Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

10 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Syekh Ibnu Qasim dalam Kitab Fathul Qarib

Khoiril Arif Ya'qob • Selasa, 24 Februari 2026 | 14:00 WIB

Ilustrasi membatalkan puasa ramadan sebab haid.
Ilustrasi membatalkan puasa ramadan sebab haid.

PONTIANAK POST - Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat merusaknya.

Dalam kitab Fathul Qarib, Syekh Ibnu Qasim Al-Ghazi menjelaskan secara rinci ada 10 perkara yang dapat membatalkan puasa seseorang.

Penjelasan ini menjadi rujukan penting dalam mazhab Syafi’i dan masih relevan hingga kini.

Baca Juga: Jabal Khandamah, Surga Senja Baru di Makkah: Jemaah Umrah Berbuka Puasa dengan Panorama Masjidil Haram

1. Masuknya Sesuatu ke Dalam Tubuh Melalui Lubang

Puasa batal jika seseorang dalam keadaan sadar memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui lubang anggota badan.

Contohnya makan dan minum melalui mulut, memasukkan cotton bud ke telinga, atau memasukkan sesuatu ke dua jalan (qubul dan dubur).

2. Masuknya Sesuatu Melalui Jalan yang Tidak Lazim

Termasuk membatalkan puasa apabila sesuatu masuk ke tubuh melalui jalan yang asalnya tidak berlubang, seperti masuk ke kepala melalui luka yang tembus hingga kulit kepala atau selaput otak.

3. Huqnah (Memasukkan Obat Lewat Anus atau Kelamin)

Huqnah adalah memasukkan obat atau cairan ke dalam tubuh melalui anus atau alat kelamin. Tindakan ini menurut penjelasan beliau dapat membatalkan puasa.

4. Sengaja Muntah

Puasa batal apabila seseorang dengan sengaja menyebabkan dirinya muntah, seperti memasukkan tangan ke dalam mulut, memutar badan hingga pusing, atau memforsir diri berolahraga sampai muntah.

5. Sengaja Berhubungan Badan

Melakukan hubungan suami istri dengan sengaja saat berpuasa membatalkan puasa. Jika terjadi di siang hari bulan Ramadan, maka selain wajib qadha juga dikenai kafarah yang berat.

6. Sengaja Mengeluarkan Mani

Mengeluarkan air mani dengan sengaja, baik melalui tangan, onani, atau sebab yang lain, dapat membatalkan puasa. Namun, jika mani keluar tanpa disengaja seperti mimpi basah (ihtilam), maka puasa tetap sah.

7. Haid

Jika seorang perempuan dalam keadaan suci saat Subuh, lalu mengalami haid sebelum waktu Maghrib, maka puasanya batal meskipun ia telah berpuasa seharian.

Baca Juga: 9 Peristiwa Besar Bersejarah yang Terjadi di Bulan Ramadan, dari Nuzulul Quran hingga Kemerdekaan Indonesia

 

8. Nifas

Sama seperti haid, darah nifas yang keluar di siang hari juga membatalkan puasa.

9. Gila atau Hilang Akal

Puasa batal apabila seseorang mengalami gila meskipun hanya sesaat. Begitu pula orang yang hilang akal karena ayan atau mabuk sepanjang hari, dari sebelum Subuh hingga Maghrib.

Baca Juga: Puasa Medsos di Bulan Ramadan, Gus Nadirsyah Hosen Ajak Kendalikan Diri dari Algoritma

10. Murtad

Orang yang keluar dari Islam dengan sengaja, meskipun tidak makan dan minum sampai Maghrib, maka puasanya tidak sah. (*)

Editor : Miftahul Khair
#fathul qarib #Syekh Ibnu Qasim Al Ghazi #10 hal yang membatalkan puasa #Ramadan 2026