Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Puslitbang Polri Teliti Kesiapan Almatsus Dalmas dan Dukungan Ketahanan Pangan di Kalbar

Idil Aqsa Akbary • Rabu, 11 Maret 2026 | 12:33 WIB

 

Ilustrasi sawah. (Dedhez Anggara/Antara)
Ilustrasi sawah. (Dedhez Anggara/Antara)

PONTIANAK POST - Isu kesiapan peralatan pengendalian massa hingga keterlibatan aparat kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan nasional menjadi fokus penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri di wilayah Polda Kalbar.

Penelitian tersebut berlangsung selama empat hari, 9–12 Maret 2026, dengan mengumpulkan data terkait optimalisasi Alat Material Khusus (Almatsus), Pengendalian Massa (Dalmas), serta peran kepolisian dalam program swasembada pangan.

Ketua Tim Peneliti Puslitbang Polri, Guno Pitoyo menjelaskan, studi tersebut menyoroti berbagai aspek kesiapan peralatan Dalmas yang digunakan personel di lapangan. Mulai dari perlengkapan perlindungan diri, kendaraan taktis seperti AWC dan RAISA, hingga penggunaan senjata non-mematikan dalam penanganan aksi massa.

Menurut dia, penelitian ini penting untuk menyesuaikan kesiapan peralatan dengan dinamika aksi unjuk rasa yang terus berkembang.

“Kami mengidentifikasi beberapa tantangan, mulai dari keterbatasan jumlah peralatan, kondisi perawatan, hingga perlunya adaptasi alat terhadap karakteristik unjuk rasa saat ini agar tetap mengedepankan prinsip humanis, dan penghormatan terhadap HAM,” ujarnya.

Selain menyoroti kesiapan Almatsus Dalmas, penelitian juga mengkaji keterlibatan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029 yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Polri disebut tidak hanya berperan dalam aspek pengamanan, tetapi juga terlibat langsung melalui beberapa langkah strategis. Di antaranya pemanfaatan pekarangan bergizi, optimalisasi lahan produktif untuk komoditas jagung, pengawasan distribusi jagung, serta perekrutan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) bidang pertanian.

Kabid Humas Polda Kalbar, Bambang Suharyono menilai penelitian tersebut penting untuk memastikan kesiapan personel maupun peralatan dalam menjaga ketertiban masyarakat.

“Optimalisasi Almatsus Dalmas adalah kunci agar anggota di lapangan dapat bekerja secara profesional, aman, dan tetap humanis dalam menjaga ketertiban umum. Kami ingin memastikan setiap peralatan yang digunakan sesuai standar prosedur, dan tidak melanggar hak asasi masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Bambang, kepolisian di daerah juga berkomitmen mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan kepada petani serta pengawasan distribusi komoditas.

“Polda Kalbar berkomitmen mengawal swasembada pangan melalui pendampingan petani dan pengawasan distribusi. Kehadiran Bakomsus Pertanian nantinya diharapkan menjadi motor penggerak stabilitas pangan di Kalbar,” harapnya.(bar/r)

Editor : Hanif
#polisi #Dalmas #kalbar #Almatsus #ketahanan pangan #Puslitbang Polri