PONTIANAK POST – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Sebanyak 730 personel disiagakan di puluhan pos pengamanan dan pelayanan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Kapolda Kalbar, Pipit Rismanto, menegaskan kehadiran aparat di lapangan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pelayanan bagi masyarakat selama rangkaian akhir Ramadan hingga perayaan Lebaran.
“Ini bukan hanya sekadar pengamanan, tetapi pelayanan kepada masyarakat selama kegiatan akhir Ramadan, mudik, perayaan Lebaran hingga pelaksanaan ibadah Idulfitri,” ujarnya usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2026.
Menurut Pipit, pengamanan difokuskan di sejumlah titik strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat. Di antaranya pusat perbelanjaan, jalur lalu lintas, tempat ibadah, hingga kawasan wisata yang biasanya dipadati pengunjung saat libur Lebaran.
Selain itu, jalur transportasi juga menjadi perhatian utama aparat. Pengamanan dilakukan di bandara, pelabuhan, serta jalur darat yang menjadi akses utama perjalanan mudik masyarakat.
Pengamanan tersebut dilaksanakan secara terpadu bersama berbagai pihak, termasuk TNI dan sejumlah instansi terkait.
Di bandara, pengamanan melibatkan otoritas penerbangan dan unsur TNI AU, sementara di pelabuhan dilakukan bersama kepolisian perairan serta instansi terkait lainnya.
Untuk jalur darat, pengamanan dilakukan oleh Polri dan TNI dengan dukungan pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Basarnas, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Selain jalur transportasi, aparat juga menyiagakan personel di sejumlah kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran, terutama di kawasan pantai.
“Tempat-tempat rekreasi juga perlu kita antisipasi. Di beberapa spot seperti pantai kita siagakan personel, dan biasanya di sekitar lokasi tersebut juga ada pos dari Basarnas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Pipit.
Di sisi lain, aparat juga mewaspadai potensi kerawanan lain selama periode mudik, termasuk kemungkinan bencana hidrometeorologi. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, potensi banjir dan cuaca ekstrem masih perlu diantisipasi di sejumlah wilayah.
Dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, Polda Kalbar mengerahkan total 730 personel. Jumlah tersebut terdiri dari 125 personel Polda Kalbar dan 605 personel dari satuan wilayah jajaran.
Ratusan personel itu ditempatkan di 59 pos yang tersebar di berbagai wilayah. Rinciannya terdiri dari 38 Pos Pengamanan (Pospam), 15 Pos Pelayanan (Posyan), serta enam Pos Terpadu.
Pengamanan juga mencakup sejumlah objek vital yang berpotensi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran. Di antaranya 39 terminal, lima bandara, 19 pelabuhan, 131 tempat wisata, 442 pusat perbelanjaan, 138 masjid prioritas, serta 30 lokasi pelaksanaan salat Idulfitri di Kalbar.
Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas, terutama saat berada di kawasan perairan atau tempat wisata.
“Kalau beraktivitas di laut atau di pantai, perhatikan juga kondisi cuaca. Jangan sampai kita lengah sehingga menimbulkan korban,” pesannya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar, Valentinus Asmoro, menegaskan pengamanan mudik tahun ini menitikberatkan pada pendekatan pelayanan kepada masyarakat.
“Laksanakan tugas dengan penuh semangat. Ingatlah bahwa ini adalah operasi kemanusiaan. Kita hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujarnya saat memimpin apel kesiapan personel di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar, Jumat (13/3).
Melalui kesiapan personel serta dukungan sarana dan prasarana tersebut, kepolisian memastikan seluruh jajaran siap mengawal rangkaian mudik dan perayaan Idulfitri di Kalimantan Barat agar tetap aman dan kondusif. (bar)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro