alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Lebih Ketat, PPKM Darurat Jawa-Bali Mulai Berlaku Per 3 Juli 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pandemi Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini berkembang sangat cepat karena varian baru yang juga menjadi persoalan serius di banyak negara.

“Oleh sebab situasi ini mengharuskan kita mengambil langkah-langkah yang lebih tegas agar kita bersama-sama dapat membendung penyebaran Covid-19 ini,” ujar Jokowi dalam keterangannya Kamis (1/7).

Karena dengan situasi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan tersebut, Presiden Joko Wododo (Jokowi) memutuskan untuk mengambil kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk Pulau Jawa dan Bali.

“Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” katanya.

“Jadi setelah mendapatkan banyak masukan dari para menteri para ahli kesehatan dan juga para kepala daerah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gejala Delirium Sebabkan Pasien Covid-19 di UGD Mendadak Bingung

Jokowi menuturkan, PPKM darurat ini akan lebih ketat dari PPKM berskala mikro. Aktivitas pembatasan masyarakat akan lebih diatur secara ketat. Nantinya penjelasan tersebut akan dijabarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku,” ungkapnya.

Pria asal Surakarta, Jawa Tengah ini meminta masyarakat berdisiplin mematuhi pengaturan PPKM darurat ini. Sehingga bisa menekan angka penularan Covid-19 di dalam negeri.

“Pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran Covid-19, seluruh aparat negara TNI polri maupun aparatur sipil negara, dokter dan tenaga kesehatan harus bahu-membahu, bekerja sebaik-baiknya untuk menangani wabah ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dandim Ajak Warga Bengkayang Wujudkan Pilkada Damai

Editor : Dimas Ryandi/Jawa Pos

Reporter : Gunawan Wibisono

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pandemi Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini berkembang sangat cepat karena varian baru yang juga menjadi persoalan serius di banyak negara.

“Oleh sebab situasi ini mengharuskan kita mengambil langkah-langkah yang lebih tegas agar kita bersama-sama dapat membendung penyebaran Covid-19 ini,” ujar Jokowi dalam keterangannya Kamis (1/7).

Karena dengan situasi Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan tersebut, Presiden Joko Wododo (Jokowi) memutuskan untuk mengambil kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk Pulau Jawa dan Bali.

“Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM darurat sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” katanya.

“Jadi setelah mendapatkan banyak masukan dari para menteri para ahli kesehatan dan juga para kepala daerah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sekolah Lawan Corona Dilaunching

Jokowi menuturkan, PPKM darurat ini akan lebih ketat dari PPKM berskala mikro. Aktivitas pembatasan masyarakat akan lebih diatur secara ketat. Nantinya penjelasan tersebut akan dijabarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku,” ungkapnya.

Pria asal Surakarta, Jawa Tengah ini meminta masyarakat berdisiplin mematuhi pengaturan PPKM darurat ini. Sehingga bisa menekan angka penularan Covid-19 di dalam negeri.

“Pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran Covid-19, seluruh aparat negara TNI polri maupun aparatur sipil negara, dokter dan tenaga kesehatan harus bahu-membahu, bekerja sebaik-baiknya untuk menangani wabah ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Lapor ke Wapres, Anies Sebut Ada Potensi 8 Ribu Covid-19 di Jakarta

Editor : Dimas Ryandi/Jawa Pos

Reporter : Gunawan Wibisono

Most Read

Artikel Terbaru

/