alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Selamat Hari Penyu Sedunia

HARI ini, 23 Mei 2021, diperingati sebagai Hari Penyu Sedunia (World Turtle Day). Situs harpersbazaar.co.id, menjelaskan, tanggal tersebut mulai dicanangkan pada 1990, lantaran populasi penyu kini sudah jauh berkurang dan terancam punah. Statusnya kini masuk dalam kategori binatang yang dilindungi. Bulan Mei pun dipilih sebagai hari peringatan penyu sedunia, sebab di bulan ini merupakan waktu tersibuk bagi daur hidup penyu.

Penyu Belimbing. THINGLINK.COM

Penyu tinggal di perairan luas dan diperkirakan telah hidup sejak 180 juta tahun yang lalu. Penyu bisa menyelam lebih dari 200 meter untuk mencari makan, namun gemar menghabiskan waktu di perairan dangkal.

Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 – 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut, juga penyu menggunakan magnetism bumi sebagai bantuan untuk kembali ke kampung halamannya ketika saat masih menjadi tukik, dan kembali saat sudah dewasa untuk bertelur.

Penyu Lekang. Flickr.Com

Penyu yang menetas di perairan pantai Indonesia ada yang ditemukan di sekitar kepulauan Hawaii. Penyu diketahui tidak setia pada tempat kelahirannya.

Penyu dapat menghasilkan hingga 1.000 butir telur, namun hanya sejumlah 80 persen yang dapat menetas. Setelah menetas, tukik (anak penyu) akan menuju ke laut dan mulai menghadapi ancaman predator (seperti kepiting, kadal, dan ikan besar). Makanan penyu adalah plankton, tumbuhan laut, dan ubur-ubur. Hanya 20 persen jumlah penyu tersebut yang mampu bertahan hingga dewasa.

Baca Juga :  Selamat Hari Palang Merah Sedunia
Penyu Hijau. NWF.ORG

Di tempat-tempat yang populer sebagai tempat bertelur penyu biasanya sekarang dibangun stasiun penetasan untuk membantu meningkatkan tingkat kelulushidupan (survival).

Saat bermigrasi, penyu akan menghadapi ancaman terbesarnya saat ini, yaitu manusia. Limbah industri dan sampah dari kegiatan manusia akan salah diartikan penyu sebagai makanan (karena menyerupai ubur-ubur), sehingga dapat masuk ke pencernaan ataupun menjerat badan penyu. Ancaman lainnya adalah perburuan penyu untuk sisik dan cangkang yang dijual murah sebagai suvenir. Ada juga yang berburu penyu untuk dimakan telur dan dagingnya.

Penyu Pipih. 4MUDA.COM

Situs profauna.net menyebutkan bahwa di dunia ada tujuh jenis penyu dan enam di antaranya terdapat di Indonesia. Jenis penyu yang ada di Indonesia adalah penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu pipih (Natator depressus), dan penyu tempayan (Caretta caretta). Penyu belimbing adalah penyu yang terbesar dengan ukuran panjang badan mencapai 2,75 meter dan bobot 600 – 900 kilogram. Sedangkan penyu terkecil adalah penyu lekang, dengan bobot sekitar 50 kilogram.

Penyu Sisik. WILDLIFEACT.COM

Semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Ini berarti segala bentuk perdagangan penyu baik dalam keadaan hidup, mati mauoun bagian tubuhnya itu dilarang. Menurut Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pelaku perdagangan (penjual dan pembeli) satwa dilindungi seperti penyu itu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta. Pemanfaatan jenis satwa dilindungi hanya diperbolehkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan dan penyelamatan jenis satwa yang bersangkutan.

Penyu Tempayan. SEPUTARKITA.ID

Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115 ribu ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3 ribu ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97 persen dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga berisiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.

Baca Juga :  UMKM, Tetap Berdiri Tegak di Masa Pandemi

Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit. Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. Hanya penyu pipih (Natator depressus) yang diperkirakan tidak terancam.

Penyu Kemp’s Ridley. NESTONLINE.ORG

Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cenderamata, dagingnya yang lezat ditusuk jadi sate penyu berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan. Terutama di Tiongkok dan Bali, penyu menjadi bulan-bulanan ditangkap, disantap, tergusur dari pantai, telurnyapun diambil. Meski sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pelestarian Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang melindungi semua jenis penyu, perburuan terhadap hewan yang berjalan lamban ini terus berlanjut. Untuk mencegah kepunahan penyu, terutama penyu belimbing, beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu. Salah satunya adalah di Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Irian. Pantai itu baru-baru ini ditetapkan sebagai wilayah konservasi. (berbagai sumber)

HARI ini, 23 Mei 2021, diperingati sebagai Hari Penyu Sedunia (World Turtle Day). Situs harpersbazaar.co.id, menjelaskan, tanggal tersebut mulai dicanangkan pada 1990, lantaran populasi penyu kini sudah jauh berkurang dan terancam punah. Statusnya kini masuk dalam kategori binatang yang dilindungi. Bulan Mei pun dipilih sebagai hari peringatan penyu sedunia, sebab di bulan ini merupakan waktu tersibuk bagi daur hidup penyu.

