alexametrics
30.6 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Polisi Sita Lagi Uang Rp 3 Miliar dari Rekening ACT

JAKARTA – Penyidik Bareskrim Polri kembali melakukan penyitaan uang senilai Rp 3 miliar dari rekening yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penyitaan ini terkait dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Data terbaru penyidik berhasil mengamankan blokir sejumlah dana yang tersita sebesar Rp 3 miliar di beberapa rekening yayasan ACT. Selain itu ditemukan dana sebesar Rp 5 miliar yang juga akan dilakukan pemblokiran,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/8).

Selain itu, penyidik juga akan mengklarifikasi 777 rekening ACT ke Kementerian Sosial (Kemensos). Hal ini dilakukan untuk memastikan rekening yang terdaftar dan tidak. Selain itu, audit internal juga akan dilakukan oleh penyidik untuk memastikan penggunaan dana.

Baca Juga :  Dinsos Kota Pontianak dan ACT, satu Visi Entaskan Permasalahan Sosial Masyarakat

“Penyidik juga telah bekerja sama dengan akuntan publik untuk melakukan audit keuangan yayasan ACT,” jelas Azizah.

Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana di yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penetapan ini diputuskan usai dilakukan gelar perkara.

“Yang telah disebutkan tadi pada pukul 15.50 WIB telah ditetapkan tersangka,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Helfi Assegaf di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/7).

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yakni pendiri ACT, Ahyudin; Presiden ACT, Ibnu Khajar; Hariyana Hermain selalu Senior Vice President Operational Global Islamic Philantrophy; dan Novariadi Imam Akbari, selaku sekretaris ACT periode 2009 – 2019 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina ACT.

Baca Juga :  14 Provinsi Siap Tatap Muka

“Inisial A selaku Ketua Pembina, IK ini juga pada saat itu sebagai pengurus yayasan, selanjutnya H sebagai anggota pembina dan NIA selaku anggota pembina,” jelas Helfi. (jp)

JAKARTA – Penyidik Bareskrim Polri kembali melakukan penyitaan uang senilai Rp 3 miliar dari rekening yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penyitaan ini terkait dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Data terbaru penyidik berhasil mengamankan blokir sejumlah dana yang tersita sebesar Rp 3 miliar di beberapa rekening yayasan ACT. Selain itu ditemukan dana sebesar Rp 5 miliar yang juga akan dilakukan pemblokiran,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Nurul Azizah di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/8).

Selain itu, penyidik juga akan mengklarifikasi 777 rekening ACT ke Kementerian Sosial (Kemensos). Hal ini dilakukan untuk memastikan rekening yang terdaftar dan tidak. Selain itu, audit internal juga akan dilakukan oleh penyidik untuk memastikan penggunaan dana.

Baca Juga :  Airlangga: Penanganan Pandemi di Indonesia Terbaik ke-4 di Dunia

“Penyidik juga telah bekerja sama dengan akuntan publik untuk melakukan audit keuangan yayasan ACT,” jelas Azizah.

Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana di yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Penetapan ini diputuskan usai dilakukan gelar perkara.

“Yang telah disebutkan tadi pada pukul 15.50 WIB telah ditetapkan tersangka,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Pol Helfi Assegaf di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/7).

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yakni pendiri ACT, Ahyudin; Presiden ACT, Ibnu Khajar; Hariyana Hermain selalu Senior Vice President Operational Global Islamic Philantrophy; dan Novariadi Imam Akbari, selaku sekretaris ACT periode 2009 – 2019 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina ACT.

Baca Juga :  Selangkah Menuju Amerika

“Inisial A selaku Ketua Pembina, IK ini juga pada saat itu sebagai pengurus yayasan, selanjutnya H sebagai anggota pembina dan NIA selaku anggota pembina,” jelas Helfi. (jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/