PONTIANAK POST - Kompetisi robotik untuk siswa sekolah dasar digelar di Pontianak sebagai upaya menumbuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir logis anak sejak usia dini melalui kegiatan edukatif berbasis teknologi.
Kegiatan Ramadhan Brick Competition tersebut berlangsung di halaman belakang Masjid Raya Mujahidin Pontianak dan diikuti 46 siswa SD dari berbagai sekolah di kota itu.
Manajer Robotiku Pontianak, Pay Jarot Sujarwo, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya menumbuhkan potensi generasi muda sejak dini.
“Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang menumbuhkan potensi terbaik anak-anak kita. Untuk itulah agenda ini diselenggarakan. Ini merupakan upaya untuk mencari bibit-bibit muda kreatif di dunia robotik,” ujarnya.
Ia menjelaskan Robotiku telah lebih dulu mengembangkan pendidikan robotik sejak 2011 di Tangerang dan bekerja sama dengan sejumlah sekolah di wilayah Jabodetabek. Di Pontianak, program tersebut mulai berjalan pada tahun ajaran 2025–2026 dan mendapat respons positif dari beberapa sekolah dasar.
Ketua panitia kegiatan, Vedli Antoni Putra, mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi. Dari 46 peserta yang mengikuti kompetisi, sebanyak 16 siswa dipilih untuk melaju ke babak berikutnya sebelum disaring kembali menjadi enam finalis.
“Dari enam finalis ini dipilih tiga pemenang utama yang berhak mendapatkan hadiah uang tunai, piala, serta piagam penghargaan,” ujarnya.
Adapun pemenang Ramadhan Brick Competition 2026 yaitu juara pertama diraih Cetta Pio Fatakhillah dari SD Muhammadiyah 2 Pontianak, juara kedua M. Faqihul Azmi dari Home Schooling Imam Nawawi, dan juara ketiga M. Athallah Raisyauqi dari SD IT Al Mumtadz.
Vedli berharap melalui kegiatan tersebut, semakin banyak anak-anak tertarik mengembangkan kreativitas, logika, serta kemampuan pemecahan masalah melalui pembelajaran robotik sejak usia dini. (mse)
Editor : Miftahul Khair