Penyu Belimbing. THINGLINK.COM

Penyu tinggal di perairan luas dan diperkirakan telah hidup sejak 180 juta tahun yang lalu. Penyu bisa menyelam lebih dari 200 meter untuk mencari makan, namun gemar menghabiskan waktu di perairan dangkal.

Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam, dari 2 – 8 tahun sekali. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut, betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut, juga penyu menggunakan magnetism bumi sebagai bantuan untuk kembali ke kampung halamannya ketika saat masih menjadi tukik, dan kembali saat sudah dewasa untuk bertelur.

Penyu Lekang. Flickr.Com

Penyu yang menetas di perairan pantai Indonesia ada yang ditemukan di sekitar kepulauan Hawaii. Penyu diketahui tidak setia pada tempat kelahirannya.

Penyu dapat menghasilkan hingga 1.000 butir telur, namun hanya sejumlah 80 persen yang dapat menetas. Setelah menetas, tukik (anak penyu) akan menuju ke laut dan mulai menghadapi ancaman predator (seperti kepiting, kadal, dan ikan besar). Makanan penyu adalah plankton, tumbuhan laut, dan ubur-ubur. Hanya 20 persen jumlah penyu tersebut yang mampu bertahan hingga dewasa.

Baca Juga :  Selamat Hari Perempuan Sedunia
Penyu Hijau. NWF.ORG

Di tempat-tempat yang populer sebagai tempat bertelur penyu biasanya sekarang dibangun stasiun penetasan untuk membantu meningkatkan tingkat kelulushidupan (survival).

Saat bermigrasi, penyu akan menghadapi ancaman terbesarnya saat ini, yaitu manusia. Limbah industri dan sampah dari kegiatan manusia akan salah diartikan penyu sebagai makanan (karena menyerupai ubur-ubur), sehingga dapat masuk ke pencernaan ataupun menjerat badan penyu. Ancaman lainnya adalah perburuan penyu untuk sisik dan cangkang yang dijual murah sebagai suvenir. Ada juga yang berburu penyu untuk dimakan telur dan dagingnya.

Penyu Pipih. 4MUDA.COM

Situs profauna.net menyebutkan bahwa di dunia ada tujuh jenis penyu dan enam di antaranya terdapat di Indonesia. Jenis penyu yang ada di Indonesia adalah penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu pipih (Natator depressus), dan penyu tempayan (Caretta caretta). Penyu belimbing adalah penyu yang terbesar dengan ukuran panjang badan mencapai 2,75 meter dan bobot 600 – 900 kilogram. Sedangkan penyu terkecil adalah penyu lekang, dengan bobot sekitar 50 kilogram.

Penyu Sisik. WILDLIFEACT.COM

Semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Ini berarti segala bentuk perdagangan penyu baik dalam keadaan hidup, mati mauoun bagian tubuhnya itu dilarang. Menurut Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pelaku perdagangan (penjual dan pembeli) satwa dilindungi seperti penyu itu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta. Pemanfaatan jenis satwa dilindungi hanya diperbolehkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan dan penyelamatan jenis satwa yang bersangkutan.

Penyu Tempayan. SEPUTARKITA.ID

Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan, banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115 ribu ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3 ribu ekor sejak tahun 1982. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97 persen dalam waktu 22 tahun terakhir. Selain itu, lima spesies penyu juga berisiko punah, meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing.

Baca Juga :  Selamat Hari Palang Merah Sedunia

Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit. Di samping penyu belimbing, dua spesies lain, penyu Kemp’s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN). Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. Hanya penyu pipih (Natator depressus) yang diperkirakan tidak terancam.

Penyu Kemp’s Ridley. NESTONLINE.ORG

Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Selain tempurungnya yang menarik untuk cenderamata, dagingnya yang lezat ditusuk jadi sate penyu berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan. Terutama di Tiongkok dan Bali, penyu menjadi bulan-bulanan ditangkap, disantap, tergusur dari pantai, telurnyapun diambil. Meski sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pelestarian Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang melindungi semua jenis penyu, perburuan terhadap hewan yang berjalan lamban ini terus berlanjut. Untuk mencegah kepunahan penyu, terutama penyu belimbing, beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu. Salah satunya adalah di Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Irian. Pantai itu baru-baru ini ditetapkan sebagai wilayah konservasi. (berbagai sumber)

Most Read

Artikel Terbaru

/