alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Selamat Hari Peduli Sampah Nasional

HARI ini, 21 Februari, diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Kementerian Negara Lingkungan Hidup mencanangkannya pada 2006 untuk pertama kalinya.

Peringatan ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak, untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005, di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa. Peristiwa naas tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya, 157 jiwa melayang dan dua kampung, yakni Cilimus dan Pojok hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah. Tragedi ini memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi.

Sampah sendiri menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan sampah adalah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sementara organisasi kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) memberikan definisi bahwa yang dimaksud dengan sampah adalah suatu materi yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia.

Baca Juga :  Selamat Hari Bawa Bekal Nasional

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sendiri memiliki gebrakan dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Pengelolaan Sampah yakni berupa kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan, yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Gebrakan yang dimaksud adalah dengan membentuk bank sampah. Bank sampah sebagaimana yang diisyaratkan dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud sebagai bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Di Kota Pontianak sendiri, sebagaimana disebutkan dalam situs dlh.pontianakkota.go.id, terdapat tidak kurang 14 bank sampah yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Pontianak. Bank sampah tersebut yakni Bank Sampah Selamat Sejahtera di Jalan Sungai Selamat, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara; Bank Sampah Sejahtera Asri, Jalan Atot Ahmad, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat; Bank Sampah Wahana Bersama, Jalan Selat Sumba, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara; Bank Sampah Puskesmas Pal Empat (Palem Sari), Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota; Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota; Bank Sampah Beting Permai, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Bina Sejahtera (Perum IV), Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Laily Raya, Jalan Pemda, Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Berkah Mendawai, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara; Bank Sampah Ananda, Jalan Amanah, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Borneo, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Melati, Jalan Tanjung Raya II, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Rosella, Jalan Purnama Agung VII, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan; dan Bank Sampah Dansen Sejahtera, Jalan Danau Sentarum, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota.

Baca Juga :  Bersama Publik Mengawal Demokrasi

Melalui bank sampah ini, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012, masyarakat dapat memilah sendiri sampah yang akan diserahkan ke bank sampah, kemudian ditimbang, dicatat, hasil penjualan sampah yang diserahkan dimasukkan ke dalam buku tabungan, dan bagi hasil penjualan sampah antara penabung dan pelaksana. (berbagai sumber)

Bank Sampah Dansen Sejahtera. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST
Bank Sampah Laily Raya. DLH.PONTIANAKKOTA.GO.ID

HARI ini, 21 Februari, diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional. Kementerian Negara Lingkungan Hidup mencanangkannya pada 2006 untuk pertama kalinya.

Peringatan ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak, untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005, di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa. Peristiwa naas tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya, 157 jiwa melayang dan dua kampung, yakni Cilimus dan Pojok hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah. Tragedi ini memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi.

Sampah sendiri menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan sampah adalah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sementara organisasi kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) memberikan definisi bahwa yang dimaksud dengan sampah adalah suatu materi yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia.

Baca Juga :  Selamat Hari Bawa Bekal Nasional

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sendiri memiliki gebrakan dalam pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Pengelolaan Sampah yakni berupa kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan, yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Gebrakan yang dimaksud adalah dengan membentuk bank sampah. Bank sampah sebagaimana yang diisyaratkan dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa yang dimaksud sebagai bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Di Kota Pontianak sendiri, sebagaimana disebutkan dalam situs dlh.pontianakkota.go.id, terdapat tidak kurang 14 bank sampah yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Pontianak. Bank sampah tersebut yakni Bank Sampah Selamat Sejahtera di Jalan Sungai Selamat, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara; Bank Sampah Sejahtera Asri, Jalan Atot Ahmad, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat; Bank Sampah Wahana Bersama, Jalan Selat Sumba, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara; Bank Sampah Puskesmas Pal Empat (Palem Sari), Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota; Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota; Bank Sampah Beting Permai, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Bina Sejahtera (Perum IV), Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Laily Raya, Jalan Pemda, Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Berkah Mendawai, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara; Bank Sampah Ananda, Jalan Amanah, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Borneo, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Melati, Jalan Tanjung Raya II, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur; Bank Sampah Rosella, Jalan Purnama Agung VII, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan; dan Bank Sampah Dansen Sejahtera, Jalan Danau Sentarum, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota.

Baca Juga :  Selamat Hari Hutan Sedunia

Melalui bank sampah ini, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012, masyarakat dapat memilah sendiri sampah yang akan diserahkan ke bank sampah, kemudian ditimbang, dicatat, hasil penjualan sampah yang diserahkan dimasukkan ke dalam buku tabungan, dan bagi hasil penjualan sampah antara penabung dan pelaksana. (berbagai sumber)

Bank Sampah Dansen Sejahtera. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST
Bank Sampah Laily Raya. DLH.PONTIANAKKOTA.GO.ID

Most Read

Artikel Terbaru

/