kapasitas pasar. Artinya, kita harus terus berbenah dan tidak cepat berpuas diri,” tambahnya.

Wali Kota menegaskan, capaian tersebut akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Ke depan, kita akan terus memperkuat sektor-sektor strategis, mulai dari penguatan SDM, digitalisasi layanan, hingga kemudahan berusaha agar daya saing ini tidak hanya unggul di tingkat Kalbar, tetapi juga kompetitif secara nasional,” katanya.

Ia juga berharap prestasi ini dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih efektif dan responsif.

“Kita ingin Pontianak semakin kokoh sebagai kota jasa dan perdagangan, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Terpisah Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin memandang capaian ini sebagai cambuk untuk pemerintah dapat menggenjot kinerja dari segala sektor. Seperti kemudahan dalam perizinan usaha dapat menjadi magnet investor untuk berinvestasi di sini. Ketika investasi banyak masuk, maka lapangan pekerjaan akan tercipta dengan catatan SDM Pontianak juga dalam keadaan siap.

Akan berbeda cerita ketika investor ramai masuk, namun SDM Kota Pontianak tidak siap maka yang terjadi adalah peluang kerja itu akan diambil orang dari luar Pontianak. “Semua ini erat kaitannya. Makanya harus disinergikan,” katanya.

Pemerintah juga harus memetakan peluang kerja dan lapangan pekerjaan itu sendiri. Barulah tindak lanjutnya melakukan pelatihan-pelatihan peningkatan SDM sesuai dengan kebutuhan dominan lapangan pekerjaan yang dicari. Tidak hanya lowongan kerja kasar saja. Namun peluang kerja dengan jabatan tinggi diharap juga bisa diisi oleh warga Pontianak.

Koordinasi mesti dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja. Tujuannya untuk melihat dan mengkaji peluang kerja apa yang paling dibutuhkan di Pontianak ini. Khususnya sektor swasta.(iza)

Editor : Hanif
#investasi #kalbar #tertinggi #SDM lokal #pontianak #dprd