Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jenis Puasa yang Wajib dalam Islam Selain di Bulan Ramadan, Apa Saja?

K

Ilustrasi berbuka puasa wajib.
Ilustrasi berbuka puasa wajib.


Advertisement

PONTIANAK POST - Puasa Ramadan sering kali dipahami sebagai satu-satunya puasa yang wajib dijalankan umat Islam.

Padahal, dalam khazanah fikih Islam, kewajiban puasa tidak berhenti hanya pada Ramadhan. Ada beberapa jenis puasa lain yang juga memiliki hukum wajib dan harus dilaksanakan.

Menariknya, puasa Ramadan bukanlah ibadah yang hanya diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad SAW saja.

Advertisement

Melansir NU Online, dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa puasa juga telah diwajibkan kepada umat-umat terdahulu. Namun, tata cara puasa sebagaimana yang dijalankan umat Islam saat ini merupakan kekhususan bagi umat Nabi Muhammad SAW.

Puasa Ramadan mulai diwajibkan pada bulan Syaban tahun kedua Hijriah, setelah Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah.

Advertisement

Sepanjang hidupnya, Nabi Muhammad SAW melaksanakan puasa Ramadan sebanyak sembilan kali. Dari jumlah tersebut, satu kali Ramadan berlangsung selama 30 hari, sementara delapan Ramadan lainnya berjumlah 29 hari.

Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayat al-Mujtahid (Juz 1, hlm. 207) menjelaskan bahwa para ulama sepakat jumlah hari dalam bulan-bulan Arab hanya berkisar antara 29 atau 30 hari. Ramadan sendiri menempati urutan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah.

Dalam hierarki keutamaan bulan, Ramadan termasuk salah satu bulan paling mulia. Keutamaannya berada setelah bulan Muharram, kemudian Rajab, Dzulhijjah, Dzulqa’dah, disusul Syaban, dan bulan-bulan lainnya.

Secara etimologis, kata Ramadan berasal dari al-ramdla’ yang berarti panas yang sangat menyengat.

Ada pula pendapat lain yang menyebutkan bahwa Ramadan berasal dari frasa yarmidlu al-dzunub, yang bermakna membakar dosa-dosa.

Makna ini sejalan dengan keyakinan umat Islam bahwa Ramadan merupakan bulan pengampunan dan penyucian diri.

 

Enam Jenis Puasa Wajib dalam Islam

Merujuk pada kitab fikih klasik al-Taqrirat al-Sadidah fil Masail al-Mufidah (Juz 1, hlm. 434–435), dijelaskan bahwa terdapat enam jenis puasa yang hukumnya wajib.

Puasa-puasa ini harus dikerjakan dan berdosa jika ditinggalkan, yaitu:

1. Puasa Ramadan, puasa wajib yang dilaksanakan selama bulan Ramadan.

2. Puasa Qadha, yakni puasa pengganti bagi hari-hari Ramadan yang ditinggalkan karena uzur syar’i, seperti sakit, safar, atau menstruasi.

3. Puasa Kafarat, seperti kafarat dzihar, kafarat pembunuhan, atau puasa dua bulan berturut-turut sebagai tebusan bagi pelanggaran tertentu, termasuk jimak di siang hari Ramadan.

4. Puasa dalam ibadah haji dan umrah, sebagai pengganti fidyah berupa penyembelihan hewan bagi jamaah yang tidak mampu.

5. Puasa Istisqa’, yaitu puasa yang dilakukan dalam rangka shalat meminta hujan apabila diperintahkan oleh pemerintah atau pemimpin.

6. Puasa Nazar, puasa yang menjadi wajib karena seseorang bernazar untuk melaksanakannya.

Dengan memahami jenis-jenis puasa wajib ini, umat Islam diharapkan tidak hanya memaknai puasa Ramadan sebagai ritual tahunan semata, tetapi juga sebagai bagian dari sistem ibadah yang lebih luas dalam ajaran Islam. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Kapolres Mempawah Ajak Warga Teladani Nabi Muhammad dan Jaga Salat Lima Waktu

Kapolres Mempawah Ajak Warga Teladani Nabi Muhammad dan Jaga Salat Lima Waktu

Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra mengajak jamaah meneladani Nabi Muhammad SAW dan menjaga salat lima waktu dalam khutbah Jumat.

Rukun Haji Lengkap dengan Dalil, Jamaah Wajib Memahami Sebelum Beribadah

Rukun Haji Lengkap dengan Dalil, Jamaah Wajib Memahami Sebelum Beribadah

Rukun haji sangat penting untuk diketahui oleh jemaah haji sebelum menunaikan ibadah haji. Diantaranya niat berhaji

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer