PONTIANAK POST - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) didorong untuk lebih terlibat dalam penanganan berbagai persoalan perkotaan melalui kerja sama yang diperpanjang antara Pemerintah Kota Pontianak dan UMP.
Perpanjangan perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani di Ruang VIP Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (10/3). Kolaborasi ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus sekaligus berkontribusi dalam pembangunan kota.
“Terutama dalam memfasilitasi mahasiswa menerapkan ilmu yang didapatkan di kampus,” ujarnya usai penandatanganan.
Menurut Edi, beberapa aspek yang menjadi perhatian bersama antara pemerintah kota dan pihak kampus di antaranya pengelolaan keamanan dan keselamatan mahasiswa, pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan pendidikan, serta pengelolaan lingkungan kampus yang berada di pusat kota.
Ia menilai pengelolaan sampah, drainase, dan limbah di lingkungan kampus perlu diperkuat guna mendukung program Kota Pontianak sebagai kota yang hijau, bersih, dan tertata.
“Salah satunya pengelolaan sampah di lingkungan kampus serta bagaimana kampus dapat menunjang program Kota Pontianak,” katanya.
Selain itu, keberadaan UMP sebagai salah satu pusat pendidikan di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat juga dinilai memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. Saat ini jumlah mahasiswa UMP sekitar 5.000 orang dan sekitar 20 persen di antaranya merupakan warga ber-KTP Pontianak.
Kehadiran mahasiswa tersebut turut menggerakkan perekonomian lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktivitas kampus seperti kegiatan akademik, acara kampus hingga wisuda kerap mendatangkan keluarga mahasiswa dari luar daerah.
“Aktivitas meningkat, rumah kos bertambah penghuninya, perekonomian bergerak, dan jumlah konsumen UMKM juga meningkat,” jelas Edi.
Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan inovasi dari berbagai program studi di UMP, seperti teknik mesin dan kesehatan masyarakat, untuk membantu penanganan sampah mulai dari tingkat rumah tangga hingga perkantoran.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari tujuh fakultas di UMP juga direncanakan dapat dikolaborasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu penanganan wilayah yang masih rawan kekumuhan di Pontianak.
Sementara itu, Rektor UMP Heriansyah menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam kerja sama tersebut.
“Sebagai lembaga pendidikan, yang paling penting adalah pengembangan sumber daya manusia, baik bagi mahasiswa maupun dosen, agar dapat berkontribusi dan memberi manfaat bagi Pemerintah Kota Pontianak,” ujarnya.
Ia menambahkan sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Pontianak dengan lokasi strategis, UMP siap mendukung berbagai program pemerintah kota, terutama di bidang lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan pengelolaan sampah.
Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kota Pontianak juga menjadi faktor penting dalam pengembangan institusi pendidikan.
“UMP tidak bisa berkembang tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah kota,” katanya.(*/iza)
Editor : Hanif